Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri, Part 2

Pertukaran Pelajar Part 2. Ok, sesuai janji saya (walaupun molornya lama banget), berikut ini cerita kelanjutan perjalanan saya di Jepang.

H2, bangun pagi, jam 6 udah di telepon sama morning callnya resepsionist hotel Grand Prince New Takanawa yang nelpon

“Morning Sir, your teacher ask me to wake up you all in this time, please wake your friends too.” englishnya lucu banget, abis dia nelpon gag tahan saya ketawa ngakak, sampe si Alvin dan Andrew yang sekamar sama saya kebangun. Kemudian saya mandi di kamar mandi mewah hotel (asli, keren banget deh kamar mandinya, seharusnya saya ambil fotonya).

Pertukaran Pelajar ke Jepang

Museum Edo Tokyo (pertukaran pelajar)

Museum Edo Tokyo (pertukaran pelajar)

Jam 7 pagi, kami sama-sama naik bis ke Museum Edo Tokyo, ada kelas umum bagi kami dari salah seorang professor mengenai Jepang dan Orang Jepang (Japan and Japanese). Bagus materi dan pembahasannya, walaupun setelah beberapa lama penjelasannya menjadi cukup membosankan dan berhasil membuat kami ngantuk berat.

Setelah kuliah yang sama sekali tidak singkat itu, kami mengelilingi isi dalam Museum Edo Tokyo, menarik sekali. Museum ini memiliki koleksi bersejarah Jepang dari Jaman Edo, mulai dari layout kota Edo, pakaian-pakaian masyarakat pada masa itu, peralatan bercocok tanam, replika kapal nelayan sebesar ukuran aslinya, peralatan perang masyarakat Jepang, termasuk pakaian samurai. Hingga ketika Jepang memasuki masa Industrialisasi, dan Jepang menuju moderninasasi. Tomita-san, selaku pendamping grup kami, menjelaskan berbagai hal melalui headset yang kami gunakan, sehingga dia tidak perlu ribut-ribut dan rusuh di dalam museum saat menjelaskan berbagai hal di museum (jadi ingat kunjungan museum daerah beberapa waktu lalu, guru sejarahnya rusuh banget di dalam museum menjelaskan objek-objek bersejarah kayak Sukarno lagi pidato, hehe).

Pertukaran Pelajar SMA

Makan di Sumo Restaurant (pertukaran pelajar)

Makan di Sumo Restaurant (pertukaran pelajar)

Setelah lelah keliling-keliling, kami diajak makan siang di sebuah restoran klasik bertema sumo, kami duduk lesehan, dan makanan akan disediakan di meja panjang di depan kami. Seperti yang anda lihat di foto berikut. Makanannya enak, dengan citarasa yang Jepang banget deh pokoknya, ada ikan, ada cumi, ada sedikit nasi, dan berbagai sayuran yang digoreng bersama dengan tepung yang lembut. Di tengah meja, ada mangkuk keramik besar berisi bermacam-macam makanan laut dengan kuah yang enak banget. Masih teringat di lidah saya citarasa makanan di tempat ini.

Setelah itu, kami pulang kembali ke hotel, beristirahat sejenak, makan malam steak di restoran steak tidak jauh dari hotel, sehingga kami berjalan kaki saja kesana. Steak yang enak, dan banyak sekali porsinya.

Malam ini secara umum tidak ada acaranya, jadi kami grup Okinawa (kelompok saya) memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri malam ini, tanpa izin dan tanpa pendamping. Sehingga berangkatlah kami 19 orang siswa SMA Indonesia, dengan Jaket hitam bertuliskan JENESYS dan INDONESIA gede di punggungnya, berjalan-jalan di Tokyo pada malam hari. Tujuan pertama kami adalah stasiun kereta yang dekat dengan hotel, berjalan kaki kesana, luar biasa ramenya di stasiun tersebut. Setelah meneliti rute kereta yang ada, dan bertanya sana sini kepada orang-orang di stasiun, akhirnya kami memutuskan ke Shibuya saja, kota yang terkenal dengan Hachiko dan Harajuku style.

Jalan-jalan Saat Pertukaran Pelajar

Shibuya pada Malam Hari (pertukaran pelajar)

Shibuya pada Malam Hari (pertukaran pelajar)

Perjalanan di kereta bawah tanah cukup lancar, tanpa kendala, aman terkendali. Di Shibuya asik banget suasana malam harinya, rame banget, style orang orang disana juga keren keren, jadi ajang foto-foto deh kesempatan ini. Ada ketemu restoran mie ramen, tapi kami ragu kandungan halal haramnya, batal deh nyicipin ramen langsung di Jepang, padahal penasaran banget kok Naruto hobi banget makan mie ramen. Pulangnya kembali naik kereta bawah tanah, kami bertemu dengan orang Indonesia di kereta, dan ngobrol sepanjang perjalanan mengenai kabar Indonesia, dan bagaimana kehidupan di Jepang. Sampai di hotel dengan selamat, juga tetap utuh 19 orang, hehe, Pertukaran Pelajar ke luar negeri.



2 responses to “Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri, Part 2”

  1. absolutely like your web-site however, you have to take some of the punctuational about a few of the articles you write. A lot of them are filled along with punctuation issues and I believe that it is pretty frustrating in truth nonetheless We’ll undoubtedly arrive all over again once more.

  2. […] Pertukaran Pelajar ke Luar Negeri, Part 2 […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

YOU MAY LIKE