Workshop Membuat Video di Acara Popcon 2013, Binus International University, Part 1

Jakarta, 6 July 2013, dalam rangkaian acara Popcon 2013 diadakan juga Youtube Workshop yang mengundang 2 orang pembicara spesial di salah satu ruangan Binus International University di kawasan Senayan, mereka adalah Bagus Bramanti selaku movie script writer dan konsultan movie serta ada juga Wiwi Goh, yang didatangkan langsung dari Google International untuk berbicara mengenai menciptakan konten video berkualitas di youtube, dan memanfaatkan fitur-fitur di dalam platform youtube untuk konten video.

Workshop Membuat Video Movie Film Berkualitas
Workshop Membuat Video Movie Film Berkualitas

Bagus Bramanti menjelaskan peran creator movie sebagai seorang pencerita, yang berusaha untuk menyampaikan pesannya kepada audiens melalui media video. Baik itu short movie, serial movie, maupun film bioskop. Saat ini, generasi kita sudah begitu banyak dijejali dengan konten-konten movie sampah dari televisi, seperti berbagai sinetron yang tiada habisnya dengan pemain itu-itu saja, atau serial FTV yang memiliki cerita tak jelas. Akibatnya, generasi muda, generasi cerdas yang menguasai teknologi informasi, memilih untuk tidak menonton televisi, dan sebagai gantinya mereka mengkonsumsi media video melalui internet.

Disinilah kesempatan kita sebagai creator movie untuk menciptakan konten-konten video yang berkualitas dan dapat memenuhi keinginan dari generasi yang berbeda ini, yang sudah tidak mau lagi didikte oleh televisi. Adanya internet, website, dan youtube, merupakan jawaban atas platform apa yang bisa kita gunakan untuk mempublikasikan karya-karya kita.

Untuk membuat konten video yang engaging dengan penontonnya, setidaknya diperlukan 4 unsur berikut

  1. Connect, dalam artian video tersebut berkorelasi dengan kehidupan penontonnya.
  2. Familiarity, dalam artian video tersebut familiar dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Unique, dalam artian hal apa yang bisa membuat videomu stand out from the crowd.
  4. Well developed, dalam artian konten video yang kamu buat haruslah didevelop dengan seaksimal mungkin, walaupun hanya mengunakan peralatan yang terbatas.

Dan untuk membuat cerita dalam sebuah video, ada 7 elemen yang menjadi struktur dasar cerita dari video tersebut, ketika kita berhasil memasukkan ketujuh unsur ini kedalam sebuah video, maka video tersebut akan memiliki struktur cerita yang kuat, ketujuh unsur ini adalah

  1. Problem, setiap video sejatinya harus berangkat dari satu atau lebih masalah tertentu.
  2. Desire, selanjutnya dalam video, karakter di dalamnya memiliki keinginan tertentu, baik yang dikarenakan dari problem yang ada, ataupun dari hal-hal lainnya.
  3. Opponent, tentu kita tahu bahwa dalam setiap video, haruslah ada tokoh antagonisnya, dalam hal ini bukan terpaku hanya kepada karakter, bisa jadi diri sendiri, maupun objek lainnya.
  4. Plan, selanjutnya karakter akan menyusun rencana, berkaitan dengan desire dan opponent yang dihadapinya.
  5. Battle, pertempuran/konflik pun akhirnya terjadi, antara karakter utama dengan opponentnya.
  6. Self revelation, merupakan bentuk kesadaran yang terjadi terhadap karakter, ataupun tokoh lainnya, setelah battle antar tokoh.
  7. New equilibrium, merupakan keadaan akhir yang terjadi di dalam movie, yang berbeda dengan pada saat awal cerita.

Dalam pengalaman Bagus Bramanti sebagai creator movie, baik itu short movie, film bioskop, maupun video youtube, saat kita menghadapi kendala low budget, peralatan terbatas dan tim yang kecil, maka pada saat itulah kita harus memaksimalkan segala upaya di script movie kita. Movie-movie yang hebat adalah movie yang memiliki script cerita yang kuat, walaupun di shoot dengan kamera biasa, dengan teknik pengambilan gambar yang biasa, dan editing seadanya. Karena pada akhirnya yang dinikmati dan dikenang oleh penonton adalah alur cerita dari movie tersebut, yang bisa membuat mereka tersentuh, dan merasa berkewajiban untuk menyebarluaskan informasi mengenai movie tersebut kepada orang lain di sekitarnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *