Pilih Jurusannya, Bukan Kampusnya

pilih jurusan kuliah, bukan kampusnya

Sebentar lagi teman-teman SMA akan masuk ke Universitas, yep, setelah 3 tahun panjang penuh suka cita, haha. Well, brace yourself guys.
Tak lama lagi, hanya hitungan bulan, kalian akan menghadapi pilihan hidup yang akan menentukan jadi apa kalian nantinya. Itulah mengapa pilihan ini, apapun nantinya yang akan anda pilih, menjadi sangat berarti. Bagi yang punya kakak yang lebih tua, mungkin akan banyak bertanya kepada kakaknya dan besar kemungkinan untuk mengikuti jejak kakaknya. Banyak yang masih diarahkan oleh orangtuanya, secara detail, beberapa orangtua menawarkan ide secara sukarela, namun banyak juga yang memaksa anaknya untuk memilih jalan yang mereka tunjukkan, whew, jaman smartphone gini masih ada aja ortu kayak begini.

pilih jurusan kuliah, bukan kampusnya
pilih jurusan kuliah, bukan kampusnya

Nah, di lain pihak, tentu teman-teman (yang dipengaruhi oleh kakak dan orangtua), tentu juga akan memberi pengaruh kepada anda-anda semua, hayoo, teman-temannya pada bilang kan.
“Yuk, masuk sini aja, sama aku, bakal seru deh.”
Bareng geng, bareng teman kelas, atau bareng pacarnya kali, hehe.
Well, itu semua oke-oke aja sih sebenarnya, tapi…………, jangan sampai memilih masa depan atas nama gengsi dan nama baik.
I mean, entah ada berapa banyak teman-teman yang terperosok di hal ini pada saat dahulu mereka memilih jurusan dan kampus idamannya.
Please deh hilangin konsep “Yang penting masuk UI apapun jurusannya, yang penting diterima di UGM, yang penting bisa tembus ITB.” tanpa melihat bakat dan kemampuanmu sesungguhnya. Ya memang benar kampus-kampus tersebut keren, hebat, terkenal dan luar biasa, tapi apa artinya kampus hebat kalau kamu tidak sesuai berada disana, kalau kapabilitasmu tidak cocok disana, kalau misalnya bukan itu yang sesuai untukmu. Kamu akan jadi orang paling menyedihkan di kampus yang hebat itu, sama halnya seperti dongkrak yang dipake buat memompa ban mobil, bakal berfungsi kah ? TIDAK.
Percayalah, kamu akan menghabiskan 4 tahun terburuk dalam kehidupanmu (kuliah), ditambah puluhan tahun tak terelakkan dari kehidupan yang datar dan menyedihkan (kerja).
Suka atau tidak suka, masing-masing dari kita sudah terinstal program yang berbeda-beda sejak dari lahir, ada yang dilahirkan dengan paket software design grafis seperti adobe photoshop dan corel draw, tentu mereka cocok di bidang desain grafis, pemasaran, dan creative work. Apa jadinya kalau mereka dimasukkan dalam program studi kedokteran ?

Ada yang lahir dengan software bawaan Power Point dan Prenzy, bicara di depan publik merupakan hobi mereka, presentasi, speech dalam bahasa inggris sudah menjadi bahasa sehari-hari. Apa jadinya kalau orangtua mereka memaksa masuk kedokteran ?
Ada juga yang dari lahir sudah terinstal Pascal, C++, binerial number, fibonanci serial, angka-angka terlihat begitu indah bagi mereka. Prodi paling cocok tentu Matematika atau Informatika. Apa jadinya kalau mereka sendiri mau masuk dalam prodi Kedokteran ?
Haha, kenapa kedokteran semua deh, entah apakah ini cuma di lingkungan saya sendiri atau di lingkungan anda juga, tampaknya prodi Kedokteran jadi prodi favorit bagi siswa SMA dan orangtua siswa. Walaupun ada banyak dokter yang sukses, bukan berarti bidang lainnya tidak ada yang sukses lho, banyak malah, apalagi melihat trend dunia yang bergeser ke arah digital, hmm, jadi ingat orang terkaya di dunia, om Bill Gates, dari bidang mana ya dia. Kemudian perusahaan terfavorit di dunia, Google, bergerak di bidang apa ya mereka.
So, what I wanna say is, pilih jurusan duluan, baru bikin alternatif kampusnya. Jangan kebalik, kampusnya duluan, baru alernatif jurusan yang bisa dipilih.
Dan ingatlah bahwa ini HIDUPMU, apapun yang terjadi, ambil kendali, kamu yang jalani hidup, jangan ikut-ikutan, jangan asal nurut aja, ini hidupmu lho bro & sist, live your own life !

Akhirnya nanti, saat kamu sudah berada di jurusan yang kamu pilih, di Universitas apapun nantinya, tabah dan konsistenlah, iklan dan cerita yang kamu dengar serta sinetron yang kamu tonton tentang kuliah gag bakal sama dengan realitanya, siap-siap aja, sabar, dan jalani terus. Toh kalau kamu memilih jurusan sesuai dengan bakat dan minat, tentu kamu akan begitu enjoy dengan hari-hari kuliahmu nantinya.
Sehingga ketika kamu enjoy, kamu bisa goes up from average people, menjadi satu diantara seribu, satu yang dikenal, yang diingat, yang berkarya, dan memberikan makna untuk kehadiranmu. Hiduplah untuk kesenangan, dan berikanlah manfaat sebanyak mungkin kepada sebanyak mungkin orang dengan kesenangan yang kamu lakukan. Hidupmu terlalu singkat teman untuk digunakan menghadapi hal-hal yang tidak kamu sukai. Good luck buat milih jurusannya, bukan kampusnya.

Tulisan terkait

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *