Perspektif Difabel untuk Youth Leaders

23 orang mahasiswa yang merupakan mahasiswa terpilih anggota XL Future Leaders dari berbagai Universitas di Jakarta menggelar sharing session sekaligus buka puasa bersama dengan teman-teman difabel penglihatan dari Kartunet (Karya Tuna Netra) dan Panti Sosial Bina Netra Cahaya Batin, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Perspektif Difabel untuk Youth Leaders
Perspektif Difabel untuk Youth Leaders

Menurut saya pribadi, sebagai anggota XL Future Leaders sekaligus aktivis disabilitas, acara ini diinisiasi untuk mempertemukan para pemuda calon pemimpin masa depan dengan kelompok disabilitas untuk memberikan perspektif disabilitas yang benar kepada calon pemimpin sedini mungkin. Sehingga nantinya pada saat mereka benar-benar telah menjadi pemimpin, mereka akan membuat keputusan-keputusan yang mempertimbangkan dan memperhatikan kepentingan-kepentingan dari kelompok difabel.

Acara ini dihadiri oleh Dimas Muharam, founder dari media online Kartunet, yang berbicara mengenai perspektif disabilitas penglihatan dari sudut pandang difabel itu sendiri. Dimas menegaskan bahwa sebagai seorang difabel bukan berarti mereka tidak bisa melakukan hal apapun. Dengan media dan sarana yang disesuaikan berdasarkan keperluan mereka, difabel juga mampu untuk mengikuti proses kehidupan sama seperti para non-difabel lainnya. Seperti pendidikan, percakapan sehari-hari, dan pekerjaan.

Dia juga menyatakan bahwa tidak sedikit difabel penglihatan yang mampu mandiri dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitarnya. Walau memang harus diakui bahwa saat ini di Indonesia masih banyak sekali penanganan difabel yang tidak sesuai, sehingga tidak mampu mendukung perkembangan potensi dari difabel itu sendiri.

Faradina Alifia Maizar, mahasiswi Universitas Indonesia yang ikut dalam kegiatan ini menyatakan bahwa sharing session ini sangat inspiratif, serta memberikan perspektif baru bagi dirinya karena pengalaman kontak langsung dengan difabel seperti ini adalah yang pertama kali baginya.

Selain sharing session, pada kesempatan kali ini juga diadakan games-games menarik yang melibatkan peserta XL Future Leaders dan difabel, pada games ini, terlihat kontak yang menarik antara non-difabel dan difabel, dengan cara mereka masing-masing, non-difabel yang hadir berusaha untuk berkomunikasi dengan teman-teman difabel penglihatan dengan memberikan intruksi serta petunjuk games melalui insyarat suara.

Setelah itu, setiap peserta yang hadir di aula Panti Sosial Bina Netra Cahaya Batin berbuka puasa bersama, dengan suasana keakraban yang semakin terasa dekat melalui kegiatan-kegiatan yang telah dilalui sebelumnya.

Memang perspektif disabilitas yang benar, serta kontak antara difabel dan non-difabel hendaknya mulai diperkenalkan kepada generasi muda yang terpilih, mereka yang berpotensi untuk menjadi pemimpin dengan kemampuan intektualitas dan komunikasi yang bagus pada dasarnya sangat terbuka untuk menerima perspektif disabilitas secara langsung dari difabel itu sendiri. Sehingga kedepannya isu disabilitas ini dapat disounding oleh berbagai pemimpin besar yang dahulu pernah memiliki kontak dan kepedulian terhadap kelompok difabel.

Tulisan terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *