Mengejar Ketinggalan Ranking Dunia dengan E-Learning

Banner Lomba Blog Pendidikan XL

Berdasarkan test Programme for International Student Assessment (PISA) 2012 yang dilaksanakan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), Indonesia menempati peringkat 64 dari 65 negara peserta test. Dengan nilai rata-rata yang sedikit lebih baik di atas Peru, juru kunci di PISA 2012.

PISA melaksanakan test yang terdiri dari 3 bagian utama, Matematika, Membaca dan Sains. Semua pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia dan disesuaikan alih bahasa dan kontekstual budayanya, dengan tingkat kesulitan yang sama di seluruh dunia. Test ini diberikan kepada anak berusia 15 tahun secara , atau di kisaran 3 SMP dan 1 SMA untuk jenjang pendidikan Indonesia. PISA memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berelasi dengan kehidupan sehari-hari, seperti pertanyaan berikut:

Chris baru saja memiliki SIM Mobil dan ingin membeli mobil, berikut ini daftar detail mobil yang dia lihat di dealer terdekat.

Contoh Soal Matematika PISA 2012
Contoh Soal Matematika PISA 2012

Pertanyaan, Mobil manakah dengan kapasitas mesin terkecil?

Soal diatas adalah soal Matematika PISA level tiga, jika mengacu kepada hasil PISA Indonesia, ternyata lebih dari 75% siswa berusia 15 tahun di Indonesia tidak dapat menjawabnya, mereka tidak tahu kapasitas mesin mana yang terkecil dari keempat mobil tersebut, mereka tidak menyadari bahwa 1,783 merupakan angka terkecil. Jika melihat hasil PISA siswa Indonesia, dengan rata-rata skor Matematika 375, rata-rata skor untuk Sains 382, dan rata-rata skor Membaca 396. Padahal, rata-rata skor OECD secara berurutan adalah 494, 501, dan 496. Jelas hasil ini mengecewakan, juga sekaligus menyedihkan, mengingat beberapa fakta berikut:

– Jumlah guru di Indonesia sekitar 2,92jt orang.
– Rasio “Guru : Murid” di Indonesia termasuk yg tertinggi 1: 14. Padahal di Jepang saja rasionya 1: 32, Korea Selatan dan Inggris rasionya 1: 30, dan secara internasional rasionya 1: 32.
– Gaji guru PNS juga sekarang cukup besar, dengan adanya tunjangan dan sertifikasi.
– 20% APBN dialokasikan untuk pendidikan.

Perbandingan Hasil PISA Negara Lain di Dunia
Perbandingan Hasil PISA Negara Lain di Dunia

Jelas ada yang salah dengan sistem pendidikan Indonesia, hal ini dikonfirmasi oleh laporan yang diterbitkan oleh Firma Pendidikan Pearson Internasional, yang menempatkan sistem pendidikan Indonesia di peringkat terbawah, bersama dengan Meksiko dan Brazil. Hasil ini terlihat tidak jauh berbeda dengan PISA 2012. Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa Sistem Pendidikan yang buruk, akan menghasilkan siswa dengan performa akademis yang buruk juga. Terlihat bahwa sistem pendidikan Indonesia masih menekankan kepada kemampuan yang sudah kadaluarsa seperti menghapal, menghitung ruwet, dan mencongak, sementara dunia memerlukan murid yang mampu berpikir aplikatif untuk pemecahan masalah sehari-hari, dengan cepat dan akurat, menggunakan berbagai kemudahan teknologi.

Lantas siapa yang seharusnya memperbaiki ini? Jelas pemerintah, namun apakah guru, murid, dan semua pihak yang peduli terhadap pendidikan lantas diam saja menunggu perbaikan sistem oleh pemerintah?

Jelas tidak, harus ada yang kita lakukan sejak saat ini, baik anda maupun saya memiliki peran untuk memperbaiki bangsa ini, demi kemajuan bangsa ke depannya. Karena masa depan terletak di tangan generasi muda, dan bagaimana ketika generasi muda terpuruk pendidikannya, kalah saing dengan negara-negara tetangga, dan mereka juga tidak sadar bahwa mereka menjadi salah satu yang paling tertinggal, bagaimana masa depan negara ini?

Solusi yang terdekat dan paling memungkinkan untuk dilakukan adalah mengubah proses belajar mengajar itu sendiri. baik dari sisi murid maupun guru. Yaitu mulai mengembangkan metode pembelajaran secara E-Learning sebagai pelengkap proses belajar di kelas, dengan mengintegrasikan teknologi internet dengan pendidikan. Karena inilah cara paling up to date dan paling mampu mengembangkan potensi belajar siswa untuk mengejar ketinggalan mereka di kancah internasional.

E-Learning untuk Murid dan Guru
E-Learning untuk Murid dan Guru

Mari kita bahas E-Learning untuk kedua pihak, yang pertama adalah E-Learning untuk murid.

Murid sebagai individu muda yang terlahir di era digital, tentu akrab dengan teknologi internet beserta semua hal yang ada di dalamnya. Murid diharapkan mampu melakukan self learning dengan begitu banyak kemudahan yang ditawarkan internet. Seperti menelusuri kamus digital Wikipedia, mencari informasi secara mendalam dengan Google, mengetahui bagaimana suatu organ tubuh bekerja dengan melihat video Youtube, serta mengetahui perkembangan IPTEK dunia melalui berbagai website teknologi, belajar bahasa Inggris dengan memainkan game interaktif, membaca literatur asing dengan bantuan Google Translate, dan begitu banyak pembelajaran bentuk lain yang dapat dilakukan oleh murid melalui internet. Akses internet juga semakin mudah dan murah dewasa ini, yakni melalui media handphone dan smartphone yang dimiliki oleh siswa.

Kemudian E-Learning untuk Guru.

Guru perlu mengejar ketinggalan era untuk menggunakan teknologi dalam pembelajaran aplikatif kepada muridnya, setidaknya guru mampu mengoperasikan komputer, sehingga dapat menjelaskan sistem biologi manusia melalui video Youtube yang menarik kepada anak didik, kemudian menulis blog mengenai materi ajar, mengajarkan kepada muridnya bagaimana menggunakan internet untuk menemukan sumber ajar yang bagus, menggunakan social media untuk berkomunikasi dengan siswa, serta berbagai hal lainnya.

Vendor E-Learning, Media Digital dan Conference

Hadirnya E-Learning tidak lepas dari partisipasi vendor yang mampu memberikan media dua arah agar siswa dan guru dapat berinteraksi secara real-time dalam dunia maya, untuk kepentingan pendidikan. Contohnya Google, mereka memberikan satu paket Google Apps for Education (GAFE) yang mengintegrasikan layanan pendidikan bagi guru dan murid dalam satu paket email terpadu. GAFE ditawarkan secara cuma-cuma untuk semua Universitas dan lembaga pendidikan yang ingin menggunakannya. Contoh penggunaannya adalah seperti pemanfaatan GDocs untuk mendiskusikan paper makalah dan proposal, satu kelompok bisa melihat dokumen yang sama, kemudian saling komentar dan diskusi di kolom chat, serta langsung mengedit, menambahkan, mengurangi dokumen tersebut, dan hal tersebut langsung dilihat oleh semua anggota kelompok.

Selain itu juga dikenal konferensi jarak jauh, baik menggunakan telepon maupun layanan internet seperti Skype, YM, maupun Google Hangout. Dengan konferensi kelompok, murid bisa mendiskusikan hal penting dengan guru walau berjarak ribuan kilometer. Dengan hal ini pula, murid bisa memiliki banyak guru dari berbagai lokasi, bahkan luar negeri.

Adanya inisiatif dari Vendor dan Korporasi tentunya sangat diharapkan untuk pengembangan hal-hal diatas, dan hal-hal tersebut ternyata telah dilakukan oleh berbagai perusahaan, seperti Google yang menawarkan GAFE kepada setiap universitas di Indonesia, Microsoft dengan program pendidikannya, serta XL Axiata yang memberikan program XL Future Leaders yang memadukan pembelajaran tatap muka dengan E-Learning dari GAFE, video edukasi, tugas online, teleconference, mentoring dan konsultasi via telepon/Skype, dengan guru dan murid yang terpisah pulau, sehingga memberikan manfaat edukasi maksimal kepada setiap murid untuk pengembangan dirinya.

Harapan kedepannya adalah, murid mampu menjalankan perannya sebagai self learner yang tidak mesti selalu disuapi materi, guru yang melek teknologi dan internet, serta lebih banyak vendor dan perusahaan yang ambil bagian di bidang edukasi secara digital. Sehingga kita bisa menatap dengan optimis masa depan Indonesia, sebagai bangsa yang cerdas dan berdaya saing tinggi.

Banner Lomba Blog Pendidikan XL
Banner Lomba Blog Pendidikan XL

Sharing Pak Hasnul Suhaimi, CEO XL, Part 2

Presentasi Pak Hasnul Suhaimi 4

Sesuai janji saya, karena saya adalah orang yang menepati janji, kali ini saya akan menceritakan lanjutan dari pertemuan antara kami dengan Pak Hasnul Suhaimi, di ruang meeting CEO Xl Axiata. Pak Hasnul Suhaimi juga membagikan beberapa cerita pertarungan sengit yang terjadi di ranah telekomunikasi antara XL dan provider lainnya beberapa tahun yang lalu.

Dia menceritakan bahwa untuk menyerang, diperlukan beberapa strategi khusus, diantaranya Frontal Attack, yakni serangan marketing secara langsung, seperti yang dilakukan oleh Mie Sedap terhadap dominasi Indomie. Kemudian ada juga Flanking Attack, yaitu menyerang kompetitor di daerah kelemahannya.  Ada juga Encirclement Attack, yaitu mengepung kompetitor di suatu wilayah persaingan bisnis. Ada juga Bypass, yakni menguasai teknologi selangkah di depan kompetitor. Dan yang terakhir ada Guerilla attack, yaitu menyerang lawan sedikit demi sedikit.

Namun ada satu hal lainnya, yang seringkali dilupakan oleh para pemimpin bisnis, yaitu cracking zone. Hal ini diaplikasikan beliau ketika pertama kali menjabat sebagai CEO XL Axiata, Pak Hasnul Suhaimi yang pada saat itu dikontrak selama 3 tahun oleh shareholder, memiliki visi untuk menjadikan XL perusahaan telekomunikasi nomor 2 di Indonesia, setelah sekian tahun hanya di posisi 3 saja.

Strategi Pak Hasnul Suhaimi

Presentasi Pak Hasnul Suhaimi 3
Presentasi Pak Hasnul Suhaimi

Bagaimana caranya, dengan membanting harga telponan di Indonesia pada tahun 2008, yang biasanya 1.000 rupiah permenit, menjadi 100 rupiah/menit. Harga diturunkan 90% nya, dan dia minta kepada tim-nya agar revenue bisa naik, traffic melonjak, dan profitpun bisa didongkrak. Jelas tim-nya kaget, dan berkata

“Wah, gag bisa begini Pak, gimana caranya ?”

“Lah, saya gag tahu, saya mau harganya turun 90%, tapi profit kita naik 2x lipat.”

Serempak kita yang diruangan ketawa sejadi-jadinya, ya iyalah, bos nya begini, ada-ada aja Pak Hasnul ini. Namun dengan diskusi yang solid, serta tim kuat yang dibentuknya, selama beberapa minggu akhirnya didapatkan cara yang jitu. Sebuah terobosan otentik untuk mengalahkan kompetisi harga. Sehingga dikeluarkanlah program XL nelpon 1 rupiah/detik, dengan iklannya yang sangat bombastis. Dengan promo setelah 2 menit pertama dengan harga normal. Karena mengapa? Saat itu masyarakat Indonesia rata-rata cuma nelpon 57 detik/telepon, karena biaya nelpon yang sangat mahal, sehingga perlu untuk mengubah habit masyarakat untuk menelpon lebih lama, dan harga bisa menjadi lebih murah.

Promosi oleh Tim Pak Hasnul Suhaimi

Presentasi Pak Hasnul Suhaimi 4
Presentasi Pak Hasnul Suhaimi

Tim advertising pun segera memberikan draft poster dan iklan yang akan dikeluarkan ke seluruh Indonesia untuk promosi besar-besaran ini. Dan sebelum diluncurkan, dibawa dulu ke Pak Hasnul Suhaimi untuk diperiksa. Kata Pak Hasnul.

“Nggak beres pikiranmu ngeluarin poster kayak gini?”

“Lho, kenapa Pak?”

“Satu, itu kata termurah gimana bisa coba? Kita bukan yang termurah di Indonesia saat ini. Dua, itu 1 rupiah/detik kan setelah 2 menit pertama, informasi tentang itu dimana coba?”

“Itu ada Pak, tulisan di kotak bawahnya.”

“Tulisan kecil ini? waduh, terus ini gambar cewe nya gag bisa diganti apa, ini bahaya sekali masang gambar poster wanita seperti ini.” Jelas saja, waktu itu sudah H-14 menuju pembukaan bulan Ramadhan, jelas Pak Hasnul paham bahaya apa yang akan muncul kedepannya.
namun jawaban kepala marketingnya sungguh mengejutkan.

“Ya sudah beginilah adanya Pak, kalau bapak nggak mau ya kita nggak usah pasang.” Pak Hasnul bilang kepada kami, berani juga ya timnya yang satu ini, maka mau tak mau diapun mengalah juga.

“Baiklah, kalau kita pasang, resikonya apa saja?”

“Kena tegur Pak, kena demo FPI, dan kena denda.”
“Okelah kena tegur dan didemo, sudah biasa saya. Kalau dendanya kira-kira berapa?”

“Satu milyar Pak.”

“Oh, gag papa, lanjutkan saja.”
Maka proyek promosi inipun dilanjutkan, dan hasilnya benar-benar spektakuler, sekaligus juga mendatangkan resiko-resiko yang sudah disebutkan oleh tim Pak Hasnul, meski demikian, sebagai seorang pemimpin perusahaan, Pak Hasnul berkata bahwa kita harus berani mengambil resiko yang sudah diperhitungkan, jangan takut menghadapi masalah. Respon pasar, jelas terkejut, namun mulai mengambil XL sebagai pilihan nelpon yang utama.

Bagaimana tanggapan kompetitor saat itu Pak Hasnul? Tanya kami. Ya 3 bulan awal mereka bilang, ah, gag mikir itu si Hasnul, liat aja nanti gag jalan itu strateginya. 6 bulan berjalan, mereka biarkan saja, toh sebentar lagi juga budget iklan mereka akan habis sia-sia. 1 tahun berjalan, traffic XL melonjak tajam, profit melejit, subscriber berkali-kali lipat, jelas kompetitor kalang kabut, dan mengeluarkan perlawanan seperti gambar berikut.

Reaksi Kompetitor oleh Aksi Pak Hasnul Suhaimi

Presentasi Pak Hasnul Suhaimi 5

Presentasi Pak Hasnul Suhaimi

 

 

Saat kita keluarkan 1 rupiah/detik, mereka bikin 0,5 rupiah/detik. Gag mau kalah XL, bikin program 0,1 rupiah/detik. Dihantam kompetitor dengan program 0,01 rupiah/detik. Panas, XL keluarkan program 0,0000000000000…..1 rupiah/detik, satu baris penuh, dengan kata-kata “dijamin” termurah. Eh, ditimpali lagi dengan kompetitor bikin 0,000….1 nol-nya ada 3 baris, dan ada pula tambahan kata-kata, “dijamin pasti” termurah. XL putar haluan, buat iklan baru denan tagline 600 rupiah sampai puasssssssss. Haha, gag berhenti-berhenti kami di ruangan tertawa dengan penjelasan Pak Hasnul Suhaimi mengenai reaksi kompetitor ini, dan bagaimana cara XL menghadapinya. Dan pada akirnya, Pak Hasnul berhasil menempatkan XL di posisi kedua setelah 4 tahun menjadi CEO, meningkatkan subscriber sebanyak 4 kali lipat, Revenue melejit 3 kali lipat, total traffik naik gila-gilaan menjadi 30 kali lipat, net profit naik 4 kali lipat, dengan jumlah pekerja yang tetap sama, tanpa ada penambahan maupun pengurangan, sehingga bisa dikatakan efesiensi pekerja meningkat drastis. Sungguh pencapaian hebat yang diperoleh oleh Pak Hasnul Suhaimi, telah membawa XL Axiata menjadi perusahaan telekomunikasi nomor 2 di Indonesia, dengan kapitalisasi pasar mencapai 20 persen lebih. Dan beliau terus melakukan inovasi, rencana strategi marketing baru, serta planning besar lainnya yang akan kita lihat dalam tahun-tahun mendatang, mari berikan applause meriah untuk Pak Hasnul Suhaimi, CEO XL Axiata Tbk.

Sharing Pengalaman Pak Hasnul Suhaimi, CEO Xl Axiata Tbk

CEO Meeting bareng Pak Hasnul Suhaimi
CEO Meeting bareng Pak Hasnul Suhaimi
CEO Meeting bareng Pak Hasnul Suhaimi

Setelah sharing tentang kegiatan XL Future Leaders dari XL Axiata, saya rasa ada baiknya jika saya memperkenalkan sosok hebat pemilik ide brilian tersebut, yakni Pak Hasnul Suhaimi, CEO XL Axiata Tbk sejak 2006 yang lalu. Pak Hasnul Suhaimi sudah sharing di depan saya sebanyak 3 kali, yang pertama adalah di national gathering XL Future Leaders pertama, di Graha XL, bersama dengan 120 XL Future Leaders lainnya. Yang kedua di Pusat Studi Bahasa Jepang, Universitas Indonesia, pada saat roadshow XL Future Leaders ke UI. Dan yang ketiga inilah yang paling berkesan, sharing secara ekskusif kepada 19 mahasiswa anggota StudentsXCEOs (organisasi future busines leaders, dimana saya member terpilihnya) chapter Jakarta dan Bandung, di ruangan meeting CEO Office, lantai 8, Menara Prima.

Pada 2 pertemuan sebelumnya, dia tidak pernah bicara secara sendiri dan eksklusif, selalu ditemani orang lain (pertemuan pertama bersama CEO Indosat, Alexander Rusli, pertemuan kedua bersama kang Goris, entrepreneur muda sukses) dan durasi yang sangat singkat, tidak sampai 1 jam. Namun pada saat sharing eksklusif kali ini, beliau sendirian sharing, dari jam 2 siang sampai jam setengah 6, wow, 3 setengah jam kami bersama belajar dan sharing mengenai CEO, mengenai XL Axiata, mengenai bagaimana menjadi seorang CEO perusahaan, dan sharing pengalamannya selama menjadi CEO. Berikut ini beberapa ringkasan dari sharing kami yang luar biasa itu.

Bermula dari Kecil, Ciptakan yang Lebih Besar, by Hasnul Suhaimi

Setiap orang, pasti memiliki satu cerita sukses di masa kecil mereka, kesuksesan kecil inilah yang perlu untuk diingat, bahwa kita merupakan pribadi yang hebat, bahkan sejak kanak-kanak. Dan dari kesuksesan kecil ini, kita memperbaiki diri, mendapatkan kesuksesan yang lebih tinggi, kemudian evaluasi dan meningkatkan kapabilitas diri, sehingga mencapai kesuksesan lagi, begitu seterusnya. Seperti kisah pada Pak Hasnul yang menjadi juara pidato saat Sekolah Dasar, yang menjadikannya menyadari kemampuan hebat yang dimilikinya.

Pak Hasnul berkata, Globalisasi telah membawa perubahan besar pada lingkup kepemimpinan bisnis di Indonesia. Pada saat jaman dia dahulu, saingannya masih orang-orang Indonesia, belum banyak expatriat yang masuk dan bekerja di Indonesia. Namun saat ini, pada saat kami nanti dewasa dan siap menjadi pemimpin bisnis, saingan kami bukan hanya orang-orang Indonesia, tetapi Eropa, Afrika, terutama China dan India. Mereka memiliki kapabilitas yang luar biasa, kecerdasan yang tinggi, kemampuan komunikasi bagus, pemahaman bisnis yang hebat. Namun kita sebagai orang Indonesia tetap memiliki kelebihan yang tidak mereka miliki, yaitu pemahaman atas market Indonesia. Kita tahu bagaimana kultur budaya orang Indonesia, kita tahu bagaimana bekerjasama dengan orang-orang Indonesia, serta kita tahu dengan jelas bagaimana menjual kepada orang-orang Indonesia.

Diamond utama Korporasi, by Hasnul Suhaimi

Presentasi Pak Hasnul Suhaimi
Presentasi Pak Hasnul Suhaimi

Menurut penjelasan Pak Hasnul, kegiatan utama sebuah korporasi bisa digambarkan sebagai diamond di samping, terdapat 4 komponen, yaitu Marketing, Human Relation, Finance, dan Operation. Untuk menjadi seorang CEO, setidaknya harus sudah masuk ke dalam 3 dari 4 bagian diamond ini. Sehingga pada saat memimpin perusahaan nanti, seorang CEO dapat memiliki pandangan helikopter yang total dan menyeluruh mengenai suatu masalah korporat. Pak Hasnul Suhaimi menyatakan bahwa dia memulai karirnya dari diamond Operation, sebagai lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung, pekerjaan pertamanya adalah sebagai tukang solder di perusahaan pertambangan bernama Schlumberger. Kemudian memutuskan untuk pindah ke Indosat sebagai teknisi tower Indosat.

Suatu ketika, dia menceritakan bahwa dia dan timnya baru saja melakukan tugas berat yang membuatnya bergadang selama 3 bulan penuh, waktu itu Indosat ingin memperluas jangkauan BTS-nya dalam waktu yang singkat. Ketika pekerjaan tersebut selesai, Pak Hasnul menghadap ke rapat direksi, dan melaporkan kepada atasannya. Sang atasan mengucapkan terima kasih dan meminta direksi yang lain untuk bertepuk tangan atas kerja keras tim teknis oprasional. Setelah itu atasan tersebut kembali membahas mengenai marketing dan sales. Betapa panasnya hati Pak Hasnul, merasa tidak dihargai, merasa kerja kerasnya hanya dipandang sebelah mata saja oleh pimpinannya.

Sehingga dia kemudian menemui seorang temannya yang merupakan konsultan bisnis, dia menyarankan Pak Hasnul untuk pindah ke diamond lainnya, dan menyarankan Pak Hasnul untuk mengambil MBA, maka Pak Hasnulpun mengambil MBAnya di Universitas Hawaii, Amerika Serikat. Setelah lulus, beliau masuk ke diamond marketing, beberapa tahun berselang beliau masuk ke diamond finance, tak lama setelah itu beliau menjabat direktur Utama Indosat dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2006. Dan sejak 2006 sampai dengan saat ini menjadi CEO di XL Axiata.

8 Disciplines of Excellence, by Hasnul Suhaimi

Presentasi Pak Hasnul Suhaimi 2
Presentasi Pak Hasnul Suhaimi 2

Dari keempat diamond utama, bisa dijabarkan 8 disciplines of excellence untuk menjadi excellence leader, yang pertama Brand haruslah dipercayai, yang kedua produk harus relevan, ketiga profit yang real, keempat investasi haruslah cerdas, kelima eksekusi yang dijalankan, keenam sistem yang simple, ketujuh teamwork harus saling membantu, dan kedelapan motivasi untuk menyemangati. Mungkin akan saya lanjutkan lagi di postingan berikutnya mengenai sharing dari Pak Hasnul Suhaimi, maklum, sudah malam banget nih nulisnyanya, hehe.

Seleksi XL Future Leader

Seleksi XL Future Leader, setelah sebelumnya saya sudah menjelaskan mengenai apa itu XL Future Leader, apa saja kegiatan yang kami lakukan. Nah, kali ini saya akan menjelaskan mengenai bagaimana proses seleksi XL Future Leaders itu sendiri, sehinga bagi anda yang berminat, atau ada saudara maupun teman anda yang berminat, dapat segera bersiap-siap, dan mengintip beberapa tips sukses agar aplikasi menjadi XL Future Leader diterima oleh pihak XL, dan berhasil menjadi salah satu XL Future Leader.

Tahapan seleksi XL Future Leader

Website XL Future Leader
Website XL Future Leaders

1. Seleksi Administrasi secara Online

Anda diminta untuk mengisi form pendaftaran secara online yang disediakan oleh XL Axiata melalui website mereka di xlfutureleaders.com, bisa anda cek segera di website tersebut. Beberapa hal yang menjadi poin utama dalam seleksi administrasi ini seperti nilai IPK (minimal 2,8 ya), kemudian tanggal lahir anda (mereka menerima mahasiswa usia 18 sd 21 tahun saja), prestasi akademik dan nonakademik, pengalaman organisasi, data diri, data keluarga, CV anda, dan essay mengapa mereka seharusnya memilih anda. Isilah daftar ini dengan sejujur mungkin, karena mereka juga akan memverifikasikannya secara langsung nanti jika anda lolos ke tahap berikutnya. Dan walaupun jujur, usahakan untuk membuat aplikasi online yang semenarik mungkin, jangan takut jika misalnya prestasi akademik anda tidak terlalu banyak, jangan takut jika anda tidak lancar berbahasa Inggris. Ingatlah bahwa mereka mencari calon pemimpin masa depan, maka tunjukkan kepercayaan diri anda, dan kapabilitas anda selama ini sebagai seorang pemimpin yang sukses. Pengalaman organisasi jelas memiliki pengaruh besar dalam penilaian awal mereka ini. Seleksi administrasi XL Future Leader sudah dimulai sejak Mei hingga Juli, anda sudah bisa mendaftar sekarang secara online. Sekali lagi ingat, usahakan untuk membuat aplikasi semenarik mungkin, akan ada lebih dari 5.000 aplikasi yang masuk ke daftar panitia dari seluruh penjuru Indonesia, dan mereka hanya akan mengundang sekitar 500 sd 600 mahasiswa untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya untuk XL Future Leader.

2. Seleksi Potensi Akademik dan Kepemimpinan

Kalau anda sudah mengenal tes TPA (Tes Potensi Akademik) bagus, tapi mereka memberikan jenis tes yang tingkatannya jauh lebih tinggi dari TPA, yaitu GMAT (General Management Aptitude Test). GMAT kalau yang sering dengar sistem pendidikan luar negeri, merupakan standar internasional untuk mengetahui dan menilai kemampuan akademik seseorang sekaligus kemampuan manajerialnya dalam mengelola tugas, memilih pilihan, dan berbagai hal lainnya. Akan sangat bagus jika anda sedikit mempelajari test GMAT ketika anda telah diberitahukan bahwa anda lolos ke tahapan ini untuk program XL Future Leader, test ini diadakan pada Agustus.

3. Seleksi Kemampuan Bahasa Inggris dan Assessment Camp XL Future Leader

Tes kemampuan bahasa Inggris ya seperti tes bahasa Inggris pada umumnya lah, ada listening dan reading standar. Kalau udah pernah test TOEFL dan TOEIC pasti gag akan dapat masalah untuk mengerjakan soal-soal bahasa Inggris ini. Semuanya banyak ke percakapan sehari-hari kok, tidak banyak gramatical dan hal-hal teoritis seperti test di kampus dan sekolahan dulu. Setelah paper test, juga akan ada presentasi yang dideliver menggunakan bahasa Inggris, mengenai sebuah topik bisnis telekomunikasi. Dan juga akan ada Focus Group Discussion (FGD), FGD merupakan sebuah test untuk menilai kemampuan seseorang dalam berdiskusi, bagaimana cara dia berinteraksi dalam grup, apakah mendominasi, apakah diam, apakah ada inisiatif, apakah egois, apakah macam-macam hal lainnya yang bisa dinilai disini.

Dan yang selanjutnya adalah assessment camp, nah yang ini baru tahun kedua dimunculkan, tahun pertama tidak ada. Jadi menurut penjelasan pihak XL Axiata, Assessment camp ini nantinya akan menilai individu dalam hal ketangkasan belajar dan fleksibilitas, pemikiran analitis dan inovatif, kemampuan berkomunikasi, serta kemepimpinan. Seleksi tahap ketiga XL Future Leader akan diadakan pada September.

4. Seleksi Wawancara Final XL Future Leader

Setelah anda lolos ke tahap ketiga, akan ada wawancara final dengan pihak XL Axiata, tidak banyak sih yang didiskusikan dalam wawancara ini. Mereka hanya akan memastikan kesiapan anda dalam mengikuti program XL Future Leader nantinya, serta bagaimana diri anda yang sebenarnya, menurut penilaian langsung dari pihak XL Axiata. Wawancara final biasanya berjarak hanya satu hari dari seleksi ketiga.

Dan setelah wawancara final, mungkin sekitar satu minggu, akan diumumkan ke 120 mahasiswa terpilih se Indonesia untuk mengikuti program XL Future Leaders, menjadi junior kami nantinya, haha. Bukan main lagi, gag sabar nih lihat siapa saja yang akan menjadi keluarga baru di XL Future Leader, akankah anda menjadi salah satunya ?

 

Ssstt, ikut seleksi XL Future Leaders 4?
Cari nama saya deh Ahmad Arib di pemberi informasinya, pilih dulu Teman XLFL, nanti kalau kamu ada nanya2 seleksi XLFL bakal saya bantuin deh infonya, hehe 😀