Kenapa Mesti jadi PNS Coba? Anak Daerah nih terutama!

mengapa mau jadi pns

Sekolah kedinasan, wuihh, jangan ditanya gimana pamornya bagi anak daerah, keren banget bro. Nyaris setiap orang mau masuk sekolah kedinasan, apakah itu Akpol, STAN, STIS, IPDN, dan berbagai sekolah kedinasan lainnya. Titel jadi PNS rasanya begitu membanggakan, gaji besar (katanya), langsung kerja, ada pensiun, karir mantap, bahagia di dunia, mudah cari wanita, dan lalalalalala.
Oh My GOD, saya sempat berpikir bahwa hal tersebut benar, karena yang mengatakannya bukan cuma satu dua orang saja, tapi ratusan bahkan ribuan orang di daerah saya. Dan itu bukan cuma teman satu SMA, tapi juga guru-guru sekolah, senior di sekolah, guru les, guru Bimbingan Konseling, sanak saudara, om tante, bahkan orangtua saya sendiri.

mengapa mau jadi pns
mengapa mau jadi pns

Jujur, saya sempat mau apply ke salah satu sekolah kedinasan tersebut, but THANKS YA ALLAH, saya gag jadi ikutan, karena ayah saya yang PNS bilang, “Jangan Nak.”
Butuh waktu 3 tahun bagi saya untuk menyimpulkan satu hal, bahwa jadi PNS itu gag da untung-untungnya, apalagi di daerah, apalagi di masa depan.
Mengapa ?
Ambil deh gaji PNS baru masuk, berapa, 3 juta mungkin perbulan.

Seorang teman yang kerja di salah satu perusahaan kecil IT di Jakarta, gajinya di kisaran 4 juta. Program Apprentice XL Axiata (kontrak, entry level, belum tetap) itu ada di kisaran 5 juta, tapi untuk talent khusus bisa beda gajinya, lebih tinggi talent jelas, beberapa lulusan XL Future Leaders bakal masuk program talent khusus ini, sedang disiapkan dalam beberapa bulan, yeay. Internship di P&G bisa sampai angka 7 juta perbulan. Google Indonesia, Microsoft Indonesia & Chevron Indonesia bisa sampai 2 digit buat entry levelnya. Belum kalau mau ngomongin di Consultan, ada teman di Boston Consultan Group, hmmm, yah, bikin ngiri kalo nyebutin gajinya, hehe. Terus ada juga Accenture, PWC, IBM Indonesia, Irish PR, dll.

Ada yang bilang kalau PNS itu jalan-jalannya ditanggung negara, ya memang, tapi dengan budget yang paling minimal deh sepertinya. Corporate bisa kasih fasilitas jalan-jalan yang lebih memuaskan rasanya kalau mau dibandingkan, bayangkan, saya sebagai Freelance di International Testing Service Indonesia bulan lalu flight ke Makassar, pake Garuda, booking hotel Fave, driver mobil ready buat 2 hari kerja di Makassar, uang makan & jajan beres, lebih banyak malah, dan itu semua diluar honor kerja. Minggu depan kebetulan ada lagi tugas di Palembang, tentu dengan fasilitas yang serupa, menarik bukan? Saya freelance loh, bukan magang, bukan karyawan tetap lagi. Fasilitas lain mungkin dari P&G, saat mereka adakan kegiatan bulan lalu P&G Asean Business Challenge, hotelnya itu lho, Shangri-La, bintang 5, yang harga permalamnya bikin saya pengen nangis tiap mau tidur saking mahalnya, haha. Google kasih akomodasi Hyatt Regency, sama, bintang 5 juga. XL Axiata biasa kasih hotel bintang 2,5 – 3 di kisaran Kuningan, pusat kota, buat setiap XLFL Regional yang workshop di Jakarta tiap 2 bulan selama 2 tahun, tiket PP pesawat juga ditanggung.
Yang pengen saya bilang itu ayolah kawan, ayolah anak SMA yang udah mau milih kuliah dan anak kuliah yang mulai memikirkan masa depannya, coba dibuka sedikit perspektifnya.
Udah banyak PNS di Indonesia.
Yang kurang itu profesional di Corporate dan Innovative Entrepreneur.
Beberapa kali keluar masuk perusahaan, banyak banget expatnya. Apalagi ini kita sudah mau masuk Masyarakat Ekonomi ASEAN, bakal makin banyak ekpat yang ngisi berbagai posisi strategis di Indonesia.
Mungkin yang salah Pemerintah, mengapa terus membuka tes CPNS padahal PNS yang ada saat ini banyak yang cuma baca koran, terus pulang, tapi terus digaji tiap bulannya.
Mungkin yang salah adalah senior-senior yang udah kuliah & kerja di daerah, saat saya pulang kampung dan jalan-jalan di mall pasti terlihat anak kuliah kedinasan yang pake baju dinasnya, apakah itu anak Akademi Kepolisian dengan pakaian dinas kepolisiannya, ataukah anak IPDN dengan pakaian dinasnya. Jujur ini fenomena yang cuma ada di mall daerah saya, selama 3 tahun jalan-jalan di mall Jakarta belum pernah deh lihat hal-hal seperti ini. Relevansinya apa coba pake baju sekolah kedinasan ke tempat umum, di waktu liburan lagi.
Atau mungkin mereka bilang tidak ada kesempatan untuk masuk ke corporate kalau di daerah. Well, are you sure ? Karena ada seorang teman yang handle keuangan perusahaan perkebunan di daerah, dengan gaji yang lumayan. Ada banyak banget corporate di daerah, anda saja mungkin yang gag mau cari networking dan informasi.
Mungkin juga yang salah orang-orang yang punya informasi seperti saya yang nggak share kepada junior-juniornya. Mungkin sih, tapi sebenarnya kalau ada yang nanya bakal saya jawab pasti, kalau ada yang tertarik bakal saya jelaskan, kalau ada yang mau bakal saya tunjukkan jalannya. Tapi sejauh ini tidak banyak tuh yang mau, ya sudahlah. Toh catatan blog ini juga saya tuliskan untuk memenuhi kewajiban moral itu, sharing pemahaman dan pengalaman, dosa kata Pak Ustadz kalau kita punya ilmu tapi tidak membagikannya, hehe.
Sekian dulu cerita ini, saya sudahi dengan minta maaf buat teman-teman yang merasa tersinggung, bukan maksud menyinggung, anda teman saya semua, ayah saya juga PNS lho, dan saya sangat menghargai ayah saya, terutama karena membuka usaha lain disamping mengandalkan gaji PNS untuk menunjang keluarga kami, hehe. Catatan ini hanya untuk perbandingan perspektif saja, mudah-mudahan membantu bagi yang membaca.

Tulisan terkait

1 Comment

  1. masih awam ni tau tentang syarat2 beasiswa…pas SMA agak asal sekolahnya krn keadaan ekonomi.tp pengen banget bisa nglanjutin cz yakin kalau mau berubah pasti bisa,toh semua bisa kalau tekun..:)
    pengen banyak tanya2 yaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *