Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri, Part 4

Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri Part 4, H4 dari perjalanan panjang kami. Hari ini jadwal kami adalah mengunjungi SMA Yokatsu di pusat kota Okinawa (mungkin, karena saya juga tidak begitu ingat lokasinya dimana). Tapi yang jelas itu berada di daerah Yokatsu, tanpa embel-embel nomor sekolah seperti kita di Indonesia. Seingat saya, satu daerah hanya memiliki satu SMA, yang dibangun dengan sangat besar dan luas, serta menampung banyak sekali siswa. Menurut saya ini ide yang brilian, dengan hanya satu sekolah negeri di satu kawasan, maka pemerintah bisa fokus ke sekolah ini saja, murid-murid juga dikumpulkan, guru-guru akan ditraining dengan sempurna, fasilitas yang sangat lengkap juga dapat dibuat di dalam satu sekolah saja di satu daerah. Bayangkan, di sekolah bertingkat 6 ini, ada kolam renang seluas kolam renang olimpiade nasional, gedung Gymnastik berlantai kayu berpelitur yang sangat keren, fasilitas theater yang hebat, halaman yang luas, dan suasana hijau yang nyaman.

Pendamping Pertukaran Pelajar

Pendamping Pertukaran Pelajar Jepang
Pendamping Pertukaran Pelajar Jepang

Saat pertama kali tiba, kami dipersilahkan untuk mengganti sepatu kami dengan sandal yang disediakan di ruangan pertama kali masuk ke gedung SMA Yokatsu, ada 3 warna sandal yang mewakili 3 angkatan di SMA ini (hal ini baru saya ketahui dari pendamping personal saya di sekolah ini, namanya Taisuke). Setiap orang dari kami diberikan seorang pendamping, dari international club di SMA Yokatsu yang memiliki kemampuan bahasa inggris cukup baik. Dan pendampingku adalah seorang siswa tingkat akhir (kelas 3 SMA), bernama Taisuke, laki-laki tentu saja, walaupun awalnya saya sangat berharap seorang wanita, haha. Kalian bisa melihat penampakan pendamping saya di sebelah ini. Sebelah paling kanan, yang mengenakan penanda nama “Taisuke”, masing-masing dari kami siswa Indonesia juga mengenakan hal yang sama, namun tulisan nama kami dalam bahasa Jepang dan aksara kanji Jepang.

Dia pendamping yang sangat menyenangkan, membawaku berkeliling sekolahnya, mengikuti setiap kelas yang dia ikuti, dan ikut belajar bersama mereka. Dan kami siswa-siswa Indonesia terpisah antara satu dengan yang lainnya, mengikuti pendamping kami masing-masing. Nah, bayangkan, saya sendirian di kelas-kelas yang dimasuki oleh Taisuke. Yang saya ingat ada kelas matematika, gurunya seorang laki-laki, yang tidak terlalu diperhatikan oleh mereka dan juga saya sendiri, karena materinya tentang trigonometri, sin tan cos, dengan pembahasan yang cukup njelimet, eh, jujur, njelimet banget. Taisuke orangnya pendiam, malah yang banyak mengajak saya mengobrol adalah teman-temannya yang lain, dengan bahasa Inggris seadanya, digabungkan bahasa isyarat, kami ngobrol mengenai manga, ya, manga atau komik Jepang, seperti Naruto, Doraemon, Bleach, dan One Piece, haha.

Kegiatan Pertukaran Pelajar

Makan siang di SMA Yokatsu
Makan siang di SMA Yokatsu

Selanjutnya adalah kelas sejarah dan seni, hmm, seni menulis Jepang, dengan tulisan menurun ke bawah, nah, ini saya gag paham sama sekali. Bu gurunya wanita, masih muda, dan sangat cantik menurut saya pribadi, memberikan pinjaman buku materi dan beberapa lembar materi pada hari itu, dalam bahasa Jepang tentunya. Kelas olahraga di ruangan gymnastik, mereka bermain basket, karena saya tidak membawa baju olahraga, maka sayapun berkeliling saja di sekitar gedung gymnastik. Pelajaran terakhir adalah bahasa Inggris, untuk kelas ini, jelas terlihat saya lebih expert dibanding mereka, haha. Tapi sepertinya kelas ini cuma pilihan saja, karena yang ada di dalamnya hanya sedikit, tidak mencapat 30-an siswa, tidak seperti kelas-kelas sebelumnya yang mencapai 50-an siswa lebih malah. Oh ya, sistem kelas disini pun moving class, seperti perkuliahan. Di kelas bahasa Inggris ini, saya sempat diminta untuk menjawab pertanyaan kuis, dan menjelaskannya di depan kelas, untung saya paham dengan kuisnya, dan dapat menjawabnya dengan lancar, saya juga diminta memperkenalkan diri. Dan ketika saya berkata bahwa saya dari Bengkulu, pulau Sumatra, salah satu dari siswa di kelas langsung berkomentar dalam bahasa Jepang, dan guru bahasa Inggris kemudian memberitahukan kepada saya bahwa siswa tersebut mengetahui pulau sumatra dari buku teks mereka, dan tahukah anda mengenai hal apa, Gempa, haha, memang cuma itu sih yang kayaknya terkenal dari Pulau Sumatra di mata internasional.

Penampilan Pertukaran Pelajar

Penampilan Pertukaran Pelajar
Penampilan Pertukaran Pelajar

Setelah jam sekolah berakhir, kami mengadakan pagelaran seni dengan baju daerah kami masing-masing, menyanyikan lagu nasional yang dipadukan dengan puisi dan penampilan panggung lainnya. Cukup singkat, tidak terlalu panjang, dan tentu saja sesi foto-foto dan perkenalan yang lebih santai dan akrab terhadap teman-teman SMA Yokatsu ini, pertukaran pelajar ke Jepang.

Tulisan terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *