CEO Meeting Bareng Pak John Riady, Director of Lippo Group, Editor-at-Large Berita Satu Media Holdings

18 Juni 2013 lalu, berlokasi di private meeting room, lantai 36, di MRCC Siloam Sudirman, 24 mahasiswa future business leaders dari regional Jakarta dan Bandung berkumpul untuk bersama-sama ngobrol dan sharing dengan Pak John Riady, mengenai perjalanannya menjadi seorang business leader, dari awal kehidupannya, hingga saat ini, dan bagaimana juga hal-hal yang dia inginkan nanti ke depannya.

John Riady, CEO BeritaSau.com, Director of Lippo Group
John Riady, CEO BeritaSatu.com, Director of Lippo Group

Di awal meeting, Pak John menyempatkan diri untuk meminta kami memperkenalkan diri satu persatu, nama, jurusan dan kampus kami masing-masing. Sugguh terlihat bahwa dia merupakan pendengar yang baik, memperhatikan setiap detail yang kami bicarakan, dengan eye contact yang bagus. Jika dilihat dari foto di atas, saya di sebelah kanan, menggunakan baju abu-abu, dan sedang memegang buku jurnal (haha, jurnal ini selalu saya bawa kemana-mana, untuk mencatat berbagai hal, termasuk materi dari berbagai CEO Meeting yang saya ikuti).

Saat saya memperkenalkan diri, Pak John melihat bahwa di baju saya tertera AhmadArib.com, dan kemudian menanyakan.
“AhmadArib.com apa itu ?”
“Oh, website personal saya itu Pak”

” Hmm, website berita ya.”
“Gag kok Pak, cuma informasi-informasi personal saja.”

“Nah, itukan termasuk berita juga, berita personal namanya, haha.”
Lalu kamipun tertawa sejenak, dia pemimpin dari Berita Satu Media Holdings, sehingga memang memiliki passion yang kuat di bidang berita dan media.

Setelah perkenalan kami semua, beliau mulai memperkenalkan dirinya, serta background keluarganya. Pak John mengakui bahwa dia berasal dari keluarga yang memiliki karunia lebih dari Tuhan, dengan kehidupan materi yang berkecukupan, dan keluarga yang harmonis. Namun dia menyatakan, bahwa “your blessing is your curse”, yang berarti bahwa karunia yang kamu dapatkan, terkadang malah menjadi hal yang menjatuhkanmu sendiri.

Seperti kecukupan materi, dia sendiri mengakui begitu banyak anak yang berasal dari keluarga berkecukupan tidak mampu melaju lebih cepat dan lebih jauh dibandingkan mereka yang memiliki keterbatasan finansial. Malah berdasarkan pengamatannya selama menjadi pengajar di UPH (beliah saat ini aktif di dunia pendidikan, menjadi dekan Fakultas Hukum di Universitas Pelita Harapan), menyatakan bahwa banyak mahasiswa yang berasal dari daerah, memiliki progress yang lebih baik dibandingkan mereka yang asli dari Jakarta.

Oleh karena itu, keluarganya menetapkan sistem pendidikan yang cukup unik untuk Pak John kecil, semasa Sekolah Dasar, ayah beliau selalu menugaskan John Riady untuk bekerja di tempat-tempat “kecil” selama liburan sekolah, Pak John pernah menjadi petugas counter tiket saat sekolah dasar, menjadi petugas kebersihan di Mc. Donald, dan menjadi bell boy di sebuah hotel saat masih SMP. Pak John mengakui, bahwa hal-hal inilah yang membawanya menjadi sadar akan “value of money”, akan nilai riil sejumlah uang, sebanyak apa waktu dan tenaga yang dihabiskan untuk mendapatkan uang seratus ribu rupiah. Kesadaran akan value of money inilah yang membawanya maju dalam berbisnis, dan menurutnya tidak banyak dipahami oleh anak-anak muda lainnya, sehingga mereka begitu mudah meminta berbagai hal dari orangtua mereka, menganggap bahwa uang itu bisa didapatkan dengan mudah.

Pak John memiliki ketertarikan terhadap politik dan pendidikan, beliau mengakui bahwa dia memulai bisnis media untuk mengikuti passionnya, media merupakan bisnis yang memiliki tingkat pengaruh tinggi di bidang sosial, politik dan pendidikan masyarakat. Saat ditanya apakah media yang dibesarkannya bebas dari pengaruh politik dan tidak memihak kepada pihak manapun, pak John tidak setuju akan hal tersebut. Dia menyatakan bahwa kita harus memihak kepada salah satu pihak yang kita rasa paling benar. Karena kita tidak bisa diam saja, terutama di bidang politik. Jika kita diam saja, tidak melakukan sounding terhadap pihak yang kita anggap terbaik, maka mereka akan kehilangan dukungan, dan pihak terburuklah yang akan mendapatkan suara, dan akhirnya kita akan dipimpin selama 5 tahun oleh pemimpin yang buruk.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *