Share gag ya Peluang Bagus ini, dilema para Mahasiswa Pelit Info

share informasi

Beberapa waktu lalu sempat ngobrol2 dengan teman-teman lama, mereka sharing.

“Wah, enak ya kalian Rib, info-info bagus dapat terus, kalo kita mah susah dapat info2 begitu, sekalinya dapat, eh udah telat.”

“Lho, bukannya info2 kayak gitu ditempelin di mading2 fakultas, atau rektorat, atau media kampus lainnya. Atau juga biasanya di share kan di grup WA ato BBM kalian.”

“Iya sih, tapi gag lama, setelah ditempel oleh kemahasiswaan, gag lama kemudian ada yang cabutin kalo di mading. Kalo grup WA ato BBM mah isinya bercanda semua, gag da yang penting obrolannya”

Wah, kaco juga ya begitu, dan ini baru satu kasus, kasus umum lainnya adalah ketika dapat info di internet, atau broadcast info dari temen lainnya, namun infonya disimpan sendiri, gag ngajak2 teman lain, yang sekiranya juga mampu dan cocok untuk mengikuti peluang tersebut.

share informasi
share informasi

Karena apa, menurut perkiraan kami saat berdiskusi, para mahasiswa ini takut dengan makin banyaknya info peluang tersebut beredar, maka akan kecil peluang bagi mereka untuk mendapatkan hal tersebut.

Menurutmu apakah hal ini benar?

Well, secara statistik jelas benar, peluangmu mendapatkan sesuatu lebih besar ketika sainganmu hanya 100 orang, bukannya 1000 orang.

Tapi ada satu hal logis yang dilewatkan oleh pemikiran pelit ini. Satu hal yang sangat sederhana, hal itu adalah.

“TIDAK SEMUA PELUANG COCOK UNTUKMU, BAHKAN SERINGKALI LEBIH COCOK UNTUK ORANG LAIN”

Ya, terkadang info yang kamu terima sangat random, terkadang tidak cocok dengan keahlian yang kamu miliki, terkadang tidak cocok dengan profil kamu sendiri, waktunya tidak cocok dengan jadwalmu, dan banyak ketidakcocokan lainnya. Dan begitu juga dengan orang lain, mereka juga memiliki info2 yang tidak cocok untuk dirinya sendiri.

Nah, ketika kamu dan orang lain tersebut sama-sama pelit, sama-sama menyimpan info untuk diri sendiri, di saat itulah kalian sama-sama merugikan diri sendiri. Mengapa, karena info yang kalian miliki tidak cocok, jelas keinginan kalian kecil untuk mengambil peluang dari info tersebut, kalaupun diambil, kecil kemungkinannya akan sukses, dan kalaupun sukses, kecil kemungkinan akan berjalan lama. Karena bagaimanapun peluang, itu tidak cocok buat kalian.

Sekarang bayangkan kalian saling share informasi yang dimiliki saat ini, info2 random tersebut, yang kebanyakan gag cocok buat kalian, atau coba rekomendasikan ke teman yang kalian yakin bakal cocok. Katakanlah sebagai sedekah info dan peluang. Dampaknya akan sama dengan sedekah barang materiil lainnya, entah dengan satu cara atau yang lainnya, kalian akan mendapatkan info peluang yang cocok buat kalian ikuti. Yang kalian minat untuk mengisi pendaftarannya, yang ketika sudah mendaftar cukup besar kemungkinan suksesnya (karena itu bidang kalian, expertise kalian, tak masalah berapapun saingannya), dan ketika sukses, kalian akan menjalaninya dengan cukup lama, karena itu cocok.

Dan itulah yang terjadi antara saya dengan komunitas XLFL, GSA, SXC, saya share apapun yang saya ketahui, recommend sesuatu yang cocok ke teman yang saya kenal, dan begitu juga mereka. Dan pada akhirnya, setiap dari kami, sekali lagi SETIAP dari kami, berhasil mendapatkan peluang bagus yang cukup lebih baik, ketimbang mahasiswa-mahasiswa pelit diluar sana.

Saya rasa berbagi info dan peluang sama saja hukumnya dengan sedekah, semakin banyak kau berikan, akan semakin banyak yang kau dapatkan, dengan satu atau lebih cara, yang hanya Allah dapat mengaturnya.

Salam berbagi teman 🙂

Tulisan terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *