Wisata Bengkulu, Petualangan 4 Pria Nekat ke Pantai Kaur

Wisata Bengkulu, pantai wayhawang, Kaur

Wisata Bengkulu, liburan kali ini waktunya agak panjang, maklum kuliah udahan, magang di P&G juga udahan, jadi pulang kampung dulu deh ke Bengkulu. Notes: semua percakapan dialihbahasakan ke bahasa nasional, aslinya bahasa Bengkulu, biar yang bisa ikut baca semuanya, gag cuma orang Bengkulu aja, hehe.

Kebetulan temen dari UI, Dimas juga lagi di Bengkulu, sementara Humam dan Jule’ (nama asli Jule’ disamarkan, maklum, ketua geng motor) jadwal kuliah di UNIB lagi kosong, maka dimulailah ide buat wisata Bengkulu, ide pertama dari Humam, ke pantai laguna Kaur, 5 jam perjalanan darat dari Bengkulu, kebetulan ayah saya berasal dari salah satu kampung di Kaur, yakni di Wayhawang, dekat ibukota Kaur, Bintuhan. So, tanpa mikir panjang (judulnya kan nekat), kami tentukan Jum’at besok untuk wisata ke Kaur.

Wisata Bengkulu, musafir sholat jum'at
Wisata Bengkulu, musafir sholat jum’at

 

Pake 2 motor, Jupiter MX dan Vario, karena kami berangkat hari jum’at, dan mulai berjalan saat jam 10, maka kami berhenti dulu di tengah2 perjalanan buat Sholat Jum’at. Baru kemudian melanjutkan perjalanan.

 

 

Wisata Bengkulu, Makan makanan khas bengkulu
Wisata Bengkulu, Makan makanan khas bengkulu

 

Belum lama jalan, perut kelaparan, hujan mulai turun, maka kami berhenti mencari rumah makan sekitaran pinggir jalan. Ketemu satu, langsung masuk, makan deh makanan khas bengkulu disini. Rasanya khas banget, kedaerahannya, makan ikan rebung asam, dengan sambal, dan pake lalapan mentimun, melengkapi wisata Bengkulu ini.

Sepanjang jalan, ada banyak banget hal-hal lucu yang kami alami, mulai dari kasus tabrak lari yang melibatkan tersangka seekor kambing, yang meninggalkan korbannya, mas-mas yang persis di depan kami, di tengah jalan.

Jatuhnya sih gag parah, kesenggol kambing, jatuh kesamping, kejatuhan motor gedenya, lah dia langsung teriak ke kami yang saat itu tepat ngerem dibelakangnya. Si orangnya langsung bilang.
“Bang-bang, tolongin dong bang, tolong bang.”

Saya yang duduk di jok belakang, melongo aja ngeliat ada kambing kecil, warna putih, ketindih juga, eh trus nyelip dikit, trus nyelonong lari seenak jidatnya.

Trus Jule’, yang bawa motor bilang, “Rib oi rib, tolongin orang tuh.”

Trus baru saya sadar, kemudian turun dari motor buat ngangkatin motor gede itu orang, haha, parah, kaco banget itu tersangka kambingnya.

Belum lagi saat udah jam 7an malam, saat itu udah di daerah Bintuhan, hanya beberapa puluh menit lagi sampe ke lokasi nginap, hujannya udah parah banget, sampe ke level “kalo kami tetap lanjut, bakal basah sampe ke kolor”, berhubung kami pengen kolor tetap kering, maka berhentilah di masjid pinggir jalan.

Wisata Bengkulu, dari kiri ke kanan, Dimas, Humam & Jule'
Wisata Bengkulu, dari kiri ke kanan, Dimas, Humam & Jule’

 

Cukup lama hujannya sehingga kami lama menunggu, mungkin Dimas mulai lapar, maka tercetuslah ide briliannya.

“Yah, lama nih nunggunya, kan kita ada mantel nih, pake aja, ngapain takut hujan.”

Baru selesai ngomong, tiba-tiba, dhuaaarrr.

Petir gede banget bunyinya, kaget2, sampe tiarap2 kami di masjid.

Setelah itu kami langsung ketawa, sambil ngomong sama Dimas.
“Nah Mas, silahkan kalau mau duluan, pake aja mantel hujannya, gag bakal napa2 kok.”

Kejadian yang sama terulang saat hujan sudah reda, dan saya berdiri di tengah jalan, sambil ngomong.
“Ih keren ya, kosong banget jalannya, aman banget di tengah jalan gini.”

Eh itu petir nongol lagi, bikin kaget sambil lari ke masjid cari aman, parah, ngaco itu petir.

 

Hujannya reda, kami melanjutkan perjalanan, hingga sampai ke rumah tante saya di dusun Wayhawang, Kaur. Langsung mandi, makan dan istirahat, setelah ngobrol2 sejenak antara kami, begitu juga saya dengan sanak keluarga saya disana.

Keesokan harinya, langit cukup mendung di pagi hari, berdoa bersama pun dimulai diantara kami berempat, kira-kira jam 10an, doa kami dikabulkan, langit begitu cerah, langsung deh pake celana pendek, hidupkan motor, tanpa pake helm, langsung jalan ke pantai Laguna Kaur, destinasi pertama kami.

Wisata Bengkulu, pinggir pantai laguna, perahu nelayan
Wisata Bengkulu, pinggir pantai laguna, perahu nelayan

Request Jule’, bukti nyata bahwa Vario juga mampu touring medan berat.

Wisata Bengkulu, touring dengan vario
Wisata Bengkulu, touring dengan vario

Pantai Laguna Kaur, Bengkulu. Pantainya tenang, ombaknya nggak ada, udah pecah duluan di ujung sana dihalangi karang, karena ya sesuai dengan definisi Pantai Laguna itu sendiri, dari Wikipedia, Laguna (atau lagoon dalam bahasa Inggris) adalah sekumpulan air asin yang terpisah dari laut oleh penghalang yang berupa pasir, batu karang atau semacamnya. Jadi, air yang tertutup di belakang gugusan karang (barrier reef) atau pulau-pulau atau di dalam atol disebut laguna.

Wisata Bengkulu, Pantai Laguna Kaur
Wisata Bengkulu, Pantai Laguna Kaur

Destinasi keren selanjutnya adalah Pantai Wayhawang, di desa ayah saya, ini pantai yang benar-benar keren, kami menghabiskan waktu lama disini. Karena struktur karang yang terlihat di permukaan laut, sehingga bisa jalan di atas laut, yeahh, serta ada pulau kecil di tengah lautnya. Dimas, Jule’ dan Humam memutuskan untuk berjalan ke pulau tersebut, dan saya, hmm, saya di pinggir pantai saja, haha, saya punya masalah personal dengan ombak, jarak paling dekat cuma bisa paling 5-8 meteran, hehe.
NOTES: THIS IS DANGEROUS THINGS TO DO, I’M NOT RECOMMEND DOING THIS TO ANYONE
Yang susah englishnya, artinya kira-kira, JANGAN KE PULAU TENGAH PANTAI, BAHAYA.

Wisata Bengkulu, Pantai Wayhawang dengan pulau karang di tengah laut
Wisata Bengkulu, Pantai Wayhawang dengan pulau karang di tengah laut
Wisata Bengkulu, pantai wayhawang, Kaur
Wisata Bengkulu, pantai wayhawang, Kaur

Yang aman, ada karang di pinggir laut, sebelah kanan karang tengah laut ini.

Wisata Bengkulu. di karang pinggir pantai wayhawang
Wisata Bengkulu. di karang pinggir pantai wayhawang

Selesai di Pantai Wayhawang, kami lanjut ke pantai ketiga, entah lupa nama pantainya, Pantai Linau deh kayaknya, pasirnya merah muda, warna biru lautnya keren, dihiasi dermaga kecil di pinggirannya, kami melalui saat pulang, jadi gag mungkin lagi buat basah-basahan.

Wisata Bengkulu, Pantai Linau (mungkin) namanya
Wisata Bengkulu, Pantai Linau (mungkin) namanya

Dan ini dermaganya.

Wisata Bengkulu, dermaga pantai Linau (mungkin)
Wisata Bengkulu, dermaga pantai Linau (mungkin)

Kami pulang jam 4 sore, sampai ke Bengkulu jam 9 malam.

All photo taken by HTC Sensation XE, thanks to XL Axiata buat hape gratisannya dari program XL Future Leaders.
No sotoshop, no kamera 360, no effect, no edit, no lensa tambahan, just pure beautiful virgin beach in Kaur, wonderful Kaur, wonderful Wisata Bengkulu.

Oh ya, sebagai penggemar One Piece, kami menemukan buah Mera-Mera di Pantai Kaur ini.

Wisata Bengkulu, buah mera-mera
Wisata Bengkulu, buah mera-mera

Dan setelah berjam-jam di Pantai Kaur, tak terasa kami menguasai jurus BoshuSoku no Haki, jurus yang bisa membuat tangan menghitam dan menjadi seperti besi, haha.

Wisata Bengkulu, jurus BoshuSoku no Haki, tangan memerah dan menghitam
Wisata Bengkulu, jurus BoshuSoku no Haki, tangan memerah dan menghitam

Thanks for reading, sorry for the long post, here Kaur Beach Potato for you 😀

wisata kaur, beach potato

Tulisan terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *