Mulai Melihat ke Samping, Berhenti Melihat dan Menggapai ke Atas

Hunting Kuliner

Seringkali, saya berpikir bahwa mereka yang saat ini berada di top position yang bisa membantu hidup saya menjadi lebih baik, menjadi lebih hebat, menjadi lebih bermakna. Sehingga setahun belakangan, saya aktif di berbagai aktivitas yang mampu membawa saya ke hadapan orang-orang yang saat ini berada di top position. CEO, Direktur, Ketua lembaga, ketua institusi, kepala pemerintahan, dan sederet posisi lainnya yang wah.

Sebuah kebanggaan rasanya bisa duduk bersama mereka, ngobrol, bahkan hingga mereka mengenal saya, benar-benar menyenangkan rasanya, saat itu. Tapi setelah waktu berlalu, entah mengapa saya merasa bahwa hal ini tidak terlalu membantu hidup dan kehidupan saya. Kehadiran mereka tidak mengubah apapun dari kehidupan saya, malah ternyata keberadaan teman-teman yang berada di sekitar saya, yang bersama-sama menghabiskan waktu, tertawa bersama, capek bersama, makan bersama, ternyata yang lebih banyak membawa hal-hal positif.

Melalui catatan yang singkat ini, saya ingin bercerita satu hal sederhana, bahwa teman-teman yang anda miliki saat ini, yang sama-sama masih remaja, yang masih memimpikan hal-hal gila, yang untuk makan saja susah, yang ketawanya gag ditahan lagi, yang persis sama seperti anda, adalah hal paling berharga bagi hidup anda.

Mungkin keren dan hebat bisa mengenal dan dikenal CEO, tapi bukankah si CEO sudah punya banyak kenalan lain, coba lihat kembali siapa anda, hanya mahasiswa biasa dekil yang lain, apa untungnya bagi dia mengenal anda, kecuali kalau anda keponakannya, tentu kasus ini bisa jadi berbeda. Kasar emang rasanya saya mengatakan hal ini, tapi yah, inilah yang bisa saya sampaikan. Berhentilah melihat dan menggapai ke atas, mereka yang diatas sudah sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

Mengapa tidak mulai melihat ke samping kiri dan kanan anda saat ini, ke wajah-wajah kucel teman-teman anda, yang rambutnya kadang kusut, yang kadang kuliah gag mandi pagi lagi, yang pake sepatu tapi gag pake kaos kaki. Tahukah anda, suatu saat nanti, ketika anda dewasa, mereka yang saat ini berada di top position pasti sudah tua, gag mungkin menjabat lagi, malah mungkin sudah banyak yang “lewat”. Dan tebak siapa yang akan menggantikan posisi mereka? Ya siapa yang tahu, mungkin orang luar negeri yang kerja di Indonesia, mungkin anak orang kaya lainnya, atau MUNGKIN saja teman anda yang kucel tadi, atau yang kuliah gag mandi pagi tadi, atau yang gag pake kaos kaki tadi, who knows?

I mean, ayolah, jika mau hitung-hitungan probabilitas dan Return of Investment (ROI) benefit antara berusaha dekat dengan mereka yang di top position dengan mereka yang saat ini berada di sekitar anda, I could say, it’s better to get more friends, trust me, I already did both of that.

Oke, sekarang kita tahu bahwa lebih penting untuk mendapatkan banyak teman, namun teman seperti apakah yang perlu kita “dapatkan” ? Hmm, tahukah anda bahwa dari 100 orang, hanya ada 3 sampai 5 orang yang benar-benar sukses nantinya, mereka yang berada di top position. Tapi sekarang dengan keadaan mereka yang masih gaje parah, gimana caranya mendeteksi mereka yang cuma 5% dapi populasi ini.

It’s hard actually, I have no idea how to identify them, mereka yang saat ini sukses punya seribu kisah, seribu alasan, seribu background, dan seribu karakter yang unik, dan masing-masing dari mereka sukses mencapai puncak. Tapi dibalik seribu perbedaan itu, satu hal sederhana yang tampaknya mereka miliki adalah bahwa mereka punya banyak teman, mereka punya jaringan networking yang bagus, dengan teman-teman yang luas, dari berbagai background yang berbeda-beda.

So indikatornya sudah dapat, yakni mereka yang punya banyak teman, dari berbagai background, adalah mereka yang punya “kemungkinan” untuk sukses diatas rata-rata. Next stepnya jadi lebih mudah, yakni mencari mereka, di wadah dimana mereka biasanya berkumpul. Wadah ini, bisa berbentuk komunitas, kompetisi, exchange, or whatever. Karena biasanya orang-orang ini punya keanehan untuk terus berkompetisi, berjuang, dan berkumpul dengan mereka yang setipe, yakni high achiever.

Perjuangan awal bisa jadi sangat sulit, namun begitu sudah berada di komunitas ini, jangan terkejut bahwa anda akan terus terbawa ke tempat lainnya, ke komunitas lainnya, ke kompetisi lainnya, ke event lainnya, anda temui lagi teman lama anda, atau anda temui teman baru yang mengenal teman anda, haha. Seriously, this happen too often. Dan pada akhirnya anda tidak sadar bahwa anda sudah berada di Inner circle, ketika semua yang anda kenal juga saling mengenal balik, ketika anda tahu bahwa semua yang berada di dalam Inner circle itu somehow sometime bakal jadi seseorang yang powerful, seseorang yang sukses di bidangnya. Inner circle tersebut tidak begitu besar rasanya, 5% dari populasi bukanlah angka yang besar.

Mungkin anda berpikir bahwa nanti sajalah membangun networking ini, bahwa bisa kapan-kapan saja mengenal orang lainnya, selesaikan saja kuliah dulu dengan baik-baik, nanti kerja baru urus urusan begini. Hmm, I would say that’s not really wise my friend. Masa remaja, ketika kita sama-sama makan nasi bungkus warung padang atau warteg, ketika masih sama-sama naik angkot dan metromini, adalah saat dimana pertemanan dan persahabatan tidak dihitung berdasarkan untung dan rugi. Kita dapat berteman dengan siapa saja, dan menggapai siapapun, tidak ada batasan, tidak ada kekakuan. Inilah saat yang tepat untuk mengembangkan pertemanan anda, seluas-luasnya. Karena ketika anda suda bekerja nanti, semua sudah dinilai berdasarkan untung dan rugi untuk setiap waktu yang orang lain habiskan bersama anda.

In the end, saya ingin menyampaikan hasil diskusi 7 orang calon potensial pemimpin masa depan, yang berasal dari background berbeda-beda, di atas rumput basah puncak Bogor yang sejuk, sambil menghabiskan nasi uduk hangat jatah peserta leadership camp, hehe. Kami percaya, bahwa pemimpin Indonesia di masa depan akan saling terhubung, pemimpin bisnis, pemimpin pemerintahan, pemimpin pengusaha, pemimpin korporasi, pemimpin sains dan teknologi, pemimpin ormas, pemimpin agama, semuanya akan saling terhubung sejak mereka remaja.

Kita lihat dengan puluhan program yang menyeleksi dan menggabungkan para pemimpin potensial dari seluruh penjuru Indonesia, let’s say Beswan Djarum, Young Leader for Indonesia, Nutrifood Leadership Award, Xl Future Leader, Young on Top, Indonesia Future Leader, Parlemen Muda Indonesia, Unilever Future Leaders, Microsoft Student Partner, Google Students Ambassador, StudentsXCEOs, berbagai leadership camp, berbagai kompetisi, dan berbagai exchange akan saling mengenalkan pemimpin muda yang satu dengan yang lain.
Dan bersama, mereka akan kuat, untuk membentuk perubahan yang berarti, untuk melakukan hal yang besar secara bersama-sama. Tidak seperti saat ini, yang saling terpisah, yang saling menghancurkan, tidak, sangat berbeda nantinya. Dan hal ini sedang terjadi saat ini, berbagai program tersebut sedang berjalan, hasilnya belum tampak, tentu, mereka masih berusia dua puluhan tahun, namun proses telah berjalan, dan pasti akan menunjukkan hasilnya, entah 5 tahun lagi, atau 10 tahun lagi.
Kereta sudah berjalan, saya beruntung sudah naik di dalamnya, ya, beruntung, tidak ada kata lain yang cukup untuk menjelaskan mengapa seorang mahasiswa dekil dari kampus usang rantauan dari kampung tak dikenal bisa ada di kereta yang sama dengan mereka dari kampus mentereng, keluarga powerful, pengalaman hebat, dan kemampuan luar biasa, selain kata beruntung.

Nah akankah anda mencoba peruntungan anda untuk naik di kereta yang sama, kereta Inner circle, atau anda sudah cukup nyaman di bus publik yang anda naiki, atau jet mewah milik orangtua anda, bersama dengan keluarga hebat anda, hmm, your choice.

Tulisan terkait

6 Comments

  1. ๐Ÿ™‚ nice post.. Suka ide tulisannya. Sometimes saya juga berfikir semacam ini, but, sebagai cewek, saya sendiri terkadang bingung sendiri, posisi sebagai cewek muslim dan cewek masa kini itu sangat berbeda segmentasinya. Yah, itu hanya pertarungan pikiran diri saya sendiri sich ๐Ÿ˜€

    1. Haha, thanks Ria Lyzara, saya punya cewe, berjilbab, kita sering diskusi hal-hal aneh seperti ini. Memang cukup problematis di sisi cewe muslim yang hidup modern di masa kini, ada begitu banyak batasan yang harus diperhatikan, ya nggak ?

      1. yups..bener banget. banyak sekali batasan bagi perempuan muslim. Jadi, sometimes kalo sekarang sebagai mahasiswi dengan banyak aktivitas juga mikir, boleh gak sich dalam islam, soalnya kadang kan interaksi berlebihan juga gak boleh.. bingung kan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *