Life Report 2nd Month, I’m still Alive in China, I Even Participate in 双十一

Setelah 2 bulan tinggal di China, dan setelah sebulan seperti tulisan saya disini http://ahmadarib.com/please-dengerin-kata-kata-saya-jangan-mau-kuliah-lagi-ambil-computer-science-apalagi-ke-china.html, hal yang menakjubkan terjadi…..

Saya masih hidup, ternyata manusia gag bisa mati sama overdosis belajar dan membaca, ini fakta menarik yang harus diberitahu ke setiap guru di penjuru Indonesia, paksa aja anak didiknya buat belajar dan membaca, tenang aja, gag bakal mati itu anak.

Dan banyak hal menakjubkan lainnya terjadi, seperti

  1. Dompet saya menjadi tipis sekali

Tipikal isi dompet saya sehari-hari adalah, 3 kartu, 1 kartu transport, 1 kartu mahasiswa dan 1 kartu ATM bank, ada 2 pas foto (cewe satu cowo satu, yang cowo cakep yang cewe nya cantik, anak saya? bukan!), kemudian selembar 20 yuan, 2 lembar 10 yuan dan 4 koin recehan, biasanya 2 koin 1 yuan dan 2 koin setengah yuan. Dan gag peduli kapanpun, hari apapun, pergi kemanapun isi dompet saya gitu-gitu aja. Karena saya kere kah? hmmm, ya iya saya kere sih, tapi bukan karena itu juga sepenuhnya, di Jakarta dulu saya juga kere tapi masih tebel juga dompetnya, minimal 5 ribuan ada kayak 10 lembar lah nangkring di dompet, tapi sekarang semua sudah berubah, sejak negara api menyerang!

…………………….

waaat……. daaa….. pakkkk

No, seriously.

Yang sebenarnya adalah karena avatar menghilang…….

Oke2, kali nih serius, saya baru dapat inspirasi menulis lagi.

Yakni karena simplifikasi hidup di China, mulai dari kartu, saya hanya punya 3 kartu ketimbang dulu di Indonesia punya lebih dari 5 kartu, apa aja? udah… buka dompet masing2 deh, cek kartu apa aja ada disana.

Nah disini cuma 3 kartu aja, udah, cukup. Mengapa cukup?

1 kartu transport, ini kartu warna ungu bisa dipake buat semua kendaraan umum di Shanghai, mulai dari bus, kemudian subway, juga ada kapal dan taksi, 1 kartu buat semua mode transportasi, dan bisa deposit di setiap stasiun kereta. Jadi semisal saya mau Jum’atan di masjid Huxi area kota, maka saya akan naik sepeda dari dorm ke pintu gerbang kampus, dari gerbang kampus saya bakal naik bus tap pake kartu transport, untuk ke stasiun subway, di stasiun subway tap lagi buat naik subway, subway disini bisa cover semua area dan destinasi, jadi keluar subway tinggal jalan kaki. Habis dari Jum’atan, saya jalan2 dulu keliling kota, pulangnya kemalaman di stasiun akhir udah gag ada subway lagi (maklum, kampus di pinggiran kota), jadi mesti naik taksi, bayar taksi juga bisa tap pake kartu transport.

1 kartu bank, Bank of China, dulu di Indonesia saya punya setidaknya tiga kartu bank, BNI, BCA, Mandiri, karena masing-masing punya fungsi transaksi yang berbeda, dan kalo transfer beda bank sayang, kena fee transfer, kan anak mahasiswa kere, jadi mesti perhitungan dong. Kalo disini duh seingat saya, saya belum pernah make ATM buat transfer duit, ambil duit dari ATM aja masih bisa diitung sama jari, jangan ditanya kalo dulu di Indonesia deh, sehari bisa dua kali ke ATM, dah kayak mandi. Mengapa 1 bank cukup, karena ada Alipay, saya bakal cerita lagi tentang Alipay di bawah.

1 kartu mahasiswa, ini kartu segala fungsi pembayaran di dalam kampus, bayar makan di kantin tap pake kartu ini, beli snack di minimarket kampus tap pake kartu ini, beli apel juga tap, beli milk tea juga tap, masuk dorm tap kartu, masuk perpus tap kartu, pinjam buku tap kartu di mesin, mau mandi air panas tap kartu (air panas bayar), bayar tagihan listrik tap kartu di mesin, naik bis kampus yang ke Xuhui kampus di kota tap kartu ini juga, semua pake kartu ini.

Kemudian bawa uang juga cukup selembar 20 yuan, 2 lembar 10 yuan dan 4 koin recehan aja, bawa 30 yuan karena saya kadang lupa bawa kartu mahasiswa buat makan siang di kantin, abis mandi air panas pagi sebelum kelas biasanya saya lupa ambil kartunya, bawa recehan buat bayar parkir sepeda di stasiun kereta, setengah yuan seharian, bisa ditinggal lama, tinggal dikali aja setengah yuan per harinya. Dan transaksi lainnya, makan di luar bareng temen, beli apapun di supermarket besar, atau Family Mart pinggir jalan, semua bisa dilakukan dengan Alipay, nanti nanti saya jelasin Alipaynya, sabar om.

 

2. Saya menjadi Unofficial, Unpaid, Unrecognized Taobao Ambassador

Taobao adalah salah satu marketplace consumer terbesar di China, dan terdiri dari banyak merchant yang jual semua hal yang bisa kamu pikirkan, di Indonesia sama aja kayak Tokopedia deh, dimiliki oleh group Alibaba, dan banyak banget barang di dalamnya, apa aja ada, dan banyak yang murahhhh.

Murahnya itu kebangetan, gag paham lagi, sepatu gimana ceritanya bisa 20 yuan (40rb rupiah), powerbank bisa 40 yuan, jaket winter tebal 180 yuan, kompor listrik beserta 2 alat masak 170 yuan, sepeda gunung 200 yuan, dan semuanya menurut saya dan teman Pakistan barang2 yang kami beli oke, layak pakai, enak, dan semua barang yang saya beli sejauh ini free ongkir, dan nyampenya cepat, diantar langsung di box logistik di gedung dorm, nanti bakal terima sms notifikasi passwordnya, kemudian kita ambil sendiri di box masukin kode dr sms, logistik disini oke punya.

Dan beruntungnya lagi, beberapa hari yang lalu adalah hari belanja online terbesar di planet ini, dan itu terjadi di China, dan namanya 双十一 (karakter pertama shuang, artinya double) (karakter berikutnya shiyi, artinya eleven), yap, double eleven, 11.11 yang secara harfiah terjadi di tanggal 11 November lalu, disebut-sebut sebagai hari single di China, tapi yang merayakan satu negara.

Di hari ini, buanyak banget yang diskon, terutama online, offline juga banyak.
Yang paling heboh di online sih tetep, di taobao.
jadi satu negara China, di tanggal 10 November malam, sekitar jam 23.59 jempolnya udah siap semua buat klik order dan bayar di Taobao, disini behavior belanjanya sekitar 85% dari smartphone semua, jadi makanya saya bilang jempolnya udah ready semua, termasuk saya, 双十一 pertama gag mau kalau dari warga China yang lain, begitu jam 00.00 tanggal 11.11 tiba, denggg, internet lalod, appnya lalod, hahaha, beberapa menit kemudian baru lancar lagi, banyak barang bagus dah habis, diambil orang, sialan, saya kebagian sisa-sisanya aja, tapi lumayan, masih diskon dan masih bagus juga, begitu selesai order, bayar pake Alipay juga, gag mesti buka internet banking atau ke ATM tengah malam buat transfer, cukup masukkan password transaksi Alipay, done, order dibayar dan diproses oleh merchant, sementara saya yang bergerak cuma jempol tangan kanan aja, sama kelingking tangan kiri, buat apaan kelingkingnya? buat ngupil.

3. Alipay, bikin Saya Lupa Diri

Makan diluar yuk?
Ayuk, makan dimana?
Di resto halal aja, ada Arib ikutan.
Hmm, memang saya perusak suasana, gag jadi kan teman-teman saya makan makanan haram karena saya, hahaha, anyway saya di kampus berdua muslim disini, satu orang Phd dan saya master.
Selesai makan, satu orang bayar billnya pake Alipaynya dia.
Terus billnya kita bagi bertujuh, dan masing-masing dari kami transfer via Alipay ke Alipaynya yang bayar bill tadi, sebut saja Wirawan, nama asli.
Biasa bayar berapaan sudah dibagi, kadang 17,81 yuan, kadang 21,3 yuan, bisa berapapun, dan enak, tinggal klik aja di aplikasi Alipaynya sudah deh transfernya.

Atau kalau misalnya lagi mau belanja dimanapun juga di Shanghai, mereka pasti nerima Alipay, di pinggir jalan, resto, famili mart, supermarket, toko baju tas, bahkan kakek2 jual apel di pinggir jalan juga terima Alipay, sayangnya gag nemu pengemis disini, di Shanghai, sapa tau kan mereka pake Alipay juga, hehe.
Dan pemakaiannya juga sangat gampang, kita bisa isi deposit di Alipay dari bank, sekali klik, atau tiap transaksi secara otomatis ambil saldo kita di bank, juga sekali klik, bebas, pilih manapun yang kita suka.

Alipay ini juga punya Alibaba, sama kayak Taobao, makanya belanja online jadi gampang banget.
Food delivery makanan halal juga pake Alipay.
Beli tiket movie Dr Strange lalu juga pake Alipay.
Beli tiket kereta cepat liburan kek Jinan ketemu sang kekasih juga pake Alipay.
Alipay is the best dah.

Karena Alipay kadang kaget, tiba2 ATM dah kosong aja, duh maklum kere.
jadi mesti nukar USD kiriman LPDP dulu jadi yuan ke bank, dan inilah satu2nya hal yang saya lakukan kalo ke ATM. terima kasih LPDP atas kiriman uangnya 😀
Saya habiskan dengan baik kok, di taobao juga belanja keperluan pendidikan, saya beli Kindle ebook reader di taobao, buat baca buku kuliah, seriusan, novelnya juga ada sih, dikit doang.

Then, saya realized satu hal, Indonesia kapan begininya ya?
Punya payment system seperti Alipay, mobile based, praktis, full integrity ke bank, free transaction fee dan diterima secara global baik online maupun offline.
Atau punya sistem transport integritas, satu kartu buat semua public transport.
Atau punya kartu mahasiswa buat semua kebutuhan mahasiswa di kampus, kampus S1 saya dulu gag ada, tapi kampus saya jelek sih, gag tau kalo kampus bagus di Indonesia gimana.

No idea, mungkin nanti, setelah selesai demoin Ahoknya 😀
Salam pendidikan gratisan!
Nih foto dari team tari saman Shanghai Jiaotong University, di acara international student show, ayo tebak saya yang mana?
Yang pojok kiri atas yang pake jas? wanjir, bukanlah!

tari saman di shanghai jiaotong university china

tari saman di shanghai jiaotong university china



2 responses to “Life Report 2nd Month, I’m still Alive in China, I Even Participate in 双十一”

  1. Yani says:

    Ditunggu report selanjutnya Rib. Hhaa
    Sukses terus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

YOU MAY LIKE