CEO Meeting bersama Bu Dian, CEO Kennedy Voice & Berliner (KVB)

Jum’at, 19 Juli 2013, berlokasi di ruang rapat M22 Menara Karya lantai 28, jalan H.Rasuna Said Kav. 1-2, Jakarta, perwakilan StudentsXCEOs bersama dengan beberapa guest star dari berbagai Universitas di Jakarta dan Bandung ikut menghadiri Sharing Session eksklusif bersama Bu Dian Noeh Abubakar, CEO dari perusahaan PR (Public Relation) Kennedy Voice & Berliner atau yang biasa dikenal dengan KVB.

CEO Meeting Ibu Dian, CEO Kennedy Voice & Berliner

CEO Meeting Ibu Dian, CEO Kennedy Voice & Berliner

Ibu Dian sharing mengenai perjalanannya bagaimana hingga menjadi CEO pada saat ini, hal-hal apa saja yang banyak membantunya dalam menjalani karir professionalnya, serta pandangannya mengenai bagaimana generasi muda sebagai calon pemimpin bisnis masa depan dalam menyikapi berbagai tantangan yang hadir di masa-masa mendatang.

Perjalanan karir Ibu Dian tidak serta merta langsung menjadi CEO perusahaan yang kuat, sebelumnya beliau terlebih dahulu bekerja di berbagai perusahaan PR Agency multinasional di Jakarta. Dari sini, Ibu Dian banyak belajar dari mentor-mentornya di tempat kerja. Bu Dian tidak hanya memperdalam pemahamannya mengenai PR, namun juga mengenai financial, marketing, leaderships, dan team management. Hal-hal inilah yang pada akhirnya mendorong Bu Dian untuk membentuk perusahaan PR miliknya sendiri di bawah nama Kennedy, Voice & Berliner.

Ibu Dian menjelaskan bahwa walaupun perusahaan yang dimulainya ini termasuk baru, namun mereka memiliki berbagai client besar dan jadwal kerja yang cukup sibuk. Hal ini dikarenakan order pekerjaan yang terus menerus masuk sehingga memaksa Bu Dian untuk terus mengembangkan kapasitas KVB dengan melatih dan merekrut talent-talent baru untuk bergabung bersama KVB.

Mungkin kita akan bertanya, darimana saja order pekerjaan tersebut masuk. Bu Dian mengatakan bahwa order pekerjaan datang dari channel professional networking yang dia miliki. Dari kenalan berbagai pimpinan perusahaan yang dia miliki, order pekerjaan terus berdatangan. Bu Dian mengatakan

“When it comes to business, it’s all about networking and trust.”

Tidak dipungkiri bahwa dalam berbisnis memang networking memegang peranan yang sangat penting. Seorang pebisnis tentu lebih merasa nyaman untuk melakukan transaksi bisnis dengan seseorang yang dikenalnya. Dari networking ini, kita harus menjaga kepercayaan dengan integritas tinggi, dan hasil pekerjaan yang memuaskan. Sehingga layanan bisnis kita akan terus digunakan, bahkan direkomendasikan kepada pemimpin-pemimpin bisnis lainnya.

Bu Dian menyatakan bahwa tidak lama lagi, Indonesia akan memasuki masa Asean Economic Community (AEC) pada 2015. Beliau sangat menyayangkan sikap pemerintah nasional yang hanya sibuk memikirkan pemilu 2014, tanpa memikirkan tantangan besar yang akan segera hadir di depan mata. Bu Dian menyatakan bahwa kalangan bisnis sudah mulai merapatkan barisan dan memperkuat lini pertahanan untuk menghadapi gelombang besar AEC 2015 nantinya.

Kepada kami, generasi muda yang akan menghadapi tantangan baru ini, Bu Dian menyatakan bahwa sudah saatnya kami mempelajari hal-hal baru di luar pelajaran yang biasanya kami temui, untuk menghadapi AEC 2015. Saat ditanyakan apakah kami perlu untuk mensosialisasikan mengenai AEC ini kepada teman-teman yang lain, Bu Dian menjawab dengan sederhana.

“Ya, kalian perlu untuk melakukannya, tetapi ingatlah untuk mempersiapkan diri kalian sendiri terlebih dahulu. Saya selalu ingat prinsip dari airlines, di awal penerbangan akan ada peragaan yang menyatakan bagi Ibu yang membawa anaknya, hendaknya memasang sabuk pengamannya sendiri dahulu, baru memasang sabuk pengaman anaknya. Bahkan pada saat kondisi darurat terjadi, dan masker oksigen turun, Ibu juga SEHARUSNYA memasang masker oksigen sendiri, baru memasang masker oksigen untuk anaknya.”

Secara sederhana hal ini berarti bahwa kita sendiri harus aman dan selamat terlebih dahulu, baru kita bisa mengamankan dan menyelamatkan orang-orang lainnya. Selain itu, dia juga menegaskan kepada tiap-tiap dari kami untuk mulai memikirkan strategi ASEAN dalam mengembangkan konsep bisnis kedepannya.

“Being a CEO is not about fancy title, it’s all about responsibility.”

Sebagai seorang CEO Kennedy Voice & Berliner, Bu Dian merasa berkewajiban untuk membangun impactful business, beyond profit taking, dengan berbagai cara berikut:

  • Provide good financial rewards for stakeholders and employee
  • Help talents for sustainable business growth
  • Build ecosystem, growth of industry (Disini Bu Dian menyatakan pentingnya bagi praktisi untuk ikut mengajar dalam pendidikan Universitas formal. Untuk memberikan insight hal-hal yang terjadi di lapangan kepada mahasiswa)

Creates Innovation



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

YOU MAY LIKE