Kegiatan XL Future Leader

Xl Future Leader, tuh posting yang pertama udah membahas tentang seluk beluk program XL Future Leader secara formal, kali ini akan saya ceritakan apa saja dalemannya kegiatan XL Future Leader yang telah kami jalani selama, ehm, 4 bulan belakngan ini, dan akan berlanjut sampai 1 tahun kedepan. So setelah proses seleksi yang cukup ribet dan njeliet (baca di posting tentang Seleksi dan Persyaratan program XL Future Leader), alhamdullilah saya di nyatakan lulus oleh tim seleksi XL Axiata. Di bulan desember kami 120 orang XL Future Leader yang pertama dikumpulkan di Jakarta, untuk mengikuti program national conference selama 2 hari di Graha XL, Lingkar Mega Kuningan, Jakarta. Psstt, yang dari luar kota dibayari lho tiket pesawat, ongkos taksi, dan hotel serta akomodasinya selama di Jakarta, kalo kita yang di Jakarta ya tinggal naik motor juga nyampe ke sono, jadi gag di fasilitasi deh, hehe.

Konferensi XL Future Leader

Konferensi Nasional XL Future Leaders
Konferensi Nasional XL Future Leaders

Di national conference ini, kami memiliki berbagai agenda yang cukup padat, mulai dari talkshow bersama CEO XL Axiata yaitu Bapak Hasnul Suhaimi, dan CEO Indosat Alexander Rusli, bersama direktur CSR XL, yakni Ibu Turina Farouk. Bersama-sama, kami tanya jawab mengenai program ini, mengenai bagaimana menjadi future leaders yang tangguh di masa depan, apa saja kualifikasi yang dibutuhkan sebagai seorang pemimpin, dan bagaimana kerasnya kompetisi global dan Indonesia sendiri ketika kami lulus nantinya. Sehingga lahirlah program XL Future Leader, untuk mempersiapkan generasi muda bangsa Indonesia, menjadi pemimpin yang tangguh baik di dalam maupun di luar negeri.

Setelah itu ada moment bagi-bagi fasilitas untuk semua peserta XL Future Leaders (ini lho yang saya ceritakan di postingan pertama). Perkenalan dengan keempat fasilitator yang dipilih secara ketat dan bertugas untuk memfasilitasi kami semua dalam perjalanan kami di program XL Future Leaders ini. Selanjutnya juga ada Chris, dari Cognition International Ltd. yang menyampaikan materi mengenai kurikulum yang digunakan untuk mendidik kami semua. Kemudian malamnya dilanjutkan makan malam di restoran di daerah Kuningan, sambil kami mengakrabkan diri satu dengan yang lainnya, kebetulan tidak satupun dari mereka yang saya kenal, jadi momen ini saya gunakan sebaik mungkin untuk menambah teman-teman baru.

Kelas XL Future Leader

Kelas B.Inggris XL Future Leaders
Kelas B.Inggris XL Future Leaders

Seusai national conference pertama XL Future Leader, kami ada kelas persiapan bahasa Inggris, yang berjalan dengan sangat menyenangkan. Karena ada perpaduan antara belajar secara online melalui platform belajar yang bagus dan unik, serta pertemuan langsung selama 3 hari dengan guru-guru bahasa Inggris terbaik yang pernah saya temui, karena mereka setuju bahwa bahasa Inggris sebaiknya diajarkan untuk penggunaan komunikasi sehari-hari, bukan untuk grammar, pronouncation, teks book, test, dan lain-lain yang diajarkan oleh sekolah formal kita.

Setelah kelas persiapan bahasa Inggris, kami ada workshop sekitar 2 bulan sekali, dalam kelompok kecil yang sebelumnya telah dipilihkan untuk kami. Yakni ada Jakarta 1, Jakarta 2 (kelompok saya), Jakarta 3 (untuk siswa luar daerah), Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung. Setiap workshop selalu menggunakan hari Sabtu dan Minggu, sehingga sama sekali tidak mengganggu jadwal kuliah. Kalau kami lokasinya di Graha XL Kuningan.

Tingkah Chis, di XL Future Leaders
Tingkah Chis, di XL Future Leaders

Setiap workshop yang berlangsung selama 2 hari ini, selalu ada hal-hal baru, mengasikkan, dan heboh yang terjadi di kelas. Karena walaupun kami membahas materi yang cukup sulit, dan dengan penyampaian fasilitator yang sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris, namun kami melakukannya dengan enjoy, dan selalu saja ada kekonyolan-kekonyolan yang terjadi dan dilakukan oleh teman-teman saya, bahkan fasilitator kami sendiri, sehingga suasana kelas selalu asik dan nyaman.

Banner XL Future Leader di roadshow UI
Banner XL Future Leader di roadshow UI

Dan yang baru-baru ini kami lakukan, adalah XL Future Leaders Talent, yakni perwakilan terpilih dari 120 orang kami menjadi Icon untuk promosi XL Future Leaders batch kedua. Yakni iklan-iklan di televisi, poster yang ditepel di kampus-kampus, banner-banner yang ada di saat roadshow kampus, serta iklan di berbagai media cetak.

Networking XL Future Leader

Satu hal yang saya dapatkan, selain materi yang luar biasa hebat, adalah teman-teman luar biasa dari berbagai kampus di Indonesia, dan berkenalan dengan mereka sungguh sebuah menambah informasi dan networking yang sangat berharga. Dari salah satu teman di XL Future Leader ini saja saya bisa bergabung ke komunitas business leader yang lainnya, dengan kapasitas yang sama baiknya seperti XL Future Leader.

Sehingga saya sekarang memahami, perkataan Pak Hasnul Suhaimi dahulu dan sampai sekarang terus diucapkannya, “saya membayangkan akan ada ratusan future leaders yang semuanya merupakan teman akrab pada saat mereka masih mahasiswa dahulu, duduk di meja makan konferensi ekonomi internasional, bertemu di event bisnis, menjalin kerjasama bisnis, kerjasama antar negara, dan bersama-sama mereka melakukan perubahan untuk kondisi Indonesia yang lebih baik.

Tim Jakarta 2 XL Future Leader
Tim Jakarta 2 XL Future Leader

Karena memang menurut saya, pada saat dewasa nanti, tidak ada lagi pertemanan yang tulus, tidak ada lagi perjuangan meraih cita-cita bersama, tidak ada lagi tawa canda di saat bagaimanapun juga, dan tiada lagi solidaritas layaknya saudara sendiri, hal-hal tersebut dibangun pada saat sebelum dewasa. Sehingga program seperti ini menjadi penyedia networking yang sangat bagus, bagi future leaders Indonesia, dengan program XL Future Leader.

XL Future Leader

XL Future Leader, nah lu, program apaan tuh bro? Kebetulan lagi heboh-hebohnya nih generasi muda Indonesia dengan program keren dari XL Axiata ini, so saya coba angkat tema ini dulu, tema mengenang masa lalu saya dipending dulu deh, hehe. XL Future Leaders merupakan program CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan XL Axiata Tbk. yang bertujuan untuk melatih dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan 120 orang mahasiswa calon pemimpin terpilih dari seluruh Indonesia, disaring melalui seleksi yang sangat ketat.

Program XL Future Leader

Poster XL Future Leader
Poster XL Future Leaders

Kebetulan saya adalah peserta terpilih XL Future Leaders yang pertama, so sedikit banyak bisa sharing apa saja yang ditawarkan oleh XL melalui program ini, dan apa saja benefit yang bisa anda dapatkan, seandainya anda nanti terpilih untuk mengikuti program XL Future Leader ini. Nah coba lihat poster disebelah dulu deh, haha, ada foto sayanya. Tuh yang megang laptop, yang berdiri di tengah agak ke kanan. Beruntunglah kemarin menjadi salah satu icon XL Future Leader untuk regional Jakarta, sehingga untuk poster, banner, spanduk dan media promosi lainnya ada penampakan saya, hehe.

Oke, lanjut lagi ke topik pembahasan utama. Hal terpenting dalam Xl Future Leader adalah aspek pendidikan, mereka mengontrak Cognition Ltd. International, perusahaan pendidikan kelas dunia, untuk merancang pendidikan pemimpin masa depan yang sesuai buat kami, itu bule yang di tengah namanya Chris, dia project officer XL Future Leader dari Cognition.

Apa saja pendidikan sebagai persiapan pemimpin masa depan yang akan kamu dapatkan ?

Kurikulum XL Future Leader

Komunikasi Efektif XL Future Leader
Komunikasi Efektif XL Future Leaders

1. Kemunikasi Efektif

Jelas jadi pemimpin wajib bisa komunikasi yang efektif dong, apalagi pemimpin masa depan, future leaders. Disini akan diajarkan bagaimana metode komunikasi yang singkat, efektif dan efesien, karena pemimpin masa depan itu gag punya banyak waktu, sehingga komunikasinya harus seefektif mungkin, baik kepada krunya, maupun kepada relasinya. Bahasa tubuh juga merupakan aspek yang sangat diperhatikan dan dilatih di XL Future Leader ini. Kemampuan presentasi di depan kelas, menyampaikan pendapat, berdebat, berpikir dan menjelaskan secara spontan, kemampuan menulis, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, menjadi aspek-aspek komunikasi yang tak lepas dari perhatian program XL Future Leader.

2. Entrepreneurships dan Inovasi

Anda gag mau jadi pengusaha? Gag perlu jiwa entrepreneur, wish, nanti dulu, jadi apapun anda nantinya, jiwa sebagai entrepreneur itu sangat dibutuhkan lho jika ingin menjadi seorang pemimpin. Seperti berpikir dan memecahkan masalah secara kreatif dan jitu, memahami kebutuhan masyarakat/orang lain, jeli melihat peluang yang ada, mampu menyusun rencana strategis dan menjalankannya step by step untuk mencapai target yang realistis. Jadi pemimpin di bidang apapun anda nantinya, jelas jiwa entrepreneurships merupakan aspek yang sangat penting, dan inipun diberikan di XL Future Leaders.

3. Mengelola Perubahan

Pemimpin yang super harus mampu mengelola perubahan, baik atas dirinya sendiri, maupun tim dan lingkungannya. Karena pemimpin merupakan posisi untuk merubah suatu hal, ke arah dan keadaan yang lebih baik dari sebelumnya. Pemimpin harus memiliki cita-cita yang realistis, mampu menilai kemampuan diri sendiri, dan mengambil tantangan sesuai dengan kapabilitas pribadi. Memiliki rasa tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Serta teguh dan pantang berhenti untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan, inilah kemampuan mengelola perubahan yang diasah di program XL Future Leader.

Fasilitas XL Future Leader

3 hal diatas merupakan poin-poin utama dalam program XL Future Leader, yang secara nyata dibuat program dan kurikulumnya oleh Cognition team, dan disampaikan kepada peserta oleh 4 orang fasilitator luar biasa yang menangani kami semua.Dan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar kami ini, XL Future Leader program menyediakan beberapa fasilitas yang menurut saya (anak kampung) sangat wah sekali. Diantaranya Laptop yang saya gunakan untuk menulis blog dan mengerjakan berbagai tugas kampus ini, yakni Lenovo Thinkpad Edge seri bla bla bla, gag ingat serinya apaan, terima beres aja dikasih, haha. Kemudian Smartphone HTC Sensation XE, wihhh, gilaa bro, ini smartphone keren banget, saya yang awalnya modal hape nokia 1200 hitam putih klasik bin jadul benar-benar terpesona ketika mereka ngasih smartphone ini, full layar sentuh semua, 4,3 inch (kalo gag salah lho ya, saya kan bukan orang counter hape), kamera 8 MP, memori gede, tipis dan handy banget megangnya, layar Gorilla Glass, yang kata iklan bisa buat alas ngiris sayur, kualitas foto dan videonya keren abis, internet super ngebut, main game gag pake lalod, gag pake crash, gag pake lama, nonton multimedia juga asik, dan sound sistemnya itu lho bro, beeuhhh, make Beats Audio, berasa banget dengerin musik kesukaan saya di smartphone ini. Eits, masih ada lagi fasilitasnya, yaitu modem, haha, standar ya, yang mengejutkan adalah mereka memberikan kartu XL sebanyak 2 buah, satu untuk smartphone dan satunya lagi buat modem, dan tahukah anda bahwa XL mentop up pulsa setiap nomor sebesar 100.000,- rupiah per bulan, jadi total yang saya terima pulsa XL sebesar 200.000,- rupiah per bulan, hahaha, mantap banget kan program XL Future Leader ini, Info lebih lanjut, baca postingan selanjutnya di bawah ini yang masih berkaitan dengan XL Future Leader.

Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri, Part 5

Pertukaran pelajar ke luar negeri, baiklah, kali ini saya akan menceritakan sedikit apa saja yang kami lakukan pada hari kelima pada pertukaran pelajar JENESYS ke Jepang. Hari kelima, kami masih berada di prefektur Okinawa (prefekur adalah penggilan untuk lokasi tertentu di Jepang, kalo di kita namanya Provinsi). Kali ini kami berkeliling Okinawa untuk mencicipi ritual budaya khas Okinawa, yakni Bingata dan mengunjungi kastil terkenal di Okinawa, yaitu Shurijo Castle, Okinawa.

Bingata, pada saat Pertukaran Pelajar

Bingata di Okinawa, saat pertukaran pelajar
Bingata di Okinawa, saat pertukaran pelajar

Bingata, merupakan praktikal budaya tradisional masyarakat Okinawa, yang berarti mewarnai kain katun berwarna putih dengan pewarna alami dengan berbagai motif yang sudah digambarkan pada kain tersebut. Kebetulan kami pada saat itu mewarnai sesuka hati motif hewan spiritual khas Okinawa yang disebut sasheer. Ya, menurut Tomita-san, sasheer bisa disamakan seperti burung Garuda di Indonesia, dengan logo, simbol, dan arti tersendiri bagi masyarakat lokal. Jika anda lihat gambar di samping, terlihat kami bersama-sama sedang mengecat kain milik kami masing-masing, oh ya, kain ini sudah dijahit membentuk tas tangan kecil, sehingga hasil prakarya inipun dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari, hehe. Jujur saja, saya benar-benar mewarnainya asal-asalan, I have no idea what I’m doing, tapi pas sudah selesai dan jadi, kok jadi keren banget paduan warna hasil prakarya saya, haha.

Selanjutnya, masih di lokasi budaya Bingata, ada toko souvenir yang menjajakan berbagai macam oleh-oleh berkesan budaya Okinawa, ada baju, ada patung sasheer, alat musik, dan berbagai macam pernak-pernik lainnya. Jelas kesempatan ini jadi kesempatan hunting oleh-oleh bagi kami. Dan pada akhir sesi belanja-belanja, kami dihibur dengan nyanyian klasik Jepang oleh salah seorang petugas di sana, dengan menggunakan alat musik tradisional Okinawa yang namanya Shamisen, yakni alat musik seperti gitar kecil yang hanya memiliki 3 dawai saja. Pada akhir sesi, kami menyempatkan diri untuk berfoto-foto di sekitar lokasi ini, dan sayapun mengabadikan berbagai momen ini dengan video hp sederhana saya, dengan harapan suatu saat saya bisa melihat dan mengenangnya kembali.

Kastil Shurijo, pertukaran pelajar

Di Benteng Shurijo, pertukaran pelajar ke Jepang
Di Benteng Shurijo, pertukaran pelajar ke Jepang

Siangnya, kami pindah ke kastil Shurijo, kastil yang juga menjadi benteng tradisional Jepang kuno, situs yang memiliki cerita historis tinggi. Kastil ini terletak di lokasi perbukitan yang cukup tinggi, melalui cukup banyak perjuangan bagi kami untuk bisa mencapai Shurijo kastil ini. Di bagian depan, terdapat gerbang utama Shurijo kastil, persis di lokasi dimana saya berfoto ini. Masuk ke dalam kastil, setelah melalui tangga batu yang entah berapa banyak, kami tiba di lapangan utama Shurijo kastil, dimana terdapat bangunan besar kastil yang berwarna merah. Saat kami kesini, kastil tersebut sedang dipugar dan dicat ulang, dan tahukah anda bahwa para ilmuan di Jepang menggunakan bahan cat yang sama persis seperti bahan cat yang digunakan oleh nenek moyang mereka pada saat mengecat bangunan bersejarah tersebut. Sehingga nilai historisnya tetap sama, memugar dan memperbaharui tanpa melukai nilai sejarah, begitu cerdas dan berbudaya. Jadi ingat benteng Marlborough di kota saya, Bengkulu, benteng batu kuno peninggalan Inggris yang dicat secara sembarangan menjadi berwarna putih mentereng yang sama sekali norak dan aneh, yah, begitulah adanya negara kita, hehe.

By ahmad arib alfarisy, pertukaran pelajar ke luar negeri.

Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri, Part 4

Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri Part 4, H4 dari perjalanan panjang kami. Hari ini jadwal kami adalah mengunjungi SMA Yokatsu di pusat kota Okinawa (mungkin, karena saya juga tidak begitu ingat lokasinya dimana). Tapi yang jelas itu berada di daerah Yokatsu, tanpa embel-embel nomor sekolah seperti kita di Indonesia. Seingat saya, satu daerah hanya memiliki satu SMA, yang dibangun dengan sangat besar dan luas, serta menampung banyak sekali siswa. Menurut saya ini ide yang brilian, dengan hanya satu sekolah negeri di satu kawasan, maka pemerintah bisa fokus ke sekolah ini saja, murid-murid juga dikumpulkan, guru-guru akan ditraining dengan sempurna, fasilitas yang sangat lengkap juga dapat dibuat di dalam satu sekolah saja di satu daerah. Bayangkan, di sekolah bertingkat 6 ini, ada kolam renang seluas kolam renang olimpiade nasional, gedung Gymnastik berlantai kayu berpelitur yang sangat keren, fasilitas theater yang hebat, halaman yang luas, dan suasana hijau yang nyaman.

Pendamping Pertukaran Pelajar

Pendamping Pertukaran Pelajar Jepang
Pendamping Pertukaran Pelajar Jepang

Saat pertama kali tiba, kami dipersilahkan untuk mengganti sepatu kami dengan sandal yang disediakan di ruangan pertama kali masuk ke gedung SMA Yokatsu, ada 3 warna sandal yang mewakili 3 angkatan di SMA ini (hal ini baru saya ketahui dari pendamping personal saya di sekolah ini, namanya Taisuke). Setiap orang dari kami diberikan seorang pendamping, dari international club di SMA Yokatsu yang memiliki kemampuan bahasa inggris cukup baik. Dan pendampingku adalah seorang siswa tingkat akhir (kelas 3 SMA), bernama Taisuke, laki-laki tentu saja, walaupun awalnya saya sangat berharap seorang wanita, haha. Kalian bisa melihat penampakan pendamping saya di sebelah ini. Sebelah paling kanan, yang mengenakan penanda nama “Taisuke”, masing-masing dari kami siswa Indonesia juga mengenakan hal yang sama, namun tulisan nama kami dalam bahasa Jepang dan aksara kanji Jepang.

Dia pendamping yang sangat menyenangkan, membawaku berkeliling sekolahnya, mengikuti setiap kelas yang dia ikuti, dan ikut belajar bersama mereka. Dan kami siswa-siswa Indonesia terpisah antara satu dengan yang lainnya, mengikuti pendamping kami masing-masing. Nah, bayangkan, saya sendirian di kelas-kelas yang dimasuki oleh Taisuke. Yang saya ingat ada kelas matematika, gurunya seorang laki-laki, yang tidak terlalu diperhatikan oleh mereka dan juga saya sendiri, karena materinya tentang trigonometri, sin tan cos, dengan pembahasan yang cukup njelimet, eh, jujur, njelimet banget. Taisuke orangnya pendiam, malah yang banyak mengajak saya mengobrol adalah teman-temannya yang lain, dengan bahasa Inggris seadanya, digabungkan bahasa isyarat, kami ngobrol mengenai manga, ya, manga atau komik Jepang, seperti Naruto, Doraemon, Bleach, dan One Piece, haha.

Kegiatan Pertukaran Pelajar

Makan siang di SMA Yokatsu
Makan siang di SMA Yokatsu

Selanjutnya adalah kelas sejarah dan seni, hmm, seni menulis Jepang, dengan tulisan menurun ke bawah, nah, ini saya gag paham sama sekali. Bu gurunya wanita, masih muda, dan sangat cantik menurut saya pribadi, memberikan pinjaman buku materi dan beberapa lembar materi pada hari itu, dalam bahasa Jepang tentunya. Kelas olahraga di ruangan gymnastik, mereka bermain basket, karena saya tidak membawa baju olahraga, maka sayapun berkeliling saja di sekitar gedung gymnastik. Pelajaran terakhir adalah bahasa Inggris, untuk kelas ini, jelas terlihat saya lebih expert dibanding mereka, haha. Tapi sepertinya kelas ini cuma pilihan saja, karena yang ada di dalamnya hanya sedikit, tidak mencapat 30-an siswa, tidak seperti kelas-kelas sebelumnya yang mencapai 50-an siswa lebih malah. Oh ya, sistem kelas disini pun moving class, seperti perkuliahan. Di kelas bahasa Inggris ini, saya sempat diminta untuk menjawab pertanyaan kuis, dan menjelaskannya di depan kelas, untung saya paham dengan kuisnya, dan dapat menjawabnya dengan lancar, saya juga diminta memperkenalkan diri. Dan ketika saya berkata bahwa saya dari Bengkulu, pulau Sumatra, salah satu dari siswa di kelas langsung berkomentar dalam bahasa Jepang, dan guru bahasa Inggris kemudian memberitahukan kepada saya bahwa siswa tersebut mengetahui pulau sumatra dari buku teks mereka, dan tahukah anda mengenai hal apa, Gempa, haha, memang cuma itu sih yang kayaknya terkenal dari Pulau Sumatra di mata internasional.

Penampilan Pertukaran Pelajar

Penampilan Pertukaran Pelajar
Penampilan Pertukaran Pelajar

Setelah jam sekolah berakhir, kami mengadakan pagelaran seni dengan baju daerah kami masing-masing, menyanyikan lagu nasional yang dipadukan dengan puisi dan penampilan panggung lainnya. Cukup singkat, tidak terlalu panjang, dan tentu saja sesi foto-foto dan perkenalan yang lebih santai dan akrab terhadap teman-teman SMA Yokatsu ini, pertukaran pelajar ke Jepang.