Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri, Part 3

Pertukaran Pelajar Part 3, so, berikut ini laporan singkat mengenai perjalanan saya di Jepang, pada H3. Masih di hotel Grand Prince New Takanawa, kami makan di restoran hotel yang terletak di bawah tanah (underground), nama restorannya Il Leone Restaurant, dengan logo singa bersayap di pintu masuknya.

Sarapan Pertukaran Pelajar

Makanan Pertukaran Pelajar

Makanan Pertukaran Pelajar

Seperti yang terlihat di gambar, suasananya cukup temaram walaupun waktu menunjukkan jam 8 pagi, dikarenakan ruangannya di bawah tanah. Makanan tipe prasmanan, dengan 2 jenis makanan yang disediakan, yakni west food dan japanese food. Kebanyakan diantara kami memilih makanan ala barat, karena yang ala jepang terlihat begitu aneh, hehe. Minuman disediakan berbagai jenis, mulai dari berbagai jenis susu, dan jenis jus disediakan disini, kami mengambil sesuka selera kami.

Selesai makan, kami bersama-sama naik bis dan menuju Narita Airport, pagi ini kami sudah memiliki jadwal pindah ke Okinawa, perjalanan udara kami memakan waktu sekitar 3 jam. Dan kami tiba di bandara Naha, Okinawa. Suasana panas ala pantai sudah terasa sejak kami keluar dari bandara. maklum, Okinawa merupakan kepulauan kecil yang dikelilingi lautan.

 

Bus Pertukaran Pelajar

Tidur di Bus Pertukaran Pelajar

Tidur di Bus Pertukaran Pelajar

Perjalanan di bis juga sangat menyenangkan, beberapa kali kami melewati pantai Okinawa, suasana siang yang cerah, terlihat karang dan ombak yang segar di pantai Jepang, serta sangat bersih. Teman-teman di bis terlihat sudah tidur semua, di bis inipun terlatun lagu Shimancu Nu Takara, lagu daerah Okinawa, dengan musik instrumen khas Jepang klasik. Namun saya sendiri tak bisa tidur, melihat pantai, melihat rumah-rumah, dan melihat hal-hal menarik di sisi kiri dan kanan bus, dalam perjalanan yang tak terlupakan ini.

Akhirnya sampai juga kami di penginapan kami yang selanjutnya, yaitu JICA Okinawa center. Disini disediakan fasilitas lengkap untuk tamu-tamu luar negeri untuk program yang dilakukan oleh JICA (Japan Internetional Cooperation Agency). Kamar saya 114, single bed, yang artinya saya bisa menikmati ruangan ini sendirian. Ruangan kecil, sederhana, dan begitu menyenangkan. Di dalam ruangan kecil ini ada lemari pakaian berwarna hitam, yang segera saya gunakan untuk meletakkan barang-barang saya. Sebuah tv flat yang ketika saya hidupkan isi channelnya Jepang semua (jelaslah, haha), gag ada yang paham apa yang mereka bicarakan, toilet kecil yang memiliki bak berendam yang cukup tinggi, serta pintu belakang berupa kaca yang bisa digeser untuk membukanya, langsung mengarah ke kolam renang JICA dan pemandangan kota Okinawa di bawah kami, karena JICA Oinawa ini terletak di atas perbukitan.

Sore harinya kami belajar bahasa Jepang dengan bahasa pengantar Inggris, serta orientasi mengenai kegiatan kami selama di Okinawa. Malam hari setelah makan, kami berlatih pementasan seni, yang besok akan kami tampilkan di SMA Yokatsu, Okinawa. Jam 10 malam, saya hidupkan notebook, koneksikan ke kabel LAN di kamar, dan menghubungi keluarga saya di Indonesia, bercerita mengenai kegiatan pertukaran pelajar kami hari ini.



2 responses to “Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri, Part 3”

  1. Lak says:

    Kak check email dong hehe

  2. Anzilia says:

    wah barusan banget ya ke Jepangnya? 5 hari ato lebih? (karna yang anda tulis cuma sampe part 5. hehe)
    setelah tau perjalanan di jepangnya pingin tau perjuangannya biar bisa dapet kesempatan ini dong >_< bikin ceritanya yaaah.
    pingin men-trigger ponakan saya yang masih SMP supaya cita-citanya tinggi. walopun saya sampe kuliah sekarang pun sebenernya belum pernah ke luar negeri. Hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

YOU MAY LIKE