13th Month, Anniversary: Nilai, Pantai Bali & Peti Mati

Walau sudah membuat komitmen sebelumnya untuk nulis sebulan sekali dalam edisi life report di China, ternyata saya melanggar komitmen sendiri hanya dalam waktu satu semester.
Hmm, whyy?
Hal ini dikarenakan munculnya satu nilai D di report sekolah setelah menjalani satu semester di sini. Yep, nilai D, well, technically itu lulus, namun nilai GPAnya hanya 1 dari 4. Dan saya memilih satu course yang dapat nilai D itu sebagai salah satu nilai yang menentukan GPA. Alhasil, GPA drop jadi cuma 2.4 doang dari 4. Hahaha, eh buset, seumur-umur baru ini dapat nilai segini.

Stress jelas, karena saya gag pernah paham sebelumnya ada sistem milih2 course untuk jadi nilai GPA, dan milihnya salah lagi, kepilihlah matkul2 susah untuk jadi GPA, haha. Okelah, satu semester anggap aja gag sengaja, semester kedua bakal lebih serius, malu buat nulis di blog tentang study saya kalo GPA aja masih segitu. Ya sudah, semester dua udah hati-hati, milih course dengan hati-hati, nentukan yang mana buat GPA lebih hati-hati lagi. Dan ketika nilai semester 2 keluar kemaren, jeng jeng jeng, dengan tanpa bersalahnya muncul lagi satu nilai D, whattt thee fffff!!! Oh God whyy?? Dan satu matkul yang dapat nilai D ini dari supervisor saya sendiri, well, supervisor besar yang dimana dia Dekan fakultas juga, dan pada saat ngajar terkadang dia digantikan oleh asistennya, yang mana asistennya ini gag kenal saya. Padahal supervisor kecil, bawahannya supervisor besar suggest ambil matkul ini buat perbaiki nilai meskipun saya tahu gag bakal paham banyak karena kelasnya menggunakan bahasa mandarin, malah jadi memperparah keadaan, hahaha. Ya sudahlah, emang performa saya jelek di kelas, dan kelompoknya juga gag optimal ngerjain project akhirnya kemarin.

Sehingga akhirnya GPA keluar hanya dapat 2.62 saja dari 4. Standard LPDP berapa? saya ingat waktu itu Bu Ratna bilang di PK LPDP standardnya 3.25 kalo gag salah, buset, jauh bener, bakal dideportasi pulang nih saya sama LPDP. Untunglah ini direvisi di buku peraturan yang baru bahwa standardnya untuk Master by Research (which is program saya) mengikuti standard kampus dan fakultasnya, mengingat setengah masa study kami di riset, hanya setengahnya saja di coursework. Dan standar fakultas adalah, jeng jeng jeng jeng, 2.7, well, 0.08 lagi dari standard, hahaha. Jadi sekiranya saya udah ngurusin riset mulai semester 3 ini, masih harus retake 1 kelas lagi yang dapat D semester 1 kemaren.

Meskipun nilai masih di bawah standard, tapi ya sudahlah beda-beda tipis, mudah2an bisa bagusan nilai setelah semester 3 ini, haha. Dan performa di matkul yang sesuai dengan topik saya yakni Big data juga rata-rata rada bagus sebenarnya, Big Data Algorithm, Computer Networks, Big Data Security & Web Search Data Mining. Jadi lanjut nulis aja lagi akhirnya, di edisi spesial Anniversary 1 tahun kuliah di Shanghai Jiaotong University, China.

Demikian tulisan saya kali ini, yang membahas tentang Nilai, tuh kan ada di judulnya diatas.
Sekian.
.
.
.
.
Lha, terus itu di judul kenapa ada Pantai Bali & Peti Matinya juga.
Gag da apa-apa, random aja akhirnya pake i semua, ingat pelajaran bahasa Indonesia dulu, biar iramanya bagus, hahaha.
Okelah, mari kita lanjut ke bagian kedua dari tulisan ini, tentang Pantai Bali.
So semester kedua setelah mulai beradaptasi dengan kehidupan disini, udah santai, dikontaklah sama Annisa Ika (sebut saja Mawar, eh salah redaksi, Ika maksudnya), anak S2 di Amsterdam, sama-sama LPDP, sekelas dari XLFL batch 1 dari tahun 2012 dulu apa kalo gag salah, sama-sama anak didiknya Deedee, the most awesome Facilitator in the world! link reviewnya, hmm, cek2 di web dulu, nah disini nih https://ahmadarib.com/xl-future-leader.html dan https://ahmadarib.com/kegiatan-xl-future-leader.html
Link yang pertama gag penting, yang penting itu link kedua, disana saya ada nulis

Networking XL Future Leader

Satu hal yang saya dapatkan, selain materi yang luar biasa hebat, adalah teman-teman luar biasa dari berbagai kampus di Indonesia, dan berkenalan dengan mereka sungguh sebuah menambah informasi dan networking yang sangat berharga. Dari salah satu teman di XL Future Leader ini saja saya bisa bergabung ke komunitas business leader yang lainnya, dengan kapasitas yang sama baiknya seperti XL Future Leader.

Sehingga saya sekarang memahami, perkataan Pak Hasnul Suhaimi dahulu dan sampai sekarang terus diucapkannya, “saya membayangkan akan ada ratusan future leaders yang semuanya merupakan teman akrab pada saat mereka masih mahasiswa dahulu, duduk di meja makan konferensi ekonomi internasional, bertemu di event bisnis, menjalin kerjasama bisnis, kerjasama antar negara, dan bersama-sama mereka melakukan perubahan untuk kondisi Indonesia yang lebih baik.”

Well, saya nulis itu dulu waktu masih jaman bego-begonya, sekarang (walau masih bego), dan masih belum duduk di meja konferensi internasional (lha kan masih bego, IP aja 2.6), Ika udah ngajak buat perubahan agar Indonesia lebih baik, eh ciee super sekali kata-katanya. Well, intinya dia ngajakin lomba, namanya Telkom Socio Digi Leaders, SDL, yang ngadain Telkom Indonesia. Webnya di https://sdl.telkom.co.id/
Ika nanyain siapa lagi buat diajak, karena 3 orang 1 satu team, tidak lain dan tidak bukan kutunjuklah satu nama luar biasa, yang menggantikan tugas saya dulu saat kabur dari OPPO Indonesia (reviewnya disini mbak/om https://ahmadarib.com/saya-kerja-di-perusahaan-hape-cina-hmm-why-bro.html,) yang juga tidak lain dan tidak bukan merupakan teman sekelas XLFL 1 juga, balik lagi baca kutipan Network XL Future Leaders, masa iya saya copy paste lagi buat manjang-manjangin tulisan. Dan namanya adalah Irfan, saat ini dia udah pulang kampung ke Purworejo, sudah mau nikah juga dengan gadis Purworejo, ada toko pertanian keluarga di Purworejo, sawah-sawah, juragan beras Purworejo, dan punya anak nanti di Purworejo juga, demi Purworejo yang lebih baik lagi. (mudah-mudahan benar Purworejo, kan ada Purwokerto, Purwodadi, Purbolinggo apa, gag ngeh saya, anak Sumatera soalnya, harap maklum).
Singkat cerita, saya, Irfan dan pacarnya Ika, Aulia Recky kita jalan-jalan di Pantai Kuta Bali.
Whatt??, kesingkatan om.
Terus kenapa tiba-tiba muncul pacarnya Ika, si Aulia Recky? itu pemain bayaran darimana coba. Dari Belanda juga, TU Delft, LPDP juga, setahun diatas saya dan Ika tapi, dan anak XLFL 1 juga, dari kelas Yogya tapi. Banyak amat juga dan tapinya bro, lha iya, kembali lagi tentang Networking Xl Future Leaders diatas (eh buset, saya udah kayak brand ambassador XLFL).
Balik lagi ke SDLnya punya Telkom, karena Indonesia butuh kita (cuma anak SDL yang paham, haha), kita bikinlah sebuah ide, yang memiliki fitur lallaa, dan fungsi jajaja, untuk menyelesaikan masalah yayayaya, hahaha.
Tonton aja deh video idenya disini https://www.youtube.com/watch?v=zHR0D7Feexs

Nah, setelah panjang ceritanya dan ribet dokumennya, serta kita bertiga juga dimana-mana, Ika di Belanda, saya di Shanghai, Irfan di Purworejo, yang ribetnya super parah, dan koordinasinya luar biasa, untunglah kita dah temen lama jadi udah paham gimana kerja bareng meski jarak memisahkan kita semua, terutama Irfan yang internetnya super kaco parahhhh, maap bro, haha.
Masuklah kita interview video 100 besar oleh dewan juri, jadi itu harusnya kan ada 2 layar yang dilihat oleh dewan juri untuk interview, 1 layar PPT, 1 lagi untuk 3 peserta presentasi. Lha kalau kita jadi 4 layarnya, 1 PPT, masing-masing dari kita 1 layar, dan Irfan mesti pergi ke kantor pusat Telkom Purworejo bawa surat ijin dari Telkom pusat untuk interview disana, haha. Belum lagi, di tengah-tengah interview laptop yang layarnya menghadap saya mati (baru make Ubuntu, dan sebelumnya lagi dioprek parah), ya sudah Irfan langsung lanjut saja presentasi handle bagian saya juga.
Untunglah kita lolos ke 25 besar, diundang Bootcamp di Bali, Ika nya gag bisa karena ada ujian penting, maka berdasarkan musyarawah dan mufakat, kita pilihlah Recky untuk mewakili Ika, haha, super random. Walau emang Recky juga ikut sih sejak awal kita diskusi juga.

Soo, barulah resmi, singkat cerita saya, Irfan dan Recky jalan-jalan di Pantai Kuta Bali. Saat itu sunset, pantainya bagus banget, dan ini baru pertama kali saya ke Bali, suer, gag ada duit mau ke Bali, nunggu penugasan ITC dulu yang freelance gag pernah dapat kalo ke Bali. Dan baru sekarang ke Balinya, dibayarin lagi full transport dari Shanghai, terima kasih banyak Telkom, dan Pak Yudi selaku direktur SDL Telkom Indonesia.

Selama Bootcamp, kita bertiga makin bego-bego aja, we got no expectation to win, we just go to have fun, dan pulang kampung tentunya dibayarin, LPDP cuma bayarin pergi dan pulang sekolah aja, tengah-tengahnya gag ada, untunglah ada SDL Telkom, terima kasih Telkom.

SDL Telkom tahun ini internasional, ada beberapa foreigner yang join. Dan beberapa teman-teman yang sekolah di luar negeri yang join, termasuk tim kami, dan, kebanyakan anak-anak LPDP, jadi kita reunian deh Indonesia aku pasti mengabdi (cuma anak LPDP yang paham, haha). 2 orang bahkan dari PK yang sama dengan saya, wah wah, PK-66 super sekali. Balik lagi deh tentang Network diatas, cuma konteksnya ganti jadi LPDP sekarang, haha.

Berikut video reviewnya (ini yang jadi cover Youtubenya temen setim, Recky Aulia, haha)

SDL are so awesome! Kamu mesti ikutan tahun depan! Jadi saya skip bagian Bootcampnya agar menjadi misteri yang menantangmu agar bisa dapet Bootcampnya. ehh, alesan, haha. Capek bro nulis, ini juga belum mandi, dah mau mandi dulu, ada temen backpacker Indonesia yang main ke Shanghai, beberapa bulan lalu dia main ke Shanghai statusnya pegawai PLN, ketemu saya, saya racuni dengan paham-paham radikal kekiri-kiran, dan September lalu dia resmi ganti statusnya jadi pengangguran yang sekolah di China, dengan beasiswa pemerintah China, gimana caranya, cuma dengan baca ini doang cukup https://ahmadarib.com/s2-yang-indah-itu-ketika-s2-keluar-negeri-barengan-si-dia-gratisan-lagi.html

Dan kemarin barusan nemenin mentor pada saat kita SDL kemarin, kak Aditya, direktur Gamatechno, serius? iye suer, profilnya disini nih kalo gag percaya https://www.gamatechno.com/about/greeting
Kemarin kak Adit transit bentar di Shanghai menuju Kanada, jadi mampir temeni keliling Shanghai dan ngobrol2 santai. Berkat SDL nihhh, sekali lagi terima kasih SDL Telkom (Pak Yudi, saya udah banyak nih Pak promo SDL nya, kalo ntar saya ikut rekrutman Telkom mohon rekomendasinya Pak, haha)

Dan akhir cerita SDL Telkom, kita gag menang, mentok di 10 besar, which is pretty good dengan tim super bego seperti cerita diatas. Dan project Kancatani masih kami lanjutkan mengingat itu bagian dari riset saya juga di SJTU, udah di approve sama supervisor, dan Irfan juga punya agenda sendiri mengingat bakal lama juga di industri agribisnis Purworejo.

Sudah acara SDLnya, saya pulang kampung ke Bengkulu.
Santai dulu di rumah, saya ajak adik saya di Yogya pulang kampung juga dulu, bayarin tiket pesawatnya dari uang transport SDL, Alhamdulilah ada banyak, terima kasih SDL Telkom, berkat SDL Telkom keluarga kami bisa dipertemukan kembali, ciee, hahaha.

Di Bengkulu makan yang banyak, capek makan makanan China.
Makanan Bengkulu enak-enak parah, apalagi makanan rumah, beuhh, the best!
Juga kumpul dengan teman-teman SMA, update kabar, 2 orang udah mau nikah, mantap!
Nonton di bioskop subtitlenya udah bahasa Indonesia lagi, gag pake subtitle Mandarin.

Dan, di tengah-tengah itu semua, pas lagi buka Facebook (yang udah gag diblok lagi, di China diblok tau), ada status dari Ibu Ratna, Monev LPDP, yang lagi di bandara menunggu jenazah alm. Syahrie Anggara, salah satu rekan LPDP yang kuliah di UK dari Bengkulu. Saya bilang kebetulan saya lagi di Bengkulu, kita PM2an, Ibu Ratna request untuk mewakili awardee LPDP mengantar jenazah ke rumah duka. Jadilah saya, ayah dan Ibu menemani dari bandara Fatmawati di kota Bengkulu, hingga ke rumah duka yang berjarak 4 hingga 5 jam naik mobil dengan kondisi jalan yang parah banget menembus jalan tambang batu bara ke rumah duka alamarhum. Disana banyak sekali keluarga almarhum yang berkumpul, teman-temannya, dan guru-guru serta juniornya. Dan saya menemani hingga prosesi penguburan. Kebetulan yang baru saya sadari beberapa waktu kemudian adalah, yang mendampingi almarhum saat mendaki gunung Mont Blac yang membawanya ke akhir hayatnya adalah anak dari China (berkebangsaan China), dan sekarang yang mendampinginya hingga ke penguburannya juga ada satu anak dari China, kebetulan.

Saya sampaikan ucapan duka kepada Ibu dan Ayah almarhum, juga kepada adiknya almarhum. Di rumah duka yang sederhana, di suatu dusun yang jauh di pedalaman sana. Kami pulang tidak lama setelah itu, dan saya pikir-pikir, well, tidak semua dari kami yang berjuang menuntut ilmu pulang dengan kesuksesan yang dibangga-banggakan tulisan lain di internet sana, beberapa pulang dengan berdarah-darah IPKnya (seperti saya), dan bahkan ada juga yang pulang dalam peti mati, literally. Bahwa proses yang sedang kami jalani merupakan perjuangan, dan tidak semua perjuangan berakhir bahagia, nope, this is not a happy story, sorry, you got into the wrong blog.

Sekian tulisan dari saya, udah panjang banget, semoga bisa menjadi pengganti life report yang harusnya ditulis tiap bulan sebelumnya. Semoga bermanfaat, baik mengenai Networking maupun kalau nanti berniat melanjutkan sekolahnya lagi, ingat-ingatlah, bahwa tidak semua perjuangan berakhir bahagia, waspadalah, waspadalah! (whattt, bang Napi? dah meninggal juga kan ya? hmm, kok suasananya jadi mencekam gini, gag papalah, edisi Halloween juga nih ini postingan, hahaha).

Salam pendidikan gratisan!

Seleksi XL Future Leader

Seleksi XL Future Leader, setelah sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai apa itu XL Future Leader, apa saja kegiatan yang kami lakukan. Nah, kali ini saya akan menjelaskan mengenai bagaimana proses seleksi XL Future Leaders itu sendiri, sehinga bagi anda yang berminat, atau ada saudara maupun teman anda yang berminat, dapat segera bersiap-siap, dan mengintip beberapa tips sukses agar aplikasi menjadi XL Future Leader diterima oleh pihak XL, dan berhasil menjadi salah satu XL Future Leader.

Tahapan seleksi XL Future Leader

Website XL Future Leader
Website XL Future Leaders

1. Seleksi Administrasi secara Online

Anda diminta untuk mengisi form pendaftaran secara online yang disediakan oleh XL Axiata melalui website mereka di xlfutureleaders.com, bisa anda cek segera di website tersebut. Beberapa hal yang menjadi poin utama dalam seleksi administrasi ini seperti nilai IPK (minimal 2,8 ya), kemudian tanggal lahir anda (mereka menerima mahasiswa usia 18 sd 21 tahun saja), prestasi akademik dan nonakademik, pengalaman organisasi, data diri, data keluarga, CV anda, dan essay mengapa mereka seharusnya memilih anda. Isilah daftar ini dengan sejujur mungkin, karena mereka juga akan memverifikasikannya secara langsung nanti jika anda lolos ke tahap berikutnya. Dan walaupun jujur, usahakan untuk membuat aplikasi online yang semenarik mungkin, jangan takut jika misalnya prestasi akademik anda tidak terlalu banyak, jangan takut jika anda tidak lancar berbahasa Inggris. Ingatlah bahwa mereka mencari calon pemimpin masa depan, maka tunjukkan kepercayaan diri anda, dan kapabilitas anda selama ini sebagai seorang pemimpin yang sukses. Pengalaman organisasi jelas memiliki pengaruh besar dalam penilaian awal mereka ini. Seleksi administrasi XL Future Leader sudah dimulai sejak Mei hingga Juli, anda sudah bisa mendaftar sekarang secara online. Sekali lagi ingat, usahakan untuk membuat aplikasi semenarik mungkin, akan ada lebih dari 5.000 aplikasi yang masuk ke daftar panitia dari seluruh penjuru Indonesia, dan mereka hanya akan mengundang sekitar 500 sd 600 mahasiswa untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya untuk XL Future Leader.

2. Seleksi Potensi Akademik dan Kepemimpinan

Kalau anda sudah mengenal tes TPA (Tes Potensi Akademik) bagus, tapi mereka memberikan jenis tes yang tingkatannya jauh lebih tinggi dari TPA, yaitu GMAT (General Management Aptitude Test). GMAT kalau yang sering dengar sistem pendidikan luar negeri, merupakan standar internasional untuk mengetahui dan menilai kemampuan akademik seseorang sekaligus kemampuan manajerialnya dalam mengelola tugas, memilih pilihan, dan berbagai hal lainnya. Akan sangat bagus jika anda sedikit mempelajari test GMAT ketika anda telah diberitahukan bahwa anda lolos ke tahapan ini untuk program XL Future Leader, test ini diadakan pada Agustus.

3. Seleksi Kemampuan Bahasa Inggris dan Assessment Camp XL Future Leader

Tes kemampuan bahasa Inggris ya seperti tes bahasa Inggris pada umumnya lah, ada listening dan reading standar. Kalau udah pernah test TOEFL dan TOEIC pasti gag akan dapat masalah untuk mengerjakan soal-soal bahasa Inggris ini. Semuanya banyak ke percakapan sehari-hari kok, tidak banyak gramatical dan hal-hal teoritis seperti test di kampus dan sekolahan dulu. Setelah paper test, juga akan ada presentasi yang dideliver menggunakan bahasa Inggris, mengenai sebuah topik bisnis telekomunikasi. Dan juga akan ada Focus Group Discussion (FGD), FGD merupakan sebuah test untuk menilai kemampuan seseorang dalam berdiskusi, bagaimana cara dia berinteraksi dalam grup, apakah mendominasi, apakah diam, apakah ada inisiatif, apakah egois, apakah macam-macam hal lainnya yang bisa dinilai disini.

Dan yang selanjutnya adalah assessment camp, nah yang ini baru tahun kedua dimunculkan, tahun pertama tidak ada. Jadi menurut penjelasan pihak XL Axiata, Assessment camp ini nantinya akan menilai individu dalam hal ketangkasan belajar dan fleksibilitas, pemikiran analitis dan inovatif, kemampuan berkomunikasi, serta kemepimpinan. Seleksi tahap ketiga XL Future Leader akan diadakan pada September.

4. Seleksi Wawancara Final XL Future Leader

Setelah anda lolos ke tahap ketiga, akan ada wawancara final dengan pihak XL Axiata, tidak banyak sih yang didiskusikan dalam wawancara ini. Mereka hanya akan memastikan kesiapan anda dalam mengikuti program XL Future Leader nantinya, serta bagaimana diri anda yang sebenarnya, menurut penilaian langsung dari pihak XL Axiata. Wawancara final biasanya berjarak hanya satu hari dari seleksi ketiga.

Dan setelah wawancara final, mungkin sekitar satu minggu, akan diumumkan ke 120 mahasiswa terpilih se Indonesia untuk mengikuti program XL Future Leaders, menjadi junior kami nantinya, haha. Bukan main lagi, gag sabar nih lihat siapa saja yang akan menjadi keluarga baru di XL Future Leader, akankah anda menjadi salah satunya ?

 

Ssstt, ikut seleksi XL Future Leaders 4?
Cari nama saya deh Ahmad Arib di pemberi informasinya, pilih dulu Teman XLFL, nanti kalau kamu ada nanya2 seleksi XLFL bakal saya bantuin deh infonya, hehe 😀

Kegiatan XL Future Leader

Banner XL Future Leader di roadshow UI

Xl Future Leader, tuh posting yang pertama udah membahas tentang seluk beluk program XL Future Leader secara formal, kali ini akan saya ceritakan apa saja dalemannya kegiatan XL Future Leader yang telah kami jalani selama, ehm, 4 bulan belakngan ini, dan akan berlanjut sampai 1 tahun kedepan. So setelah proses seleksi yang cukup ribet dan njeliet (baca di posting tentang Seleksi dan Persyaratan program XL Future Leader), alhamdullilah saya di nyatakan lulus oleh tim seleksi XL Axiata. Di bulan desember kami 120 orang XL Future Leader yang pertama dikumpulkan di Jakarta, untuk mengikuti program national conference selama 2 hari di Graha XL, Lingkar Mega Kuningan, Jakarta. Psstt, yang dari luar kota dibayari lho tiket pesawat, ongkos taksi, dan hotel serta akomodasinya selama di Jakarta, kalo kita yang di Jakarta ya tinggal naik motor juga nyampe ke sono, jadi gag di fasilitasi deh, hehe.

Konferensi XL Future Leader

Konferensi Nasional XL Future Leaders
Konferensi Nasional XL Future Leaders

Di national conference ini, kami memiliki berbagai agenda yang cukup padat, mulai dari talkshow bersama CEO XL Axiata yaitu Bapak Hasnul Suhaimi, dan CEO Indosat Alexander Rusli, bersama direktur CSR XL, yakni Ibu Turina Farouk. Bersama-sama, kami tanya jawab mengenai program ini, mengenai bagaimana menjadi future leaders yang tangguh di masa depan, apa saja kualifikasi yang dibutuhkan sebagai seorang pemimpin, dan bagaimana kerasnya kompetisi global dan Indonesia sendiri ketika kami lulus nantinya. Sehingga lahirlah program XL Future Leader, untuk mempersiapkan generasi muda bangsa Indonesia, menjadi pemimpin yang tangguh baik di dalam maupun di luar negeri.

Setelah itu ada moment bagi-bagi fasilitas untuk semua peserta XL Future Leaders (ini lho yang saya ceritakan di postingan pertama). Perkenalan dengan keempat fasilitator yang dipilih secara ketat dan bertugas untuk memfasilitasi kami semua dalam perjalanan kami di program XL Future Leaders ini. Selanjutnya juga ada Chris, dari Cognition International Ltd. yang menyampaikan materi mengenai kurikulum yang digunakan untuk mendidik kami semua. Kemudian malamnya dilanjutkan makan malam di restoran di daerah Kuningan, sambil kami mengakrabkan diri satu dengan yang lainnya, kebetulan tidak satupun dari mereka yang saya kenal, jadi momen ini saya gunakan sebaik mungkin untuk menambah teman-teman baru.

Kelas XL Future Leader

Kelas B.Inggris XL Future Leaders
Kelas B.Inggris XL Future Leaders

Seusai national conference pertama XL Future Leader, kami ada kelas persiapan bahasa Inggris, yang berjalan dengan sangat menyenangkan. Karena ada perpaduan antara belajar secara online melalui platform belajar yang bagus dan unik, serta pertemuan langsung selama 3 hari dengan guru-guru bahasa Inggris terbaik yang pernah saya temui, karena mereka setuju bahwa bahasa Inggris sebaiknya diajarkan untuk penggunaan komunikasi sehari-hari, bukan untuk grammar, pronouncation, teks book, test, dan lain-lain yang diajarkan oleh sekolah formal kita.

Setelah kelas persiapan bahasa Inggris, kami ada workshop sekitar 2 bulan sekali, dalam kelompok kecil yang sebelumnya telah dipilihkan untuk kami. Yakni ada Jakarta 1, Jakarta 2 (kelompok saya), Jakarta 3 (untuk siswa luar daerah), Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung. Setiap workshop selalu menggunakan hari Sabtu dan Minggu, sehingga sama sekali tidak mengganggu jadwal kuliah. Kalau kami lokasinya di Graha XL Kuningan.

Tingkah Chis, di XL Future Leaders
Tingkah Chis, di XL Future Leaders

Setiap workshop yang berlangsung selama 2 hari ini, selalu ada hal-hal baru, mengasikkan, dan heboh yang terjadi di kelas. Karena walaupun kami membahas materi yang cukup sulit, dan dengan penyampaian fasilitator yang sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris, namun kami melakukannya dengan enjoy, dan selalu saja ada kekonyolan-kekonyolan yang terjadi dan dilakukan oleh teman-teman saya, bahkan fasilitator kami sendiri, sehingga suasana kelas selalu asik dan nyaman.

Banner XL Future Leader di roadshow UI
Banner XL Future Leader di roadshow UI

Dan yang baru-baru ini kami lakukan, adalah XL Future Leaders Talent, yakni perwakilan terpilih dari 120 orang kami menjadi Icon untuk promosi XL Future Leaders batch kedua. Yakni iklan-iklan di televisi, poster yang ditepel di kampus-kampus, banner-banner yang ada di saat roadshow kampus, serta iklan di berbagai media cetak.

Networking XL Future Leader

Satu hal yang saya dapatkan, selain materi yang luar biasa hebat, adalah teman-teman luar biasa dari berbagai kampus di Indonesia, dan berkenalan dengan mereka sungguh sebuah menambah informasi dan networking yang sangat berharga. Dari salah satu teman di XL Future Leader ini saja saya bisa bergabung ke komunitas business leader yang lainnya, dengan kapasitas yang sama baiknya seperti XL Future Leader.

Sehingga saya sekarang memahami, perkataan Pak Hasnul Suhaimi dahulu dan sampai sekarang terus diucapkannya, “saya membayangkan akan ada ratusan future leaders yang semuanya merupakan teman akrab pada saat mereka masih mahasiswa dahulu, duduk di meja makan konferensi ekonomi internasional, bertemu di event bisnis, menjalin kerjasama bisnis, kerjasama antar negara, dan bersama-sama mereka melakukan perubahan untuk kondisi Indonesia yang lebih baik.

Tim Jakarta 2 XL Future Leader
Tim Jakarta 2 XL Future Leader

Karena memang menurut saya, pada saat dewasa nanti, tidak ada lagi pertemanan yang tulus, tidak ada lagi perjuangan meraih cita-cita bersama, tidak ada lagi tawa canda di saat bagaimanapun juga, dan tiada lagi solidaritas layaknya saudara sendiri, hal-hal tersebut dibangun pada saat sebelum dewasa. Sehingga program seperti ini menjadi penyedia networking yang sangat bagus, bagi future leaders Indonesia, dengan program XL Future Leader.

XL Future Leader

Poster XL Future Leaders

XL Future Leader, nah lu, program apaan tuh bro? Kebetulan lagi heboh-hebohnya nih generasi muda Indonesia dengan program keren dari XL Axiata ini, so saya coba angkat tema ini dulu, tema mengenang masa lalu saya dipending dulu deh, hehe. XL Future Leaders merupakan program CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan XL Axiata Tbk. yang bertujuan untuk melatih dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan 120 orang mahasiswa calon pemimpin terpilih dari seluruh Indonesia, disaring melalui seleksi yang sangat ketat.

Program XL Future Leader

Poster XL Future Leader
Poster XL Future Leaders

Kebetulan saya adalah peserta terpilih XL Future Leaders yang pertama, so sedikit banyak bisa sharing apa saja yang ditawarkan oleh XL melalui program ini, dan apa saja benefit yang bisa anda dapatkan, seandainya anda nanti terpilih untuk mengikuti program XL Future Leader ini. Nah coba lihat poster disebelah dulu deh, haha, ada foto sayanya. Tuh yang megang laptop, yang berdiri di tengah agak ke kanan. Beruntunglah kemarin menjadi salah satu icon XL Future Leader untuk regional Jakarta, sehingga untuk poster, banner, spanduk dan media promosi lainnya ada penampakan saya, hehe.

Oke, lanjut lagi ke topik pembahasan utama. Hal terpenting dalam Xl Future Leader adalah aspek pendidikan, mereka mengontrak Cognition Ltd. International, perusahaan pendidikan kelas dunia, untuk merancang pendidikan pemimpin masa depan yang sesuai buat kami, itu bule yang di tengah namanya Chris, dia project officer XL Future Leader dari Cognition.

Apa saja pendidikan sebagai persiapan pemimpin masa depan yang akan kamu dapatkan ?

Kurikulum XL Future Leader

Komunikasi Efektif XL Future Leader
Komunikasi Efektif XL Future Leaders

1. Kemunikasi Efektif

Jelas jadi pemimpin wajib bisa komunikasi yang efektif dong, apalagi pemimpin masa depan, future leaders. Disini akan diajarkan bagaimana metode komunikasi yang singkat, efektif dan efesien, karena pemimpin masa depan itu gag punya banyak waktu, sehingga komunikasinya harus seefektif mungkin, baik kepada krunya, maupun kepada relasinya. Bahasa tubuh juga merupakan aspek yang sangat diperhatikan dan dilatih di XL Future Leader ini. Kemampuan presentasi di depan kelas, menyampaikan pendapat, berdebat, berpikir dan menjelaskan secara spontan, kemampuan menulis, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, menjadi aspek-aspek komunikasi yang tak lepas dari perhatian program XL Future Leader.

2. Entrepreneurships dan Inovasi

Anda gag mau jadi pengusaha? Gag perlu jiwa entrepreneur, wish, nanti dulu, jadi apapun anda nantinya, jiwa sebagai entrepreneur itu sangat dibutuhkan lho jika ingin menjadi seorang pemimpin. Seperti berpikir dan memecahkan masalah secara kreatif dan jitu, memahami kebutuhan masyarakat/orang lain, jeli melihat peluang yang ada, mampu menyusun rencana strategis dan menjalankannya step by step untuk mencapai target yang realistis. Jadi pemimpin di bidang apapun anda nantinya, jelas jiwa entrepreneurships merupakan aspek yang sangat penting, dan inipun diberikan di XL Future Leaders.

3. Mengelola Perubahan

Pemimpin yang super harus mampu mengelola perubahan, baik atas dirinya sendiri, maupun tim dan lingkungannya. Karena pemimpin merupakan posisi untuk merubah suatu hal, ke arah dan keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Pemimpin harus memiliki cita-cita yang realistis, mampu menilai kemampuan diri sendiri, dan mengambil tantangan sesuai dengan kapabilitas pribadi. Memiliki rasa tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Serta teguh dan pantang berhenti untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan, inilah kemampuan mengelola perubahan yang diasah di program XL Future Leader.

Fasilitas XL Future Leader

3 hal diatas merupakan poin-poin utama dalam program XL Future Leader, yang secara nyata dibuat program dan kurikulumnya oleh Cognition team, dan disampaikan kepada peserta oleh 4 orang fasilitator luar biasa yang menangani kami semua.Dan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar kami ini, XL Future Leader program menyediakan beberapa fasilitas yang menurut saya (anak kampung) sangat wah sekali. Diantaranya Laptop yang saya gunakan untuk menulis blog dan mengerjakan berbagai tugas kampus ini, yakni Lenovo Thinkpad Edge seri bla bla bla, gag ingat serinya apaan, terima beres aja dikasih, haha. Kemudian Smartphone HTC Sensation XE, wihhh, gilaa bro, ini smartphone keren banget, saya yang awalnya modal hape nokia 1200 hitam putih klasik bin jadul benar-benar terpesona ketika mereka ngasih smartphone ini, full layar sentuh semua, 4,3 inch (kalo gag salah lho ya, saya kan bukan orang counter hape), kamera 8 MP, memori gede, tipis dan handy banget megangnya, layar Gorilla Glass, yang kata iklan bisa buat alas ngiris sayur, kualitas foto dan videonya keren abis, internet super ngebut, main game gag pake lalod, gag pake crash, gag pake lama, nonton multimedia juga asik, dan sound sistemnya itu lho bro, beeuhhh, make Beats Audio, berasa banget dengerin musik kesukaan saya di smartphone ini. Eits, masih ada lagi fasilitasnya, yaitu modem, haha, standar ya, yang mengejutkan adalah mereka memberikan kartu XL sebanyak 2 buah, satu untuk smartphone dan satunya lagi buat modem, dan tahukah anda bahwa XL mentop up pulsa setiap nomor sebesar 100.000,- rupiah per bulan, jadi total yang saya terima pulsa XL sebesar 200.000,- rupiah per bulan, hahaha, mantap banget kan program XL Future Leader ini, Info lebih lanjut, baca postingan selanjutnya di bawah ini yang masih berkaitan dengan XL Future Leader.