Career & life

Saya kerja di Perusahaan Hape Cina, hmm, why bro???

Restored from the original ahmadarib.com blog, first published 2015-04-26.
Saya kerja di Perusahaan Hape Cina, hmm, why bro???

So, hari minggu yang mendung ini, sambil dengerin Prambors dan baca bukunya Eric Schhmidt (CEO Google) bareng Jared Cohen, the new digital age, jadi mikir2 lagi, ada temen yang nanya.

“Rib, abis lulusan nih lu kerja dimana bro?”
“OPPO smartphone cuy.”
“Ohh, OPPO yang ada logonya di acaranya X Factor itu kan?”
“Gag tau bro (sambil mikir, acara X Factor tuh acara TV yang mana sih??), TV di kostan buat nonton movie aja, gag pernah liat acara2 lain.”
“Ehmm, itu perusahaan China kan ya Rib?”
“Yep, China punya itu OPPO.”
“Lha, gag ambil kerja di XL gitu, ato P&G kmaren, ato lu ngedaftar di tempat lain kayaknya bisa lah.”
“Hmmmmmm.”

logo oppo smartphone

logo oppo smartphone

Well, this blog post, specially to answer my friend question, haha.
Pertanyaan pertama, mengapa perusahaan smartphone?
Perusahaan smartphone (teknologi) benar-benar menarik belakangan ini, mereka punya profit margin yang gede (kamu harus googling harga modal satu smarthone itu berapa, males googling, nih linknya https://komputertrik.wordpress.com/2014/09/23/iphone-dijual-apple-dengan-laba-200-persen-dari-harga-pokok-atau-untung-5-juta-per-buah/), sehingga lebih banyak dana yang bisa di-spend ke berbagai bidang, termasuk salary employee, marketing, riset, dan berbagai hal lainnya. Serta tekno company growth ratenya gila2an banget dari tahun ke tahun, marketnya gede, playernya belum banyak (mayoritas global), karena entry barriernya cukup tinggi, jadi kecil kemungkinan akan muncul player2 baru kedepannya dengan jumlah yang begitu banyak, apalagi player lokal. Sementara marketnya fresh banget, dengan begitu banyak iklan dimana-mana, demand masyarakat untuk memiliki produk tekno tinggi banget, belum lagi media yang terus menerus mempublikasikan segala macam produk tekno, keuntungannya, dan trendnya.

Pertanyaan kedua, mengapa perusahaan China?

Setahun ato 2 tahun yang lalu deh kayaknya, pernah baca buku judulnya China’s Megatrend, ditulis oleh John Naisbitt, dia sudah nulis tentang trend dunia sejak 1980, dan memprediksi dengan tepat trend-trend besar dunia, ekonomi Amerika, trend multinational company, trend teknologi dan yang terbaru buku China’s megatrend. Buku ini benar-benar menarik, dengan jujur buku ini memberikan analisis mendalam mengenai apa yang terjadi di China, tipikal orang-orangnya, dan bagaimana prediksi China kedepannya.
Dan menurut saya, prediksinya mengenai China sangat menjanjikan, ada begitu banyak kesempatan dan perubahan yang terjadi di sekitar apapun yang bernama China.
Kemudian mengingat kebiasaan aneh saya, untuk masuk ke hal-hal baru dimana perubahan sedang terjadi, dan ketika setiap orang masih melihatnya dengan aneh dan penuh tanda tanya, serta tidak sedikit mencemooh.
Contohnya:
SMP dulu, saya udah aktif belajar di dunia teknologi, saya menginvestasikan waktu saya belajar dibidang ini, ikut lomba programming (tingkat SMA), bongkar pasang PC, belajar ngoding Turbo Pascal, dimana teman-teman saya melihat dengan aneh, ngapain ngurusin kotak kecil berlayar aneh yang gag jelas fungsinya apaan? Hal ini gag populer sama sekali tahun 2006-an. Sekarang? Hmm.
SMA, lanjut di koding, plus belajar bahasa Inggris, saya investasikan waktu bertahun-tahun di SMA buat belajar komunikasi dan debat bahasa Inggris. Teman lainnya, ya elah bro, bahasa Inggris belajar seadaanya aja, buat lulusan, gag dipake juga itu bahasa, orang pake bahasa Indonesia semua. Hal ini gag populer sama sekali tahun 2010-an. Sekarang??? Behhh, liat aja betapa ramenya tempat kursus bahasa Inggris.
Kuliah, saya ambil belajar IT, tanpa milih jurusan lainnya, tanpa mikir mau jurusan lainnya. Jurusan ini belum populer tahun 2011. Sekarang??? Masih belum populer deh kayaknya, apa udah populer ya, dah lama gag ngobrol sama anak SMA, hehe.
Sambil kuliah ikut belajar ekstra digital business, digital platform, digital marketing. Saya invest waktu 3 tahun buat mempelajari hal ini. Sekarang??? Dimana-mana jadi bahasan topik ini, tiba-tiba semua orang pengen tahu, pengen belajar, pengen cari orang yang ngerti. Saya? Dah ngerti lah dikit-dikit, kan udah belajar selama 3 tahun.

Dan sekarang, saya memilih untuk mencoba invest waktu saya untuk belajar disini, di perusahaan China, manager saya China tulen, budaya perusahaan budaya China, bahasa utamanya Mandarin, English bahasa kedua dan bahasa Indonesia hanya dipake oleh sesama staff Indonesia.
Sama seperti hal-hal sebelumnya, ini bukan hal yang menarik SAAT INI, belum MAINSTREAM kalo bahasa kerennya. Tapi saya punya kepercayaan (atas dasar kalkulasi logis yang terbukti beberapa kali, serta dilengkapi oleh pendapat para ahli, yang jumlahnya cukup banyak) bahwa hal ini akan jadi trend beberapa tahun lagi (at least di Indonesia). Dan saat ini jadi trend, saya sudah cukup mengerti, toh saya udah nyemplung duluan, toh saya udah belajar duluan, dan saya punya keuntungan beberapa waktu lebih awal dibandingkan orang lainnya.

Sama seperti saat ini saya mempunyai keuntungan fasih berbahasa Inggris, keuntungan mengerti teknologi di tahapan yang cukup tinggi, keuntungan paham digital business dan marketing, dibandingkan orang lain rata-rata seumuran saya. Dan keuntungan ini ternyata cukup signifikan untuk membawa berbagai kesempatan baru yang menarik dalam kehidupan saya.
Because in the end of the day, I’m just a simple learner, I wanna learn so much important things in my life, achieve several good things in my way and meet some great people along the way.
I hope this simple blog post could answer your question, my friend 😀