Authorized Translation untuk Keperluan Beasiswa ke Luar Negeri (Bagian 2)

Untuk fotokopi paspor, anda cukup mengcopy isi lembaran pertama pada paspor anda yang ada foto dan data diri anda, kemudian anda legalisir saja langsung di badan imigrasi, karena memang data anda sudah dalam bahasa inggris, jadi tidak perlu lagi di terjemahkan.

Kemudian dengan berkas-berkas dokumen yang lainnya, melalui forum diskusi penulis mendapat saran untuk melakukannya di penerjemah tersumpah. Penerjemah tersumpah merupakan tenaga penarjemah profesional yang bekerja untuk menerjemahkan dokumen client mereka, kemudian mereka salin dalam bahasa yang diinginkan client, dan mereka beri cap khusus dari mereka. Cap khusus ini menandakan bahwa dokumen tersebut telah diterjemahkan oleh mereka. Mereka biasanya mendapatkan izin khusus dari pemerintah untuk menjalankan profesinya. Dan karena mereka adalah para pekerja profesional, otomatis tarif jasa merekapun merupakan tarif profesional juga, kalau tidak salah penulis sekitar 50.000 sampai  dengan 80.000 rupiah per halaman yang akan ditranslate, wow, mahal sekali bukan ? padahal dokumen yang hendak kita translate ada puluhan jumlahnya.

authorized translation untuk beasiswa (2)
authorized translation untuk beasiswa (2)

Tenang kawan, untunglah penulis memiliki tips rahasia untuk mengatasinya, ini murni hasil pemikiran kreatif yang penulis ciptakan karena tidak ada uang untuk membayar penerjemah tersumpah, hehe.

Jadi begini, pada dasarnya authorized translation ini merupakan dokumen hasil terjemahan dokumen asli kita, yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, bisa jadi merupakan institusi negara seperti pada akte kelahiran, atau bisa juga kepada badan swasta, seperti penerjemah tersumpah. Yang penting bagi pihak pemberi beasiswa adalah mereka yakin dan percaya pada hasil terjemahan pihak-pihak tersebut, karena yang menerjemahkannya merupakan pihak yang dapat dipercaya.

Nah coba anda pikirkan, mengapa tidak sekolah kita saja yang mengeluarkan authorized translation untuk raport kita, kemudian untuk ijazah kita, dan kalau perlu untuk piagam-piagam kita sekalian. Bukankah sekolah kita juga termasuk badan institusi yang diakui legalitasnya, jadi otomatis seharusnya kita bisa dong meminta authorized translation dari sekolah kita sendiri.

Authorized Translation untuk Mengajukan Beasiswa (Bagian 1)

Apa itu authorized translation ? Awalnya memang ini cukup membuat penulis bingung, maksudnya apaan sih. Tetapi setelah banyak bertanya di forum beasiswa, akhirnya penulis mengetahui juga, bahwa authorized translation ini merupakan tarjemahan dari berkas-berkas kita yang berbahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris dan dilakukan oleh pihak yang berwenang. Karena tentu saja tidak mungkin kan personel pemberi beasiswa itu anggotanya orang Indonesia semua.

Untuk apa sajakah authorized translation ini ? Pada dasarnya untuk semua berkas yang harus dilampirkan, namun masih dalam bahasa Indonesia. Misalnya fotokopi akte kelahiran anda, kemudian fotokopi nilai raport, terus fotokopi Paspor, dan fotokopi piagam-piagam anda.

Status kehadirannya adalah wajib, tanpa authorized translation, berkas anda akan langsung ditolak oleh pemberi beasiswa. Jadi ini memang benar-benar jenis berkas yang sangat penting dan harus ada, walaupun kalau kita lihat fungsinya hanyalah sebagai kertas hasil terjemahan dokumen kita yang utama.

Untuk jangka waktunya authorized translation ini tak terbatas, anda bisa menggunakannya sebanyak mungkin dan selama mungkin, karena memang tidak ada batasan waktu seperti medical check up. Jadi anda bisa mulai mempersiapkannya begitu berkas anda sudah lengkap kawan.

Kemudian untuk mekanisme pembuatannya, cukup berbeda-beda antara satu berkas dengan berkas yang lainnya. Akte kelahiran biasanya bisa kita urus authorized translationnya di kantor Catatan Sipil di daerah anda berada. Anda cukup meminta untuk memperbaharui akte kelahiran anda yang lama, dan minta juga tambahan untuk versi bahasa inggrisnya ( sekarang Catatan Sipil sudah menyediakan layanan tersebut lho ), tentunya anda diwajibkan untuk membawa KTP anda, kartu keluarga anda, dan akte kelahiran anda yang lama.

authorized translation untuk beasiswa
authorized translation untuk beasiswa

Biasanya tidak membutuhkan waktu yang lama, keesokan harinya juga mungkin sudah bisa anda ambil akte kelahiran anda yang baru, beserta versi bahasa Inggrisnya. Nah, segeralah cari fotokopi terdekat, fotokopi agak banyak ( biar tidak repot bolak balik nantinya ) kedua jenis akte kelahiran tersebut, dan minta langsung legalisir kepada petugas catatan sipil yang memberikan ake kelahiran anda tadi, tunggu sebentar, dan jadilah authorized translation anda untuk akte kelahiran. Untuk biaya, penulis tahun 2010 yang lalu mengeluarkan dana sekitar 50.000 rupiah, namun ayah penulis yang mengurusnya kepada temannya yang bertugas disana, jadi mungkin dapat diskon khusus, hehe.

Membuat Medical Certificate untuk Keperluan Aplikasi Beasiswa

Medical check up adalah pemeriksaan menyeluruh mengenai kondisi badan dan kesehatan kita. Medical check up ini biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki kondisi badan yang sehat dan prima untuk menghadapi sebuah perubahan lingkungan yang drastis. Itulah mengapa, para pemberi beasiswa biasanya mensyaratkan medical check up dari Rumah Sakit di daerah anda.

medical check up untuk aplikasi beasiswa
medical check up untuk aplikasi beasiswa

Oh ya, medical check up biasanya hanya valid untuk jangka waktu 6 sampai dengan12 bulan, oleh karena itu, pastikan anda melakukannya di saat-saat terakhir masa SMA anda saja, atau sesaat sebelum melamar beasiswa keluar negeri saja. Karena mereka biasanya akan melihat kapan medical check up tersebut dilakukan. Tentu saja, kesehatan anda hendaknya selalu dijaga, pola makan teratur, dan rajin olahraga merupakan kunci sukses utama kesehatan.

Nah bagaimana dengan cara pembuatannya, umumnya berbeda-beda antara satu rumah sakit dengan rumah sakit yang lainnya. Saya sarankan anda memiliki seorang kenalan atau kerabat yang menjadi dokter di rumah sakit yang bersangkutan. Jika ada, anda bisa menanyakan langsung prosedur pelaksanaan medical check up kepada dokter tersebut, sehingga informasinya lebih cepat dan akurat, saya yakinkan anda mengenal orang dalam akan banyak menghemat waktu, tenaga dan uang anda, hehe.

Namun jika anda tidak memiliki siapapun di rumah sakit bersangkutan, saatnya anda mengurus secara mandiri, tak masalah kok. Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah hubungi atau datangi bagian general check up yang ada di rumah sakit tersebut, tanyakan bagaimana prosedur pelaksanaannya dan kapan bisa melakukan medical check up. Biasanya anda akan diminta untuk mengisi formulir permohonan melakukan general check up. Disini anda juga akan diberitahukan mengenai biayanya, dan membayar biaya administrasinya dulu. Bisanyanya bisa mencapai 500.000 rupiah lebih, tetapi penulis kemarin tidak sampai 200.000 rupiah, Karena ada orangtua teman yang bekerja sebagai dokter disana, dan beliaulah yang menemani penulis mengurus medical check up di RS tempat beliau bekerja.

Membuat Pasport untuk Aplikasi Beasiswa Ke Luar Negeri

Saya yakin sekali bahwa anda sudah tahu apa itu Paspor, yah, merupakan dokumen resmi dari pemerintah kita, katakanlah menjadi seperti kartu tanda pengenal kewarganegaraan kita saat kita sedang berada di luar negeri. Biasanya untuk keluarga yang hobi traveling, tentunya anak-anak mereka sudah memiliki Paspor. Namun faktanya cukup banyak dari kita yang belum memiliki Paspor sampai saat ini.  Padahal pengurusannya cukup mudah lho kawan, dan juga tidak terlalu mahal kok, saat penulis membuatnya sekitar bulan juni 2010, itu biayanya 200.000. kalau sekarang penulis cek di mbah google, katanya sudah 350.000. Untuk proses pengurusannya itu sendiri, memakan waktu sekitar 7 sampai dengan 10 hari.

paspor untuk aplikasi beasiswa
paspor untuk aplikasi beasiswa

Nah bagaimana cara pembuatan Paspor ini, cukup mudah sebenarnya, sehingga saya sarankan sebaiknya kita lakukan sendiri, tanpa bantuan calo, hitung-hitung nambah pengalaman dan tidak mendukung praktik korupsi, hehe.

Yang pertama adalah persiapkan dokumen yang akan dibawa ke kantor imigrasi terdekat di daerahmu, dokumen ini antara lain KTP, Akta kelahiran, Kartu Keluarga, Ijazah pendidikan terakhir. Dokumen ini dibawa yang asli dan fotokopiannya, dan khusus untuk fotokopi KTP, tidak usah dipotong kecil-kecil seperti ukuran aslinya, biarkanlah tetap di kertas A4 saja. Saya sarankan anda untuk membawa sendiri materai senilai 6.000 rupiah.
Atau bisa bawa saja semua dokumen asli, dan fotokopi di koperasi kantor iigrasi, dia sudah tahu apa aja yang mesti disiapkan.

Kedua, datanglah ke kantor imigrasi untuk mengisi formulir, formulir ini bisa anda beli di koperasi imigrasi. Setelah formulir diisi, satukan ke dalam map beserta dokmen-dokumen tadi. Mengantrilah dan tunggulah beberapa saat sampai berkas anda diproses, setelah nama anda dipanggil, dan berkas asli dikembalikan. Anda akan menerima slip pemberitahuan kapan harus kembali lagi ke kantor imigrasi, biasanya 7 sampai 10 hari kerja.

Ketiga, anda kembali lagi ke imigrasi untuk melakukan pembayaran, biayanya sekitar 355.000,  tetapi mungkin akan berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya, saya bingung mengapa. Setelah melakukan pembayaran, anda akan mengantri untuk foto biometrik, melakukan scan sidik jari, dan wawancara mengenai alasan anda membutuhkan Paspor. Setelah selesai anda akan diberikan struk pembayaran sebagai bukti untuk mengambil Paspor anda nanti.

Keempat, datanglah kembali untuk mengambil Paspor anda yang sudah jadi, nanti anda akan diminta untuk memfotokopi Paspor anda dan diberikan kepada kantor imigrasi sebagai arsip mereka. Selesai sudah pembuatan Paspor anda.