2nd Month, I’m still Alive in China, I Even Participate in 双十一

Setelah 2 bulan tinggal di China, dan setelah sebulan seperti tulisan saya disini https://ahmadarib.com/please-dengerin-kata-kata-saya-jangan-mau-kuliah-lagi-ambil-computer-science-apalagi-ke-china.html, hal yang menakjubkan terjadi…..

Saya masih hidup, ternyata manusia gag bisa mati sama overdosis belajar dan membaca, ini fakta menarik yang harus diberitahu ke setiap guru di penjuru Indonesia, paksa aja anak didiknya buat belajar dan membaca, tenang aja, gag bakal mati itu anak.

Dan banyak hal menakjubkan lainnya terjadi, seperti

  1. Dompet saya menjadi tipis sekali

Tipikal isi dompet saya sehari-hari adalah, 3 kartu, 1 kartu transport, 1 kartu mahasiswa dan 1 kartu ATM bank, ada 2 pas foto (cewe satu cowo satu, yang cowo cakep yang cewe nya cantik, anak saya? bukan!), kemudian selembar 20 yuan, 2 lembar 10 yuan dan 4 koin recehan, biasanya 2 koin 1 yuan dan 2 koin setengah yuan. Dan gag peduli kapanpun, hari apapun, pergi kemanapun isi dompet saya gitu-gitu aja. Karena saya kere kah? hmmm, ya iya saya kere sih, tapi bukan karena itu juga sepenuhnya, di Jakarta dulu saya juga kere tapi masih tebel juga dompetnya, minimal 5 ribuan ada kayak 10 lembar lah nangkring di dompet, tapi sekarang semua sudah berubah, sejak negara api menyerang!

…………………….

waaat……. daaa….. pakkkk

No, seriously.

Yang sebenarnya adalah karena avatar menghilang…….

Oke2, kali nih serius, saya baru dapat inspirasi menulis lagi.

Yakni karena simplifikasi hidup di China, mulai dari kartu, saya hanya punya 3 kartu ketimbang dulu di Indonesia punya lebih dari 5 kartu, apa aja? udah… buka dompet masing2 deh, cek kartu apa aja ada disana.

Nah disini cuma 3 kartu aja, udah, cukup. Mengapa cukup?

1 kartu transport, ini kartu warna ungu bisa dipake buat semua kendaraan umum di Shanghai, mulai dari bus, kemudian subway, juga ada kapal dan taksi, 1 kartu buat semua mode transportasi, dan bisa deposit di setiap stasiun kereta. Jadi semisal saya mau Jum’atan di masjid Huxi area kota, maka saya akan naik sepeda dari dorm ke pintu gerbang kampus, dari gerbang kampus saya bakal naik bus tap pake kartu transport, untuk ke stasiun subway, di stasiun subway tap lagi buat naik subway, subway disini bisa cover semua area dan destinasi, jadi keluar subway tinggal jalan kaki. Habis dari Jum’atan, saya jalan2 dulu keliling kota, pulangnya kemalaman di stasiun akhir udah gag ada subway lagi (maklum, kampus di pinggiran kota), jadi mesti naik taksi, bayar taksi juga bisa tap pake kartu transport.

1 kartu bank, Bank of China, dulu di Indonesia saya punya setidaknya tiga kartu bank, BNI, BCA, Mandiri, karena masing-masing punya fungsi transaksi yang berbeda, dan kalo transfer beda bank sayang, kena fee transfer, kan anak mahasiswa kere, jadi mesti perhitungan dong. Kalo disini duh seingat saya, saya belum pernah make ATM buat transfer duit, ambil duit dari ATM aja masih bisa diitung sama jari, jangan ditanya kalo dulu di Indonesia deh, sehari bisa dua kali ke ATM, dah kayak mandi. Mengapa 1 bank cukup, karena ada Alipay, saya bakal cerita lagi tentang Alipay di bawah.

1 kartu mahasiswa, ini kartu segala fungsi pembayaran di dalam kampus, bayar makan di kantin tap pake kartu ini, beli snack di minimarket kampus tap pake kartu ini, beli apel juga tap, beli milk tea juga tap, masuk dorm tap kartu, masuk perpus tap kartu, pinjam buku tap kartu di mesin, mau mandi air panas tap kartu (air panas bayar), bayar tagihan listrik tap kartu di mesin, naik bis kampus yang ke Xuhui kampus di kota tap kartu ini juga, semua pake kartu ini.

Kemudian bawa uang juga cukup selembar 20 yuan, 2 lembar 10 yuan dan 4 koin recehan aja, bawa 30 yuan karena saya kadang lupa bawa kartu mahasiswa buat makan siang di kantin, abis mandi air panas pagi sebelum kelas biasanya saya lupa ambil kartunya, bawa recehan buat bayar parkir sepeda di stasiun kereta, setengah yuan seharian, bisa ditinggal lama, tinggal dikali aja setengah yuan per harinya. Dan transaksi lainnya, makan di luar bareng temen, beli apapun di supermarket besar, atau Family Mart pinggir jalan, semua bisa dilakukan dengan Alipay, nanti nanti saya jelasin Alipaynya, sabar om.

 

2. Saya menjadi Unofficial, Unpaid, Unrecognized Taobao Ambassador

Taobao adalah salah satu marketplace consumer terbesar di China, dan terdiri dari banyak merchant yang jual semua hal yang bisa kamu pikirkan, di Indonesia sama aja kayak Tokopedia deh, dimiliki oleh group Alibaba, dan banyak banget barang di dalamnya, apa aja ada, dan banyak yang murahhhh.

Murahnya itu kebangetan, gag paham lagi, sepatu gimana ceritanya bisa 20 yuan (40rb rupiah), powerbank bisa 40 yuan, jaket winter tebal 180 yuan, kompor listrik beserta 2 alat masak 170 yuan, sepeda gunung 200 yuan, dan semuanya menurut saya dan teman Pakistan barang2 yang kami beli oke, layak pakai, enak, dan semua barang yang saya beli sejauh ini free ongkir, dan nyampenya cepat, diantar langsung di box logistik di gedung dorm, nanti bakal terima sms notifikasi passwordnya, kemudian kita ambil sendiri di box masukin kode dr sms, logistik disini oke punya.

Dan beruntungnya lagi, beberapa hari yang lalu adalah hari belanja online terbesar di planet ini, dan itu terjadi di China, dan namanya 双十一 (karakter pertama shuang, artinya double) (karakter berikutnya shiyi, artinya eleven), yap, double eleven, 11.11 yang secara harfiah terjadi di tanggal 11 November lalu, disebut-sebut sebagai hari single di China, tapi yang merayakan satu negara.

Di hari ini, buanyak banget yang diskon, terutama online, offline juga banyak.
Yang paling heboh di online sih tetep, di taobao.
jadi satu negara China, di tanggal 10 November malam, sekitar jam 23.59 jempolnya udah siap semua buat klik order dan bayar di Taobao, disini behavior belanjanya sekitar 85% dari smartphone semua, jadi makanya saya bilang jempolnya udah ready semua, termasuk saya, 双十一 pertama gag mau kalau dari warga China yang lain, begitu jam 00.00 tanggal 11.11 tiba, denggg, internet lalod, appnya lalod, hahaha, beberapa menit kemudian baru lancar lagi, banyak barang bagus dah habis, diambil orang, sialan, saya kebagian sisa-sisanya aja, tapi lumayan, masih diskon dan masih bagus juga, begitu selesai order, bayar pake Alipay juga, gag mesti buka internet banking atau ke ATM tengah malam buat transfer, cukup masukkan password transaksi Alipay, done, order dibayar dan diproses oleh merchant, sementara saya yang bergerak cuma jempol tangan kanan aja, sama kelingking tangan kiri, buat apaan kelingkingnya? buat ngupil.

3. Alipay, bikin Saya Lupa Diri

Makan diluar yuk?
Ayuk, makan dimana?
Di resto halal aja, ada Arib ikutan.
Hmm, memang saya perusak suasana, gag jadi kan teman-teman saya makan makanan haram karena saya, hahaha, anyway saya di kampus berdua muslim disini, satu orang Phd dan saya master.
Selesai makan, satu orang bayar billnya pake Alipaynya dia.
Terus billnya kita bagi bertujuh, dan masing-masing dari kami transfer via Alipay ke Alipaynya yang bayar bill tadi, sebut saja Wirawan, nama asli.
Biasa bayar berapaan sudah dibagi, kadang 17,81 yuan, kadang 21,3 yuan, bisa berapapun, dan enak, tinggal klik aja di aplikasi Alipaynya sudah deh transfernya.

Atau kalau misalnya lagi mau belanja dimanapun juga di Shanghai, mereka pasti nerima Alipay, di pinggir jalan, resto, famili mart, supermarket, toko baju tas, bahkan kakek2 jual apel di pinggir jalan juga terima Alipay, sayangnya gag nemu pengemis disini, di Shanghai, sapa tau kan mereka pake Alipay juga, hehe.
Dan pemakaiannya juga sangat gampang, kita bisa isi deposit di Alipay dari bank, sekali klik, atau tiap transaksi secara otomatis ambil saldo kita di bank, juga sekali klik, bebas, pilih manapun yang kita suka.

Alipay ini juga punya Alibaba, sama kayak Taobao, makanya belanja online jadi gampang banget.
Food delivery makanan halal juga pake Alipay.
Beli tiket movie Dr Strange lalu juga pake Alipay.
Beli tiket kereta cepat liburan kek Jinan ketemu sang kekasih juga pake Alipay.
Alipay is the best dah.

Karena Alipay kadang kaget, tiba2 ATM dah kosong aja, duh maklum kere.
jadi mesti nukar USD kiriman LPDP dulu jadi yuan ke bank, dan inilah satu2nya hal yang saya lakukan kalo ke ATM. terima kasih LPDP atas kiriman uangnya 😀
Saya habiskan dengan baik kok, di taobao juga belanja keperluan pendidikan, saya beli Kindle ebook reader di taobao, buat baca buku kuliah, seriusan, novelnya juga ada sih, dikit doang.

Then, saya realized satu hal, Indonesia kapan begininya ya?
Punya payment system seperti Alipay, mobile based, praktis, full integrity ke bank, free transaction fee dan diterima secara global baik online maupun offline.
Atau punya sistem transport integritas, satu kartu buat semua public transport.
Atau punya kartu mahasiswa buat semua kebutuhan mahasiswa di kampus, kampus S1 saya dulu gag ada, tapi kampus saya jelek sih, gag tau kalo kampus bagus di Indonesia gimana.

No idea, mungkin nanti, setelah selesai demoin Ahoknya 😀
Salam pendidikan gratisan!
Nih foto dari team tari saman Shanghai Jiaotong University, di acara international student show, ayo tebak saya yang mana?
Yang pojok kiri atas yang pake jas? wanjir, bukanlah!

tari saman di shanghai jiaotong university china
tari saman di shanghai jiaotong university china

Tips Liburan Hemat ke Singapura

Merencanakan liburan ke luar negeri nampaknya menjadi sebuah hal yang sangat wah, dan identik dengan budget yang besar. Namun siapa bilang liburan ke luar negeri selalu membutuhkan budget yang besar, Anda pun bisa liburan hemat ke luar negeri. Tak perlu jauh – jauh, Singapura bisa menjadi salah satu pilihan Anda.

singapura

Sumber : youtube.com

Singapura merupakan salah satu destinasi favorit orang Indonesia yang ingin liburan ke luar negeri, selain jaraknya yang dekat, harga tiket pesawat menuju Singapura pun cukup murah. Terdapat beberapa maskapai Low Cost Carrier (LCC) yang menyediakan rute penerbangan ke Singapura, salah satunya adalah Airasia.

Anda dapat mencari harga tiket maskapai AirAsia yang paling murah untuk menuju Singapura, melalui Traveloka.com. Harga tiket dari Jakarta menuju Singapura pada umumnya berkisar antara Rp400.000 – Rp500.000, bahkan jika sedang promo Anda bisa mendapatkan harga yang jauh berada di bawah kisaran harga normal. Hal ini tentu dapat Anda manfaatkan untuk berlibur hemat ke Singapura.

stasiun MRT singapura

Sumber : amabeltravel.com

Selain memanfaatkan maskapai LCC beserta promonya, terdapat beberapa tips yang kamu harus perhatikan untuk liburan hemat di Singapura. Penasaran apa saja tipsnya untuk berlibur ala backpacker di Singapura? Simak ulasannya berikut ini.

  1. Pesan hotel Budget Murah

Setelah sampai di Bandara, Anda bisa menuju pusat kota dengan menggunakan Mass Rapid Transportation (MRT), yang berada di terminal 2 Bandara Internasional Changi. MRT adalah salah satu transportasi tercepat dan termurah yang dapat Anda gunakan di Singapura. Dari bandara untuk menuju pusat kota dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan MRT.

budget ke singapura

Sumber : ruthusher.com

Terdapat banyak penginapan yang dapat Anda temukan di pusat kota, Anda harus pandai dalam memilih hotel yang murah dan memiliki tempat strategis. Jika hotel masih dirasa cukup mahal, Anda dapat menekan budget dengan menginap di hostel. Jika ingin mencari penginapan, usahakan carilah penginapan yang dekat dengan stasiun MRT agar lebih mudah.

  1. Menggunakan Kartu MRT

Sebaiknya Anda menggunakan kartu MRT (multi trip) yang dijual untuk turis, karena dengan menggunakan kartu ini Anda akan mendapat dua kelebihan. Anda akan mendapat harga yang lebih murah dibanding tiket satuan, dan Anda pun dapat menggunakannya untuk bus umum.

MRT singapura

Sumber : 123travelguide.blogspot.co.id

Harga kartu ini sekitar SGD 12 dan sudah terisi saldo sebesar SGD 7, kartu ini dapat Anda beli di beberapa stasiun MRT. Jika saldo sudah hampir habis, Anda pun dapat membeli saldo dengan top up minimal sebesar SGD 10.

Satu lagi yang menarik dari kartu MRT ini, jika saldo Anda masih cukup banyak saat akan meninggalkan Singapura, maka Anda dapat mengambilnya sisanya dengan cara mengembalikan kartu ini. Jadi tidak rugi kan?

  1. Menggunakan Sim card Lokal

Jika Anda ingin up-to-date terus selama liburan di Singapura, maka sebaiknya Anda menggunakan sim card lokal seperti provider Singtel. Sim card provider ini dapat banyak Anda temukan di  toko Seven-Eleven. Harganya pun cukup murah, yaitu sebesar SGD 15 dengan saldo sebesar SGD 18. Pastinya saldo ini sangat lebih dari cukup untuk berlangganan paket data.

Namun jangan lupa untuk membawa paspor saat hendak membeli sim card, karena kamu akan diminta menunjukan paspor untuk melakukan verifikasi data.

  1. Mencari Makanan Lezat dan Hemat

Banyak terdapat tempat makan yang bisa Anda temui disini, termasuk warung khas Indonesia. Lauk pauknya lebih mirip dengan warteg, dan yang lebih penting lagi warung ini sangat murah. Untuk satu porsi dengan telur dan tahu goreng Anda hanya cukup membayar SGD 1 saja. Wah, sangat murah banget kan!

Warung makan halal khas India dan Melayu juga dapat Anda temukan di sini, seperti nasi briyani dan roti prata. Roti prata adalah salah satu cemilan murah namun cukup mengenyangkan. Cara memakan roti ini adalah dengan mencocol roti ke kuah kare, harganya pun hanya sebesar SGD 1. Wah, banyak ya makanan yang cukup murah dan mengenangkan yang bisa kamu temui.

  1. Jangan Berlebihan dalam Belanja

Cukup banyak wisatawan yang datang ke Singapura untuk berbelanja, nah jika Anda ingin membeli oleh – oleh di sini sebaiknya tidak perlu berlebihan, karena tujuan Anda adalah liburan dengan hemat. So jangan terlalu lapar mata, karena barang – barang tersebut juga mungkin dapat Anda temui di Indonesia.

Bagaimana? Cukup banyak ya hal – hal yang penting untuk diketahui para backpacker yang ingin mengunjungi Singapura. So, jangan khawatir jika ingin berlibur ke luar negeri meski dengan budget yang sedikit.

Ini dia Cara Mendapatkan Kesempatan Magang di Perusahaan Besar

Mendapatkan kesempatan magang di perusahaan besar dan bergengsi tidaklah mudah. Sebut saja Google, Facebook atau perusahaan besar  lainnya. Banyak sumber yang mengatakan bahwa kesempatan magang di perusahaan kadang bahkan jauh lebih sulit dibanding memasuki universitas bergengsi kelas dunia seperti Havard. Akan tetapi bukan berarti kesempatan ini sama sekali tidak dapat kamu raih. Berikut beberapa tips, saran, dan informasi yang berguna untuk meningkatkan peluangmu untuk magang di perusahaan bergengsi kelas wahid.

  1. Persiapan dan lamaran

Resume

Pastikan resume kamu ringkas dan langsung pada intinya. Mereka hanya menghabiskan waktu rata-rata sekitar tujuh menit untuk membaca resume setiap pelamar yang artinya buat resume kamu maksimum satu halaman saja.  Jangan menempatkan pernyataan obyektif. Jangan mencantumkan gambarmu sendiri. Jangan mencantumkan referensi. Yang harus kamu cantumkan adalah, pencapaian dan prestasimu, bukan deskipsi pekerjaanmu. Hal berbeda apa yang sudah pernah kamu lakukan dibandingkan dengan orang yang sebelumnya berada di posisi yang sama?

Upayakan untuk menyesuaikan resume kamu dengan bidang magang yang kamu lamar. Perusahaan besar menerima ribuan resume setiap kali musim perekrutan, maka pastikan kamu mengutamakan pengalaman dan skill yang kamu punya yang berkaitan dengan apa yang mereka cari. Kunjungi situs perusahaan bersangkutan dan cek kata kunci yang mereka gunakan untuk menjelaskan apa yang mereka inginkan dan salin. Hal ini memastikan perusahaan melihat bahwa kamu adalah kandidat yang cocok.

Ingat, pengalaman tidak selalu berkaitan dengan pekerjaan. Di mana kamu terlibat dalam proyek sukarela atau proyek apa yang sedang kamu mulai?

Apa yang dicari recruiter dari sebuah resume yang dibaca sekilas?

Proyek Sampingan

Sekolah ternama atau IPK tentu saja dapat membantu tetapi perusahaan terkemuka biasanya juga mencari kandidat yang memiliki sifat pembangun. Tunjukkan kepada mereka bahwa kamu memiliki passion di luar kelas. Kamu dapat melakukan apa saja mulai dari memulai proyek kecil seperti membuat web sederhana. Tunjukkan bahwa kamu memiliki kreativitas, passion, dan motivasi untuk memulai sesuatu mulai dari awal hingga akhir. Perusahaan akan menyukai hal seperti ini.

Bagaimana kamu dapt meningkatkan produktivitasmu di proyek sampingan jika kamu lelah karena tugas sekolah?

Keberadaan Online

Rekruter perusahaan menghabiskan banyak waktu online untuk mencari kandidat. Jika kamu seorang insinyur, pamerkan karyamu kamu di Github! Jika kamu seorang designer, dapatkan portofolio online! Bergabunglah dengan komunitas teknologi melalui Twitter atau Quora! Mulai membuat blog! Pastikan Linkedin kamu selalu up-to-date dan libatkan diri dengan grup diskusi. Aktif secara online adalah cara yang bagus untuk menarik perhatian tim perekrut perusahaan.

Koneksi

Ini mungkin adalah cara terbaik untuk menjadi bagian dari perusahaan besar. Kandidat yang direferensikan oleh orang dalam memiliki kesempatan yang lebih besar dibandingkan dengan kandidat yang tidak. Kunjungi LinkedIn dan cek apakah kamu memiliki koneksi tingkat 2 atau tingkat 3. Jika tidak, ini bukan akhir segalanya. masih banyak orang yang mendapat kesempatan magang di perusahaan besar tanpa koneksi, mereka hanya perlu sedikit lebih bekerja keras.

Kamu dapat memperbaikinya dengan mudah dengan menghadiri acara tertentu atau diskusi yang berkaitan dengan bidang yang kamu inginkan.

Lamaran

Kamu dapat dengan mudah menemukan kesempatan magang yang sesuai dengan bidangmu di sini: Neuvoo. Jika kamu sudah menemukannya, sekarang kamu tinggal mengirim lamaran dan berdoa semoga segala persiapan yang kamu lakukan berhasil. Kamu tinggal menunggu dikontak oleh perusahaan.

  1. Wawancara

Tidak semua posisi memiliki tahapan wawancara yang sama.

Berlatih

Berlatih untuk wawancara adalah keharusan apapun bidang yang kamu lamar. Cek diinternet untuk mengetahui beberapa pertanyaan untuk latihan wawancara.

Kampusmu mungkin memiliki pusat karir di mana kamu dapat berlatih wawancara atau meminta temanmu untuk membantumu berlatih.

  1. Saatnya menunggu panggilan

Tahapan ini adalah tahapan yang menuntut kesabaran. Perusahaan tertentu yang memerlukan waktu dua minggu untuk dapat mengetahui apakah kita lulus wawancara atau tidak, namun perusahaan lain kadang memerlukan waktu yang lebih lama. Jangan putus asa jika kamu belum juga mendapat kabar, bersabarlah, sambil menunggu kamu bisa mencari kesempatan magang di tempat lain.

Jika kamu ingin mencari kesempatan magang yang lebih luas, jangan kawatir! Kamu bisa mencarinya sesuai dengan negara tujuanmu di sini!

Please Dengerin Kata-Kata Saya, Jangan Mau Kuliah Lagi, Ambil Computer Science, Apalagi ke China!

So sebelumnya, disclaimer dulu nih, saya lahir dari keluarga sederhana yang kedua orangtua saya gag ada yang S2, di Bengkulu, pernah dengar Bengkulu? gag pernah, wajar, banyak orang rasanya gag tau Bengkulu ada dimana, kadang ada yang bilang di sebelah Balikpapan, ada yang berpendapat di Sulawesi, dibawah Toraja, yah, terserah. Dan saya juga orang bodoh, S1 nya cuma di Universitas Swasta, bukan Universitas negeri peringkat atas di Indonesia. Peringkat Universitas Swasta S1 saya entah di ranking berapa, ranking Univ di Indonesia lho, bukan dunia, gag tegaan mau carinya di list ranking Universitas, mesti cek halaman kesekian dulu baru ketemu, hehe. Akreditasinya apaan? Duh, please jangan nanya itu dong, saya gag pernah cek.

akreditasi-kampus
akreditasi-kampus

Jadi, secara sederhana, nasehat dibawah ditujukan untuk anak daerah yang kurang paham bagaimana dunia akademik standard baik itu seperti apa, keluarganya gag ada yang S2 sehingga gag ngerti proses kuliah S2 seperti apa, dan bodoh sehingga banyak gag pahamnya ketimbang pahamnya ketika di kelas atau dimanapun.

Untuk anda yang lebih beruntung, lahir dan tinggal di kota besar sehingga lebih memahami bagaimana dunia akademik standard baik bahkan ikut serta di dalamnya, pernah menemui atau kenal seseorang yang S2 bahkan mungkin di keluarga sendiri, atau bahkan S3 malah, serta cerdas dalam artian mudah memahami pembelajaran di kelas dikarenakan memiliki bekal pengetahuan yang cukup sebelum masuk kelas, well, tulisan ini bukan untuk anda, konteksnya kurang pas, serta perspektif saya juga gag pas rasanya 😀

Nah disclaimer sudah disebutkan diatas, jadi mari kita mulai.

Kuliah S2 itu berat banget.

Apalagi ambil jurusan engineering, semisal Computer Science.

Begonya lagi ambil ke luar negeri, kayak China.

 

Oke kita bahas satu-satu.

Kuliah S2 itu Berat Banget

Pernah merasa kesal dengan tugas matematika saat S1, nah pas S2 tugas matematikanya itu udah gag ada angkanya lagi, simbol semua, sama huruf-huruf. S1 enak, masukin angka ke rumusnya, selesailah sudah, S2? hmm, buktikan bahwa rumus A bisa menghasilkan rumus B, C, D, E. Dan buktikan kembali bahwa proses tersebut bisa dibalik sehingga dari rumus E, bisa diturunkan untuk menghasilkan D, C, B & A.

Assignmentnya setiap professor kasih pertanyaan di kelas, dan gag da yang jawab, maka itu jadi assignment.

Hadir gag hadir gag dihitung, tapi kalo gag hadir gimana ngerti Pak Prof-nya ngajarin apa? Sama assignment buat minggu depan apaan.

Nyontek? Hahahahahahahahhahahahahahahaha, Good luck, kalo kamu cuma satu-satunya siswa dari Indonesia di kelas.

Teman? Kamu kira yang sekolah S2 anak-anak remaja yang hobi gaul, main2, akrab, dan suka mencari teman baru?

Nah ini baru ngomongin coursework, sialnya saya milih master by research (lah karena saya bodoh tadi, kan sebelumnya gag tau S2 seperti apa, jenis-jenisnya, mana yang susah mana yang gampang), keambil deh program master degree by research. 1 tahun coursework (sekolah di kelas, ujian), 1,5 tahun lagi bikin research, bukan sejenis research yang sering kamu nonton di TV, atau sinetron, atau bayangan kamu pada umumnya, bukan. Saya juga baru tau research itu susah banget, baca paper banyak banget, percobaan terus, seringan gagal, collect data, pagi sampe malam di lab, labnya bukan yang ada layar gede di depan, terus tiap orang ngetik di panel kontrol yang keyboardnya panjang banget bukan, labnya persis kayak kantor, kotak2 cubicle, tiap meja ada tumpukan buku study serta satu PC dan layarnya sekalian.

Yakin masih mau lanjut kuliah S2?

 

Ambil jurusan Susah, semisal Engineering, Computer Science

Entah kenapa dulu saya maunya cuma ambil jurusan Computer Science (IT), karena suka game kali, saya pikir belajar computer science enak, kayak main game, kenyataannya?
Duh, jauh banget dari main game, yang ada dimainin sama Computer Sciencenya iya.

Belajar matematikanya banyak banget.

Belajar banyak banget pemrograman, ada PHP, HTML, CSS, Java, C++, Phyton, Ruby, SQL, MySQL, NoSQL.

Belajar computer science di kelas itu jarang beli textbook dari dosen, iya emang, karena materinya berubah terus tiap bulan, updatenya cepet banget, mesti ngikutin terus perkembangan terbaru yang lebih efisien, lebih baik, dan lebih baik lagi. Dan kalau di kelas cuma bahas general saja, sisanya spesifik di bidang yang mau ditekuni mesti belajar sendiri, beli buku textbook atau material cari sendiri online.

Banyak praktek, banyak nyoba, banyak gagal codingnya, banyakan stressnya.

Yakin masih mau lanjut kuliah S2?

 

Ambil Keluar Negeri, China lagi

Seakan-akan belum cukup dengan 2 hal diatas, saya milihnya keluar negeri, di China lagi, ya ampun, saya baru paham mengapa sedikit banget LPDP dari angkatan pertama sampai angkatan saya (66) yang memilih ke China. Seharusnya saya milih negara-negara mainstream aja, yang udah banyak orang kesana, dan udah banyak yang mengalami, udah banyak yang pengalaman dan cerita di blog,  jadi gag perlu shock sendiri begini.

Saya kasih tau deh dari sekarang sehingga kamu bisa memilih dengan baik dan benar tujuan study buat S2 nanti.

  1. Pelajaran di China, terutama Math & Sciencenya udah advance, materi yang diajarkan udah jauh bangett bagi saya. Jadi ada rongga kosong, jarak antara yang saya pelajari S1 di Indonesia di kampus swasta saya yang entah rankingnya berapa itu mungkin kalau di analogikan sudah sampai di skala 16, nah ini S2 mulainya langsung di skala 729. Jadi ada jarak 713 skala yang harus saya pelajari sendiri, di waktu yang sama mesti ngikutin pelajaran di kelas dengan baik.
  2. Internet blockage, No Google, No facebook, No gmail, noooo so muchhh things. Ada namanya China Great Firewall, kontrol dari pemerintahnya. Akses web2 yang biasanya rutin saya akses dan sudah jadi rutinitas, harus pake VPN.
  3. Culture shock, gag sanggup buat bahas disini, googling aja ya please, petunjuknya, toilet, antri, meludah, susah makanan halal.
  4. Language barrier, bahasa China itu susah banget belajarnya, fonemnya, aksaranya, tone nya. Saya udah punya basic? kata siapa! nol besar, beda dengan teman-teman saya disini yang udah punya modal bahasa China semua, karena dari keluarganya sudah dibiasakan sejak kecil, keluarga saya, selalu bahasa Bengkulu brooo. Duh, tobat. Dan saya mesti belajar bahasa China kalau mau survive disini. Yang bilang susah siapa? saya? Bukan! Cek disini http://list25.com/25-of-the-most-difficult-languages-to-learn-in-the-world/5/
belajar-bahasa-china
belajar-bahasa-china

 

Yakin masih mau lanjut kuliah S2?

 

Dengan adanya tiga hal diatas, rasanya mau pulang ke Bengkulu saja tiap hari.

Tapi begitu mikir mau pulang, saya lihat kamar saya.

Hmm, kasur saya empuk, selama 5 tahun sejak S1, ini adalah kasur terempuk yang pernah saya miliki. Ada ranjangnya lagi, 5 tahun ini selalu tidur di kasur yang langsung ketemu lantai. Kamarnya luas (menurut saya pribadi), ada meja belajar dan kursi belajarnya (saya gag pernah punya sebelumnya), lemari pakeannya gede. Internet kencang, 90 Mbps via speedtest.net, di kostan dulu cuma 5 Mbps. Ada mesin cuci pake koin, masukin koin, masukin baju, kasih deterjen udah deh tinggalin 45 menit udah bersih dan cukup kering, tinggal angin2kan saja udah kering, duh jangan tanya dulu S1 gimana nyucinya, pake tangan, peras sendiri, jemur depan kostan. Terus dorm yang ini ada balkonnya, lantai 5, view balkon ada sungai kecil, pohon-pohonnya rindang. Harganya 1.200 yuan, sekitar 2,4 juta rupiah perbulan, 4x lipat sewa kostan saya perbulan dulu.

Siapa yang bayarin? LPDP.

4.000 yuan perbulan, 8 juta rupiah per bulan, untuk biaya hidup bulanan saja. Belum menghitung biaya kuliah saya yang dibayarkan ke kampus.

Untuk apa LPDP bayarin saya? Biar saya belajar, karena saya bodoh, dan banyak orang bodoh lain di Indonesia, bangsa ini masih banyak orang bodohnya seperti saya. Dan saya rasa LPDP berpikir Indonesia butuh banyak orang pintar agar bisa menjadi negara maju, membangun Indonesia dalam jangka panjang. Tanpa LPDP saya yakin tidak akan bisa sekolah disini, dengan semua fasilitas dan kebutuhan hidup yang mendukung study saya. Agar menjadi orang pintar, dan bermanfaat untuk keluarga, negara dan masyarakat nantinya.

Ya ini amanah.

Dan ini adalah hutang, yang nanti wajib saya cicil pelunasannya.

Dan saya paham betul, belajar diluar negeri itu kemewahan, yang cuma sebagian kecil sekali dinikmati oleh orang Indonesia. Dan saya ditawarkan kesempatan ini, entah saya mampu atau tidak saya wajib berusaha semaksimal mungkin terlebih dahulu.

 

Dan sebagai anak internet, yang menghabiskan sebagian besar waktu saya di internet.

Saya tahu dengan pasti bahwa bahasa merupakan kunci untuk membuka akses ke dunia lain, bukan dunia lain seperti acara TV itu lho bro/sist.

Saat saya paham bahasa Indonesia, saya bisa mengakses dan mengeksplorasi semua informasi yang menggunakan bahasa Indonesia, dan mendapatkan berbagai keuntungan dan kesempatan dari informasi berbahasa Indonesia.
Begitu saya mengerti bahasa Inggris, saya bisa mengakses material dalam bahasa Inggris, di waktu yang sama memperoleh keuntungan serta kesempatan yang tidak dinikmati oleh mereka yang hanya bisa berbahasa Indonesia saja.

Dan pahamilah bahwa nyaris 1 dari 5 orang di dunia ini berbicara dalam bahasa China, dan bahasa China merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di dunia.

most-used-language-in-the-worldSource: http://www.infoplease.com/ipa/A0775272.html

 

Betapa banyaknya material, kesempatan dan keuntungan yang bisa saya dapatkan seandainya saya bisa menguasai bahasa China, dimana bahasa ini digunakan secara umum di China, Taiwan, Singapura serta Indonesia sendiri juga lumayan banyak (dalam beberapa konteks). Belum lagi ketika bisa menguasai karakter China, akan lebih mudah untuk mempelajari karakter serta bahasa Jepang & Korea, katanya lho ya, saya belum paham sedikitpun karakter China, jadi belum bisa confirm. Tapi ada anak S1 disini sudah fasih Indonesia, Inggris, China & Korea, asalnya dari Pontianak, SD sampe SMA di Pontianak lho, mirip status pedalamannya kayak Bengkulu rasanya. Duh, malu banget pas udah tua baru saya belajarnya.

 

Yang pastinya bakal banyak banget masalah ke depannya, tapi toh kehidupan siapa sih yang tanpa masalah?

Belum lagi berpikir LPDP hanya akan membiayai study saya selama 2 tahun, sementara kuliah disini MINIMAl, minimal lho ya, untuk master degree itu 2,5 tahun, karena ada coursework dan research, serta sebelum thesis HARUS publish paper research dulu di jurnal atau seminar internasional yang telah ditentukan, top tier journal dan seminar. Dan karena saya rada bodoh tadi, saya rasanya butuh waktu 3 tahun deh buat bisa lulus.

Terus 1 tahun lagi bayarnya gimana, hmm, akan saya pikirkan lagi nanti rasanya, haha, sayangnya karena kurangnya fokus dan pendeknya pemikiran, saya cuma bisa mikir satu hal di satu waktu. Seperti apply beasiswa dulu, mikir satu satu, ambil beasiswa apa, LPDP, ya udah urus LPDP, satu program beasiswa aja, LPDP doang, eh LPDP dapat. baru mikir apply kampus gimana, daftarnya satu kampus doang, gag da yang lain, cari supervisor, interview, lalalala, eh dapat Shanghai Jiaotong University, di jurusan dan research area yang sesuai. Dan sekarang saya mikir course aja dulu, agar lulus dengan nilai sesuai harapan, dan belajar sebanyak mungkin dari semua waktu yang tersedia. Dan begitu waktunya tiba nanti, saya yakin akan mendapat solusinya juga.

Dan bukankah ada hadist yang berkata bahwa

“Barangsiapa keluar (dari rumahnya) dalam rangka menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang.” (HR At-Tirmidzi, hadits ini dinilai hasan li ghairihi oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 88.)

Allah tidak akan meninggalkan hambanya yang kecil ini kan ya rasanya, yang mengikuti jalanNya.

Dan bukankah ada pepatah Arab yang berkata bahwa
“Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China.”
Maka ke China lah saya menuntut ilmu, dan bagaimana denganmu teman? Yakin masih mau lanjut kuliah S2?
Salam Pendidikan Gratisan!