Tips Mendapatkan Beasiswa, Minta Dukungan Orangtua

So begini, saya harus meluruskan dulu sebelumnya, ini bukan berarti saya mengajarkan anda untuk melakukan KKN, oh tidak sama sekali kawan. Disini saya hanya mengajak anda untuk mempermudah urusan anda melalui berbagai pintu bantuan, salah satunya melalui kenalan orangtua atau teman. Untuk sistem birokrasi Indonesia yang begitu rumit, berbelit-belit, dan penuh tipu daya (haha), benar-benar akan bijaksana bagi anda jika anda memiliki  orang dalam yang dapat membantu  anda.

orangtua membantu anaknya mendapatkan beasiswa
orangtua membantu anaknya mendapatkan beasiswa

Dalam hal ini, penulis banyak dibantu oleh Ayahanda penulis sendiri, dimana beliaulah yang membantu menguruskan pembuatan paspor, yang diminta pada temannya sehingga sehari langsung jadi (saat itu benar-benar genting, untuk keberangkatan JENESYS, untunglah kami membawa surat rekomendasi dari Dispora juga). Kamudian pembuatan birth certificate, juga melalui teman Ayah di Catatan Sipil. Dan banyak lagi kemudahan-kemudahan lainnya yang sangat membantu mengehemat waktu dan uang penulis. Dan saya sarankan anda juga melakukannya kawan, untuk mempercepat dan mempermudah urusan anda.

Untuk Berjuang Mencapai Beasiswa di Universitas Idaman, Ajaklah Teman

Dengan berdua bersama teman, kita dapat saling support ketika mengerjakan berkas-berkas untuk beasiswa S1. Usahakan untuk memilih teman yang benar-benar serius untuk mendapatkan beasiswa S1, dan usahakan yang sepikiran dengan kita, serta berpikiran terbuka. Cari teman yang benar-benar ingin berjuang utuk mendapatkan beasiswa ini dan dia bersedia berkorban untuk meraihnya.

Ingatlah bahwa didalam kerjasama tim,  1 + 1 ≠ 2 x 1, apa maksudnya ?

1 tambah 1 tidak sama dengan 2
1 tambah 1 tidak sama dengan 2

Ini  artinya ketika ada satu orang yang bergabung dengan satu orang lainnya, hasil pekerjaan mereka akan berbeda dengan 2 kali lipat hasil pekerjaan dari satu orang. Bisa jadi lebih tinggi, atau mungkin juga lebih rendah, tergantung bagaimana kedua orang tersebut dalam bekerjasama.

Penulis akui, bahwa untuk mempersiapkan berkas pertama kalinya merupakan hal yang sangat berat, itulah mengapa penulis mengajak  salah satu teman penulis yang juga berminat untuk mendapatkan S1 keluar negeri. Sehingga kami sama-sama berjuang untuk melengkapi berkas beasiswa tersebut.

Saat itu penulis dan teman penulis akan mengajukan aplikasi beasiswa S1 ke India, namun deadlinenya tinggal seminggu lagi, padahal masih banyak yang belum kami persiapkan. Sehingga kami bekerja ekstra keras, Mamanya adalah seorang dokter di RS daerah penulis, sehingga dialah yang memberikan banyak kemudahan ketika kami melakukan medical check up. Dan penulis juga mengeluarkan ide-ide kreatif penulis untuk mempermudah authorized translation dan berkas-berkas lainnya seperti essay dan recomendation letter.

Tiga hari menjelang deadline, printer di rumah penulis rusak, begitu juga komputer,  sehingga penulis menginap di rumahnya, kami mengerjakan dan mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan malam itu. Mencetak dokumen-dokumen yang dibutuhkan, kemudian paginya bergegas meminta tandatangan  dari pihak sekolah, dan pagi itu juga berkas langsung kami kirimkan ke kedubes India melalui jasa kurir. Capek ?  Jelas ! Semuanya begitu mendadak dan terburu-buru, itulah mengapa saya sangat menyarankan anda untuk mempersiapkan semuanya sejak jauh-jauh hari, agar tidak lembur banting tulang seperti kami, hehe.

Plan A-B-C untuk Merencanakan Kuliah Nantinya

Untuk menyusun rencana jurusan dan tempat kuliah yang kita inginkan, mari kita membahas Plan A-B-C.

Apa itu Plan C, ini merupakan planning yang menurut anda paling mudah terjadi atas kehidupan anda. Dalam hal ini, untuk target beasiswa anda, rencanakan jalan yang menurut anda paling mudah anda capai, dan tingkat keyakinan anda untuk mendapatkannya diatas 80%. Meskipun paling mudah, namun seharusnya target di plan C ini juga seharusnya cukup menantang bagi anda.

rencana abc untuk menentukan jurusan dan kampus kuliah
rencana abc untuk menentukan jurusan dan kampus kuliah

Apa itu Plan B, ini adalah rencana cadangan dari Plan A, target ini  bisa jadi yang utama, namun bisa pula menjadi target yang ditinggalkan. Sifatnya adalah sebagai alternatif dari Plan A, seandainya saja kedepannya terjadi hal-hal tak terduga yang tidak memungkinkan anda untuk mencapai  Plan A. Oh ya, otomatis Plan B ini tingkatannya di atas Plan C tingkat kesulitannya.

Apa itu Plan A, ini dia Plan utama anda, mimpi utama anda, dan keinginan terbesar anda. Letakkan mimpi tertnggi anda disini, apapun itu, tuliskan dan tempatkan dia di posisi ini. Ini adalah posisi kehormatan, dimana anda akan mencapainya suatu hari nanti. Inilah tingkatan tertinggi, oleh karena itu inilah yang paling membutuhkan persiapan yang matang dan cermat.

Lantas apa hubungan antara ketiganya, karena Plan B dan C adalah alternatif, pertama-tama anda  harus memikirkan mengenai pencapaian Plan A. Plan  B dan C anda sendiri seharusnya dirancang untuk dapat mendukung pencapaian PlanA, dan dapat ditinggalkan sewaktu-waktu dengan mudah, ketika kita sudah mendapatkan plan A tersebut.

Agak bingung ? Mungkin contoh berikut dapat membantu.

Plan A = Mendapatkan full scholarship undergraduate (S1) di luar negeri, jurusan Computer Science.

Plan B = Mendapatkan kuliah di universitas ternama di dalam negeri dengan biaya seminimal mungkin, jurusan Teknik Informatika.

Plan C = Mendapatkan beasiswa full di universitas mana saya yang penting berada di Jakarta dan tanpa ikatan sama sekali, jurusan Teknik Informatika.

Sehingga, dengan adanya perencanaan ini, anda lebih matang dan fokus untuk mendapatkan jurusan dan kampus yang benar-benar anda inginkan.

Authorized Translation untuk Keperluan Beasiswa ke Luar Negeri (Bagian 2)

Untuk fotokopi paspor, anda cukup mengcopy isi lembaran pertama pada paspor anda yang ada foto dan data diri anda, kemudian anda legalisir saja langsung di badan imigrasi, karena memang data anda sudah dalam bahasa inggris, jadi tidak perlu lagi di terjemahkan.

Kemudian dengan berkas-berkas dokumen yang lainnya, melalui forum diskusi penulis mendapat saran untuk melakukannya di penerjemah tersumpah. Penerjemah tersumpah merupakan tenaga penarjemah profesional yang bekerja untuk menerjemahkan dokumen client mereka, kemudian mereka salin dalam bahasa yang diinginkan client, dan mereka beri cap khusus dari mereka. Cap khusus ini menandakan bahwa dokumen tersebut telah diterjemahkan oleh mereka. Mereka biasanya mendapatkan izin khusus dari pemerintah untuk menjalankan profesinya. Dan karena mereka adalah para pekerja profesional, otomatis tarif jasa merekapun merupakan tarif profesional juga, kalau tidak salah penulis sekitar 50.000 sampai  dengan 80.000 rupiah per halaman yang akan ditranslate, wow, mahal sekali bukan ? padahal dokumen yang hendak kita translate ada puluhan jumlahnya.

authorized translation untuk beasiswa (2)
authorized translation untuk beasiswa (2)

Tenang kawan, untunglah penulis memiliki tips rahasia untuk mengatasinya, ini murni hasil pemikiran kreatif yang penulis ciptakan karena tidak ada uang untuk membayar penerjemah tersumpah, hehe.

Jadi begini, pada dasarnya authorized translation ini merupakan dokumen hasil terjemahan dokumen asli kita, yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, bisa jadi merupakan institusi negara seperti pada akte kelahiran, atau bisa juga kepada badan swasta, seperti penerjemah tersumpah. Yang penting bagi pihak pemberi beasiswa adalah mereka yakin dan percaya pada hasil terjemahan pihak-pihak tersebut, karena yang menerjemahkannya merupakan pihak yang dapat dipercaya.

Nah coba anda pikirkan, mengapa tidak sekolah kita saja yang mengeluarkan authorized translation untuk raport kita, kemudian untuk ijazah kita, dan kalau perlu untuk piagam-piagam kita sekalian. Bukankah sekolah kita juga termasuk badan institusi yang diakui legalitasnya, jadi otomatis seharusnya kita bisa dong meminta authorized translation dari sekolah kita sendiri.