Mengejar Ketinggalan Ranking Dunia dengan E-Learning

Banner Lomba Blog Pendidikan XL

Berdasarkan test Programme for International Student Assessment (PISA) 2012 yang dilaksanakan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), Indonesia menempati peringkat 64 dari 65 negara peserta test. Dengan nilai rata-rata yang sedikit lebih baik di atas Peru, juru kunci di PISA 2012.

PISA melaksanakan test yang terdiri dari 3 bagian utama, Matematika, Membaca dan Sains. Semua pertanyaan menggunakan bahasa Indonesia dan disesuaikan alih bahasa dan kontekstual budayanya, dengan tingkat kesulitan yang sama di seluruh dunia. Test ini diberikan kepada anak berusia 15 tahun secara , atau di kisaran 3 SMP dan 1 SMA untuk jenjang pendidikan Indonesia. PISA memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berelasi dengan kehidupan sehari-hari, seperti pertanyaan berikut:

Chris baru saja memiliki SIM Mobil dan ingin membeli mobil, berikut ini daftar detail mobil yang dia lihat di dealer terdekat.

Contoh Soal Matematika PISA 2012
Contoh Soal Matematika PISA 2012

Pertanyaan, Mobil manakah dengan kapasitas mesin terkecil?

Soal diatas adalah soal Matematika PISA level tiga, jika mengacu kepada hasil PISA Indonesia, ternyata lebih dari 75% siswa berusia 15 tahun di Indonesia tidak dapat menjawabnya, mereka tidak tahu kapasitas mesin mana yang terkecil dari keempat mobil tersebut, mereka tidak menyadari bahwa 1,783 merupakan angka terkecil. Jika melihat hasil PISA siswa Indonesia, dengan rata-rata skor Matematika 375, rata-rata skor untuk Sains 382, dan rata-rata skor Membaca 396. Padahal, rata-rata skor OECD secara berurutan adalah 494, 501, dan 496. Jelas hasil ini mengecewakan, juga sekaligus menyedihkan, mengingat beberapa fakta berikut:

– Jumlah guru di Indonesia sekitar 2,92jt orang.
– Rasio “Guru : Murid” di Indonesia termasuk yg tertinggi 1: 14. Padahal di Jepang saja rasionya 1: 32, Korea Selatan dan Inggris rasionya 1: 30, dan secara internasional rasionya 1: 32.
– Gaji guru PNS juga sekarang cukup besar, dengan adanya tunjangan dan sertifikasi.
– 20% APBN dialokasikan untuk pendidikan.

Perbandingan Hasil PISA Negara Lain di Dunia
Perbandingan Hasil PISA Negara Lain di Dunia

Jelas ada yang salah dengan sistem pendidikan Indonesia, hal ini dikonfirmasi oleh laporan yang diterbitkan oleh Firma Pendidikan Pearson Internasional, yang menempatkan sistem pendidikan Indonesia di peringkat terbawah, bersama dengan Meksiko dan Brazil. Hasil ini terlihat tidak jauh berbeda dengan PISA 2012. Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa Sistem Pendidikan yang buruk, akan menghasilkan siswa dengan performa akademis yang buruk juga. Terlihat bahwa sistem pendidikan Indonesia masih menekankan kepada kemampuan yang sudah kadaluarsa seperti menghapal, menghitung ruwet, dan mencongak, sementara dunia memerlukan murid yang mampu berpikir aplikatif untuk pemecahan masalah sehari-hari, dengan cepat dan akurat, menggunakan berbagai kemudahan teknologi.

Lantas siapa yang seharusnya memperbaiki ini? Jelas pemerintah, namun apakah guru, murid, dan semua pihak yang peduli terhadap pendidikan lantas diam saja menunggu perbaikan sistem oleh pemerintah?

Jelas tidak, harus ada yang kita lakukan sejak saat ini, baik anda maupun saya memiliki peran untuk memperbaiki bangsa ini, demi kemajuan bangsa ke depannya. Karena masa depan terletak di tangan generasi muda, dan bagaimana ketika generasi muda terpuruk pendidikannya, kalah saing dengan negara-negara tetangga, dan mereka juga tidak sadar bahwa mereka menjadi salah satu yang paling tertinggal, bagaimana masa depan negara ini?

Solusi yang terdekat dan paling memungkinkan untuk dilakukan adalah mengubah proses belajar mengajar itu sendiri. baik dari sisi murid maupun guru. Yaitu mulai mengembangkan metode pembelajaran secara E-Learning sebagai pelengkap proses belajar di kelas, dengan mengintegrasikan teknologi internet dengan pendidikan. Karena inilah cara paling up to date dan paling mampu mengembangkan potensi belajar siswa untuk mengejar ketinggalan mereka di kancah internasional.

E-Learning untuk Murid dan Guru
E-Learning untuk Murid dan Guru

Mari kita bahas E-Learning untuk kedua pihak, yang pertama adalah E-Learning untuk murid.

Murid sebagai individu muda yang terlahir di era digital, tentu akrab dengan teknologi internet beserta semua hal yang ada di dalamnya. Murid diharapkan mampu melakukan self learning dengan begitu banyak kemudahan yang ditawarkan internet. Seperti menelusuri kamus digital Wikipedia, mencari informasi secara mendalam dengan Google, mengetahui bagaimana suatu organ tubuh bekerja dengan melihat video Youtube, serta mengetahui perkembangan IPTEK dunia melalui berbagai website teknologi, belajar bahasa Inggris dengan memainkan game interaktif, membaca literatur asing dengan bantuan Google Translate, dan begitu banyak pembelajaran bentuk lain yang dapat dilakukan oleh murid melalui internet. Akses internet juga semakin mudah dan murah dewasa ini, yakni melalui media handphone dan smartphone yang dimiliki oleh siswa.

Kemudian E-Learning untuk Guru.

Guru perlu mengejar ketinggalan era untuk menggunakan teknologi dalam pembelajaran aplikatif kepada muridnya, setidaknya guru mampu mengoperasikan komputer, sehingga dapat menjelaskan sistem biologi manusia melalui video Youtube yang menarik kepada anak didik, kemudian menulis blog mengenai materi ajar, mengajarkan kepada muridnya bagaimana menggunakan internet untuk menemukan sumber ajar yang bagus, menggunakan social media untuk berkomunikasi dengan siswa, serta berbagai hal lainnya.

Vendor E-Learning, Media Digital dan Conference

Hadirnya E-Learning tidak lepas dari partisipasi vendor yang mampu memberikan media dua arah agar siswa dan guru dapat berinteraksi secara real-time dalam dunia maya, untuk kepentingan pendidikan. Contohnya Google, mereka memberikan satu paket Google Apps for Education (GAFE) yang mengintegrasikan layanan pendidikan bagi guru dan murid dalam satu paket email terpadu. GAFE ditawarkan secara cuma-cuma untuk semua Universitas dan lembaga pendidikan yang ingin menggunakannya. Contoh penggunaannya adalah seperti pemanfaatan GDocs untuk mendiskusikan paper makalah dan proposal, satu kelompok bisa melihat dokumen yang sama, kemudian saling komentar dan diskusi di kolom chat, serta langsung mengedit, menambahkan, mengurangi dokumen tersebut, dan hal tersebut langsung dilihat oleh semua anggota kelompok.

Selain itu juga dikenal konferensi jarak jauh, baik menggunakan telepon maupun layanan internet seperti Skype, YM, maupun Google Hangout. Dengan konferensi kelompok, murid bisa mendiskusikan hal penting dengan guru walau berjarak ribuan kilometer. Dengan hal ini pula, murid bisa memiliki banyak guru dari berbagai lokasi, bahkan luar negeri.

Adanya inisiatif dari Vendor dan Korporasi tentunya sangat diharapkan untuk pengembangan hal-hal diatas, dan hal-hal tersebut ternyata telah dilakukan oleh berbagai perusahaan, seperti Google yang menawarkan GAFE kepada setiap universitas di Indonesia, Microsoft dengan program pendidikannya, serta XL Axiata yang memberikan program XL Future Leaders yang memadukan pembelajaran tatap muka dengan E-Learning dari GAFE, video edukasi, tugas online, teleconference, mentoring dan konsultasi via telepon/Skype, dengan guru dan murid yang terpisah pulau, sehingga memberikan manfaat edukasi maksimal kepada setiap murid untuk pengembangan dirinya.

Harapan kedepannya adalah, murid mampu menjalankan perannya sebagai self learner yang tidak mesti selalu disuapi materi, guru yang melek teknologi dan internet, serta lebih banyak vendor dan perusahaan yang ambil bagian di bidang edukasi secara digital. Sehingga kita bisa menatap dengan optimis masa depan Indonesia, sebagai bangsa yang cerdas dan berdaya saing tinggi.

Banner Lomba Blog Pendidikan XL
Banner Lomba Blog Pendidikan XL

Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri, Part 2

Shibuya pada Malam Hari

Pertukaran Pelajar Part 2. Ok, sesuai janji saya (walaupun molornya lama banget), berikut ini cerita kelanjutan perjalanan saya di Jepang.

H2, bangun pagi, jam 6 udah di telepon sama morning callnya resepsionist hotel Grand Prince New Takanawa yang nelpon

“Morning Sir, your teacher ask me to wake up you all in this time, please wake your friends too.” englishnya lucu banget, abis dia nelpon gag tahan saya ketawa ngakak, sampe si Alvin dan Andrew yang sekamar sama saya kebangun. Kemudian saya mandi di kamar mandi mewah hotel (asli, keren banget deh kamar mandinya, seharusnya saya ambil fotonya).

Pertukaran Pelajar ke Jepang

Museum Edo Tokyo (pertukaran pelajar)
Museum Edo Tokyo (pertukaran pelajar)

Jam 7 pagi, kami sama-sama naik bis ke Museum Edo Tokyo, ada kelas umum bagi kami dari salah seorang professor mengenai Jepang dan Orang Jepang (Japan and Japanese). Bagus materi dan pembahasannya, walaupun setelah beberapa lama penjelasannya menjadi cukup membosankan dan berhasil membuat kami ngantuk berat.

Setelah kuliah yang sama sekali tidak singkat itu, kami mengelilingi isi dalam Museum Edo Tokyo, menarik sekali. Museum ini memiliki koleksi bersejarah Jepang dari Jaman Edo, mulai dari layout kota Edo, pakaian-pakaian masyarakat pada masa itu, peralatan bercocok tanam, replika kapal nelayan sebesar ukuran aslinya, peralatan perang masyarakat Jepang, termasuk pakaian samurai. Hingga ketika Jepang memasuki masa Industrialisasi, dan Jepang menuju moderninasasi. Tomita-san, selaku pendamping grup kami, menjelaskan berbagai hal melalui headset yang kami gunakan, sehingga dia tidak perlu ribut-ribut dan rusuh di dalam museum saat menjelaskan berbagai hal di museum (jadi ingat kunjungan museum daerah beberapa waktu lalu, guru sejarahnya rusuh banget di dalam museum menjelaskan objek-objek bersejarah kayak Sukarno lagi pidato, hehe).

Pertukaran Pelajar SMA

Makan di Sumo Restaurant (pertukaran pelajar)
Makan di Sumo Restaurant (pertukaran pelajar)

Setelah lelah keliling-keliling, kami diajak makan siang di sebuah restoran klasik bertema sumo, kami duduk lesehan, dan makanan akan disediakan di meja panjang di depan kami. Seperti yang anda lihat di foto berikut. Makanannya enak, dengan citarasa yang Jepang banget deh pokoknya, ada ikan, ada cumi, ada sedikit nasi, dan berbagai sayuran yang digoreng bersama dengan tepung yang lembut. Di tengah meja, ada mangkuk keramik besar berisi bermacam-macam makanan laut dengan kuah yang enak banget. Masih teringat di lidah saya citarasa makanan di tempat ini.

Setelah itu, kami pulang kembali ke hotel, beristirahat sejenak, makan malam steak di restoran steak tidak jauh dari hotel, sehingga kami berjalan kaki saja kesana. Steak yang enak, dan banyak sekali porsinya.

Malam ini secara umum tidak ada acaranya, jadi kami grup Okinawa (kelompok saya) memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri malam ini, tanpa izin dan tanpa pendamping. Sehingga berangkatlah kami 19 orang siswa SMA Indonesia, dengan Jaket hitam bertuliskan JENESYS dan INDONESIA gede di punggungnya, berjalan-jalan di Tokyo pada malam hari. Tujuan pertama kami adalah stasiun kereta yang dekat dengan hotel, berjalan kaki kesana, luar biasa ramenya di stasiun tersebut. Setelah meneliti rute kereta yang ada, dan bertanya sana sini kepada orang-orang di stasiun, akhirnya kami memutuskan ke Shibuya saja, kota yang terkenal dengan Hachiko dan Harajuku style.

Jalan-jalan Saat Pertukaran Pelajar

Shibuya pada Malam Hari (pertukaran pelajar)
Shibuya pada Malam Hari (pertukaran pelajar)

Perjalanan di kereta bawah tanah cukup lancar, tanpa kendala, aman terkendali. Di Shibuya asik banget suasana malam harinya, rame banget, style orang orang disana juga keren keren, jadi ajang foto-foto deh kesempatan ini. Ada ketemu restoran mie ramen, tapi kami ragu kandungan halal haramnya, batal deh nyicipin ramen langsung di Jepang, padahal penasaran banget kok Naruto hobi banget makan mie ramen. Pulangnya kembali naik kereta bawah tanah, kami bertemu dengan orang Indonesia di kereta, dan ngobrol sepanjang perjalanan mengenai kabar Indonesia, dan bagaimana kehidupan di Jepang. Sampai di hotel dengan selamat, juga tetap utuh 19 orang, hehe, Pertukaran Pelajar ke luar negeri.

Pertukaran pelajar ke luar negeri, Part 1

Mau jalan-jalan gratisan ke luar negeri? Gampang koq, ikutan aja program-program pertukaran pelajar (SMA) yang ada di Indonesia saat ini. Seperti AFS, YES, dan JENESYS. Persyaratan sulit? Ah, kata siapa, itu cuma kata orang-orang yang malas mencoba aja kok, kalau memang kita berniat untuk mendapatkannya bukan hal mustahil untuk berjalan-jalan keluar negeri dibiayai oleh pemerintahan luar negeri, termasuk biaya transportasi, akomodasi, makanan minuman, serta uang jajan kita disana nantinya.

Pertukaran Pelajar JENESYS

Beruntung saya pernah menjadi salah satu siswa yang terpilih untuk mengikuti program JENESYS, yaitu program pertukaran pelajar ke Jepang.

JENESYS, Pertukaran Pelajar ke Jepang
JENESYS, Pertukaran Pelajar ke Jepang

So, mau tau gimana pengalaman tak terlupakan selama 10 hari di negeri Sakura tersebut ?

Sebelumnya teman-teman mesti tahu bahwa pada saat itu saya masih di kelas 2 SMA, dan rata-rata teman-teman dari provisi lainnya juga masih di kelas 2 SMA, jadi bisa dibayangkan betapa mudanya kami saat itu.

Mulai dari H-1, kami dikumpulkan di hotel Sultan Jakarta, salah satu hotel mewah dengan kualitas layanan luar biasa yang ada di pusat kota Jakarta, ini pertama kalinya saya nginap di hotel mewah.

H1,  kami naik pesawat JAL (Japan Airlines) dari bandara Soekarno Hatta, ingat sekali saya waktu itu menunjukkan pukul 22.00 pada saat kami lepas landas dari bandara menuju Jepang. Saya tertidur pulas di sepanjang perjalanan, entah berapa lama, saat terbangun hari telah pagi, kami telah memasuki daerah udara Jepang. WOW, luar biasa sekali rasanya, jam menunjukkan 05.00, tapi mengapa cerah sekali di luar sana? Ternyata ada perbedaan waktu 2 jam antara Jakarta dengan Tokyo, Jepang. Sehingga jam tangan saya perlu saya cepatkan ke jam 07.00 pagi waktu setempat. Total perjalanan pesawat kami adalah 7 jam, penerbangan terlama yang pernah saya alami.

Pertukaran Pelajar ke Jepang

Tiba di Jepang
Tiba di Jepang

Pesawat kami mendarat di Narita Tokyo Airport, bandara utama prefektur Tokyo, Jepang. Bis kami sudah menunggu, bersama-sama kami menuju hotel Grand Prince New Takanawa, salah satu hotel terbaik di Jepang, dan termahal juga sih sepertinya. Kalau mau tau seperti apa penampakan hotelnya, silahkan di browsing sendiri saja ya. Hotel ini sangat berkesan bagi saya pribadi, dan teman-teman juga pada umumnya, hal pertama yang paling mengejutkan adalah kami mengambil minum dari wastafel di toilet, haha, jujur awalnya merasa agak aneh dengan sensasi minum air sterilisasi ini. Jepang sejak lama telah menerapkan strilisasi air keran, sehingga air kerannya layak dan aman untuk diminum. Walaupun demikian, namanya juga siswa Indonesia, kami masak juga airnya di ketel lisrik yang disediakan di kamar, gag ada yang berani minum langsug dari keran, haha.

Lingkungan sekitar hotel juga luar biasa asrinya, jujur, sepanjang perjalanan saya benar-benar gag nyangka kalau Jepang sebagai negara maju sangat memperhatikan alam hijau, pepohonan, keserasian bangunan dengan lingkungan, serta taman di area pemukiman. Satu hal lagi, banyak sekali sepanjang jalan saya melihat burung gagak hitam bertengger di lampu lalu lintas, di kabel, dan di pepohonan. Pantas saja di komik-komik banyak banget icon gagaknya, bukannya burung gereja kalo di Indonesia ya, hehe.

Mau tau lanjutannya, sabar ya tunggu cerita pertukaran pelajar part 2.

Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri, Part 2